#25 Pusat Kota

1.8K 213 12
                                        

Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak

♕︎

[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏᴍ ]

Kata orang pusat kota adalah bagian lain dari surga. Kerajaan Lion Kingdom memiliki pusat kota yang sudah membaik dari segi perekonomian, perdagangan, dll. Pusat kota Lion Kingdom bukan lagi pusat kota yang gelap seperti kuburan, sekarang pusat kota Lion Kingdom sudah indah seperti pusat kota pada umumnya. Kenapa disebut bagian lain dari surga? karena kita bisa mendapatkan apapun di pusat kota. Ya untuk beberapa orang memang menyetujuinya, tapi tidak dengan Jihoon.

"Kak uji, ayo kesini" teriak Woomi.

Jika saja ia tidak di ancam oleh Jeonghan, ia tidak akan ikut ke pusat kota dan akan menghabiskan hari ini dengan tertidur pulas di atas ranjang kesayangannya itu. Karena selama dua hari ia berlatih beberapa senjata baru karena saking bersemangatnya ia lupa untuk tidur, tapi untungnya Soonyoung datang padanya dan menyeretnya secara lembut untuk tidur, jadi Jihoon baru sadar bahwa ia belum tidur dan akan menghabiskan waktu senggangnya untuk tidur. Tapi ya lihatlah sekarang semua keinginannya hancur :)

"Eonni kenapa kau masih diam disana, ayo kemari" teriak Dongjin kesal.

"Ck tidak bisakah kalian bersenang - senanglah tanpa aku" protes Jihoon kesal.

Mendengar itu Dongjin tersenyum tipis, sebuah ide muncul dalam kepalanya tidak apa - apa bukan membuat eonninya yang menyebalkan ini tertekan.

"Apakah eonni tidak mau ikut bersama kami?" tanya Dongjin.

"Iya" jawab Jihoon enteng.

"Jadi eonni membenci Woomi?" tanya Dongjin sambil tersenyum tipis.

Jihoon melototi Dongjin garang. Apa hubungannya coba? Tidak akan kaitan antara tidak ingin pergi dan membenci Woomi.

"Apa hubungannya?" pekik Jihoon.

"Tentu ada hubungannya karena Woomi yang ingin jalan - jalan bersamamu eonni, jadi jika kau tidak ingin jalan - jalan berarti kau membenci Woomi" ucap Dongjin dengan nada mengejek.

"B-benarkah b-b-begitu k-kak uji?" tanya Woomi dengan mata berkaca - kaca.

Jihoon yang melihat Woomi akan menangis gelagapan sendiri. Jika bocah kecil ini menangis, tamat sudah riwayatnya. Ia tidak akan bisa tidur nyenyak di atas ranjang kesayangannya lagi dan akan mendapatkan pencerahan sepanjang hari dari Jisoo dan Jeonghan karena sangat menyayangi Woomi.

"Ehh aku tidak bilang membencimu, aku hanya sedang. . . . berpikir iya berpikir" jawab Jihoon asal dengan senyum paksanya.

"Benarkah begitu eonni? tapi senyummu terlihat sangat terpaksa" ucap Dongjin sambil tersenyum mengejek.

"T-tidak! aku tidak pernah membencimu Woomi, aku selalu menyayangimu seperti saudariku sendiri dan aku senang bisa mengenalmu" ucap Jihoon tulus dengan senyum manis dan sedikit paksaan.

"Terimakasih karena tidak membenciku kak uji" ucap Woomi sambil menampilkan senyum manisnya.

Dongjin terkekeh pelan karena berhasil membuat eonninya tertekan. "Ayo eonni, kenapa kau masih disana" ucap Dongjin sambil menarik tangan Jihoon.

Jihoon menghela nafas berat, mau tak mau ia harus ikut. Ingin rasanya Jihoon memenggal kepala Dongjin sekarang, Jihoon tahu bahwa Dongjin sengaja mempermainkannya karena Jihoon tidak bisa bermain kekerasan pada Dongjin karena ada Woomi disini.

Lion Kingdom || SEVENTEEN GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang