"Jung Yunho! Kau mau kuliah dimana dan jurusan apa?" Tanya Hyewon yang segera duduk di sebelah Yunho. Yunho menatap Hyewon sambil tersenyum.
"Eh Hyewon. Eum, kurasa aku akan masuk jurusan kedokteran di SNU." Jawab Yunho tampak berpikir sebentar dan mengangguk setelah mendapat jawaban yang tepat.
"Demi senior Eunbi yaaa?" Yunho menatap Hyewon dengan tatapan curiga.
"Kau tahu darimana coba? Aku tidak pernah bilang ke siapapun selain Mingi. Aah! Apa Mingi yang memberitahumu?" Hyewon tertawa mendengarnya.
"Hei, apa kau pikir aku se dekat itu dengan Mingi? Kenalan pun aku tidak mau jika dengannya." Yunho tertawa keras menanggapi Hyewon.
"Kau ini ada dendam tersendiri ya pada Mingi?"
"Bukan seperti itu. Tapi aku dan Mingi memang tidak saling mengenal. Eh kenapa malah bahas aku dan Mingi? Bahas tentangmu saja dengan senior Eunbi." Goda Hyewon pada Yunho.
"Baiklah, kita bahas itu saja." Hyewon terkekeh mendengarnya.
"Jadi, kau akan masuk di sana karena senior Eunbi?" Yunho mengangguk mantap.
"Dasar bucin!" Hyewon terkekeh dan memasukkan cairan ungu ke dalam botol labu.
"Kau juga ikut festivalnya?" Hyewon mengangguk.
"Hanya saja aku masuk dalam Kuis Biologi." Yunho mengangguk.
"Jadi, apa persiapanmu untuk lomba?" Tanya Hyewon.
"Entahlah. Aku hanya iseng membuat jello dengan lampu didalamnya. Tapi sudah ku modifikasi dengan cairan aluminium stearat agar walaupun kenyal, tapi tidak mudah hancur."
(fact : aku cuma iseng cari di KBBI, dan aku rasa ini cocok. Maaf ya buat kalian yang paham kimia kalo salah😂 sangat menerima kritik dan saran dari kalian hehe🙏)
"Wah keren. Bisa kau membaginya denganku?" Tanya Hyewon penuh harap. Yunho menggeleng.
"Kalau kau menikah dengan Mingi, aku akan memberikan satu sebagai hadiah pernikahan." Hyewon memukul punggung Yunho keras.
"Yak! Dasar Jung Yunho gila!"
-
"Aku duluan!" Yena meninggalkan Ranhui di halte bus sekolah.
"Hati-hati!" Ranhui kembali duduk dan mendengarkan lagu dari earphone nya. Ranhui berharap agar ia bisa bertemu dengan pria itu lagi. Ia tidak bisa fokus lagi sekarang karena pria itu.
Dan tepat sasaran, pria itu muncul di halte tempat seharusnya Ranhui turun.
Pria itu tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Ranhui. Ranhui bingung harus berbuat apa dan hanya diam tanpa menanggapi pria itu.
"A-aku pergi! Permisi!" Pria itu menahan tangannya.
"Sebentar." Ranhui merasa kepanasan sekarang akibat ulah pria itu.
"Kau mau menerima ini?" Tanya pria itu sambil menyodorkan sebuah jello berbentuk buah peach berwarna jingga kebiruan. Ranhui mengangguk pelan.
"Tarik saja talinya jika kau ingin menyalakan lampunya." Ujar pria itu membuat Ranhui mengangguk lagi dan segera turun.
"Terima kasih– eh? Siapa namamu?!!!" Pekik Ranhui saat busnya mulai menjauh.
"AAAAKHHH! MENYEBALKAAAAN!" Orang-orang di sana memperhatikannya dan membuatnya menutupi wajahnya menggunakan tasnya itu.
-
Ranhui pulang dengan muka cemberutnya. Ia melihat seisi apartemen yang kosong itu.
"Lagi..." Ranhui segera berlari ke kamarnya dan meletakkan tasnya di kursi belajarnya. Ranhui adalah anak tunggal. Ayah dan ibunya yang berpisah karena gila kerja, membuatnya hanya mendapat kunjungan seminggu sekali dari masing-masing orang tuanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Smile [YUNHO ATEEZ FANFICTION]
RomanceJung Yunho, hanya bisa disaksikan di bus. Tidak ditempat lain. Senyumnya yang memikat, mampu membuatmu tidak bernapas selama beberapa detik, tergantung durasi senyumnya. Aku sendiri tidak dapat memungkiri bahwa aku sendiri, sudah jatuh hati padanya...