Rasanya sudah satu minggu semenjak hari itu.
Hari dimana sebenarnya Jisoo mengungkapkan perasaannya pada Jennie. Namun yang di dapat adalah kabar bahwa Jennie dan Mingyu akhirnya berpacaran.
Jisoo mencoba menegarkan dirinya. Gimana pun dia salah hanya memberikan kode itu.
Seulgi dan Yeri tidak henti hentinya bertanya kenapa harus hanya inisial nama?
Entahlah, Jisoo masih tidak seberani itu.
Lagipula, dia takut kalau selama ini memang Jennie hanya menganggapnya sahabat. Tidak lebih.
Hal itu pun di perkuat saat esoknya, kabar Jennie dan Mingyu beredar.
Kalau Jennie menyukainya, tidak mungkin kan dia menerima Mingyu?
Sedangkan Jennie, seminggu ini dia disibukkan dengan ujian tengah semester.
Dia tidak merasakan hal yang berarti saat statusnya sudah berubah menjadi kekasih Mingyu.
Hanya antar jemput di tiap pergi dan pulang kampus. Itu saja.
Tapi sabtu ini berbeda, jadwal Mingyu dan Jennie berbeda.
Maka disinilah Jennie, di depan cafe Starlight bersama Lisa dan Rosé. Lisa berjalan lebih dulu sedang Jennie dan Rosé ada dibelakang nya bergandengan tangan.
Hal yang sudah lumrah bagi Lisa, Rosé akan menolak dia pegang tangannya saat di jalan. Namun tidak pernah menolak saat Jennie yang mengajak.
Saat masuk, mereka melihat cafe yang terbilang masih sepi. Memang saat minggu ujian seperti ini, cafe pasti terasa perubahannya.
Lisa langsung menuju ke kasir untuk memesan minumannya.
"Hey Seul, tolong kepala ku mau pecah ini.. Berikan aku yang sedikit kencang.. Hhhmm apa ya?" Dia melihat papan menu.
"Mau americano atau piccolo sekalian, Li?" Seulgi mencoba memberi saran.
"Hhhmmm.. Tidak tidak. Gimana kalau banana smoothie aja," Pesan Lisa.
Jennie dan Rosé yang ada di belakangnya sangat ingin menjitak kepala Lisa. Sedang Seulgi hanya menahan tawanya.
"Seul aku mau latte," Pesan Rosé.
"Buat dua ya..." Kata Jennie.
"Ada tambahan makanan atau roti?" Tanya Seulgi.
Yeri keluar dari dapur saat ketiga pelanggan tetap cafe ini sedang melihat-lihat etalase kue di sebelah meja kasir.
"Ah! Kebetulan ada kalian..." Kata Yeri senang saat melihat mereka. "Gue lagi nyoba menu baru. Ini fluffy cheesy cake, khusus buat hari ini dan buat kalian gue kasih potongan 50% dari harga.. Tapi kasih gue saran dan kritik buat cake ini, gimana?"
Ketiganya serempak mengangguk. Wangi aroma keju dari kue tersebut bisa tercium jelas. Bagaimana mereka tidak tergoda?
Tapi sejenak Lisa menyadari sesuatu. "Eh eh kayak ada yang aneh nih," Katanya yang membuat Jennie, Rosé, Seulgi dan Yeri pun menatapnya.
"Seulgi, Yeri, Ryujin," Kata Lisa sambil menunjuk pegawai cafe satu persatu. "Di dalam dapur ada siapa?" Tanyanya pada Seulgi.
"Heejin. Winter shiftnya nanti sore," Jelas Seulgi kemudian.
"Nah! Ini hari sabtu kan? Kok tumben Seulgi sama Yeri masuk di hari sabtu? Biasanya kalau sabtu gue cuma akan melihat salah satu dari kalian. Yang pasti ada di hari sabtu cuma...." Lisa menggantung perkataannya.
Lalu dilanjutkan oleh Rosé. "Jisoo,"
"Ya kan! Jisoo mana weh? Tumben banget sabtu dia gak ada," Tanya Lisa heboh.
