#29 Suatu Tempat

1.4K 182 5
                                        

Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak

♕︎

[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏᴍ ]

Dua hari setelah pertemuan Seungcheol dan Jeonghan secara tidak sengaja di taman belakang, apakah kalian masih ingat bahwa Seungcheol akan mengajak Jeonghan ke suatu tempat? Hari inilah saatnya.

Seperti sekarang mereka sedang berada di kereta kuda kerajaan yang hanya diisi oleh tiga orang yaitu Seungcheol, Jeonghan, dan sang kusir. Mereka sengaja tidak membawa pengawal bersama mereka, karena mereka pikir mereka berdua sudah cukup kuat, jadi tak masalah jika mereka pergi tanpa pengawal.

"Kita akan kemana?" tanya Jeonghan membuka pembicaraan, karena jengah sendari tadi mereka hanya diam dan hanya saling memandangi wajah satu sama lain.

"Ra.ha.si.a" jawab Seungcheol menekan setiap katanya sambil mengedipkan mata kanannya.

"Haiss, apa susahnya mengatakan kita akan kemana" cibir Jeonghan.

"Kalau aku mengatakannya padamu tentu bukan kejutan namanya, jadi kau cukup simpan rasa penasaranmu sampai nanti kita sampai" ucap Seungcheol sambil tersenyum.

Jeonghan menggerutu kesal seberapa banyak ia bertanya pada Seungcheol, Seungcheol tetap tidak akan memberitahunya.

Keheningan kembali terjadi di dalam kereta, ya mereka hanya membicarakan hal kecil dan akhirnya mati topik, jadi Jeonghan memutuskan untuk melihat - lihat dari jendela kereta dan Seungcheol yang sedang menatap Jeonghan tanpa berpaling sedikit pun, bahkan ia lupa berkedip.

Sejujurnya Jeonghan sangat manis jika seperti itu, mata coklatnya yang bersinar terkena matahari, kulit putih dan mulusnya yang bersinar, hidung yang tidak terlalu mancung, bibir merahnya yang menyerupai ceri, dan memakai topi berwarna putih dan juga gaun putih. Ok bisa Seungcheol katakan Jeonghan adalah definisi kata malaikat yang sempurna. Hahh rasanya Seungcheol ingin memutari jalan ini selama berpuluh - puluh kali agar mereka tidak cepat sampai, ia ingin melihat wajah Jeonghan lebih lama lagi.

Seungcheol tidak sadar bahwa sekarang ia sedang senyum - senyum sendiri seperti orang gila karena memikirkan bagaimana nanti ia dan Jeonghan akan menjalani hari saat mereka menikah, dan menjalani hidup bertiga bersama anak mereka. Anaknya dan Jeonghan, mungkin ia tidak akan mau kembali ke bumi lagi.

Jeonghan tersenyum manis sambil melihat pemandangan yang mereka lewati dari jendela kereta. "Ah aku baru sadar, setelah sekian lama aku kembali memakai gaun putih ini dan keluar menggunakan kereta kuda" guman Jeonghan yang dapat Seungcheol dengar.

"Oo kau sudah lama tidak menggunakan kereta kuda?" tanya Seungcheol.

"Ya, aku terlalu bosan jika aku sendirian yang berada di dalam kereta kuda, jadi saat berpergian aku biasanya menunggangi kuda" jawab Jeonghan.

"Aku baru sadar, aku kira kau berpergian menggunakan kereta kuda" ucap Seungcheol.

"Heum, terakhir aku menggunakan kereta kuda saat. . . .kapan yah terakhir kali aku menggunakan kereta kuda?" ucap Jeonghan sambil mengingat - ngingat kapan terakhir kali ia menggunakan kereta kuda saat berpergian.

"Apakah saat itu masih ada raja Choi?" tanya Seungcheol.

Sebenernya Seungcheol malas membicarakan tentang raja Choi, entar kenapa ia sangat kesal pada Raja itu, yah lebih tepatnya ia benci raja Choi dan ia benci fakta bahwa ia adalah reinkarnasi dari raja Choi. Ingin rasanya Seungcheol mencabik - cabik wajah raja Choi yang tega meninggalkan malaikat sempurnanya sendirian dan larut dalam kesedihan.

Lion Kingdom || SEVENTEEN GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang