9th

5 3 0
                                    

Gadis itu berjalan melewati jalan setapak dari arah gedungnya, menuju gedung tari. Itu Jung Yena. Kelasnya sudah selesai beberapa menit yang lalu. Ia kini ingin menghampiri Ranhui dan Seonghwa. Ia pikir Ranhui akan sekelas dengan Seonghwa, ternyata tidak.

"Ey! Jung Yena!" Ranhui tengah merapikan tasnya bersiap untuk keluar.

"Kelasmu dengan kelas kak Seonghwa berbeda ya?" Tanya Yena duduk di kursi Ranhui dan menatapnya.

"Ya. Kak Seonghwa di lantai atas. Hanya saja, kalau sedang praktek dance ataupun latihan, kami satu ruangan. Oh, juga kalau kuliah umum."

"Oooh. Ya sudah, ayo kita pergi ke kelas kak Seonghwa." Ajak Yena.

"Ah tidak. Aku belum menyelesaikan berkas untuk masuk asrama." Yena memberikan tatapan sedihnya.

"Maaf, tapi kali ini aku serius. Kau memangnya tidak ingin aku di asrama?"

"Eum... Baiklah. Biar aku kembali ke kelasku saja. Tapi kabari aku ya jika sudah selesai?" Ranhui mengangguk mengiyakan. Segera saja Yena pergi dan menghilang dari pandangannya.

"Hai." Ranhui terkejut saat seseorang menduduki tempat duduk yang ditempati Yena tadi. Itu kakaknya.

"H-hai..." Ranhui tersenyum kikuk.

"Kenapa kau sendiri disini? Yang lain mana?"

"Ah itu... Aku sedang membereskan tasku. Makanya agak lama. Aku sedang mencari dompetku."

"Berwarna biru pastel 'kan?" Ranhui menoleh ke arah Yunho.

"Kau melihatnya?"

"Aku tadi tak sengaja menguping pembicaraan ibu asrama saat mengantar barang-barang Yena. Katanya Choi Ranhui meninggalkan dompetnya. Langsung saja aku minta izin untuk mengembalikannya kepadamu. Sekalian bertemu denganmu."

"Eh?" Ranhui meraba pipinya. Ia terkejut saat pipinya memanas hanya karena kalimat terakhir yang dikatakan Yunho. Yunho melihat wajah Ranhui dengan jelas. Ia tertawa kecil dan mengangkat topi Hoodie milik Ranhui untuk menutupi wajahnya.

"Oh iya, kau sibuk kah?"

"Eum iya. Aku harus segera mendaftar di asrama."

"Aku akan menemanimu. Tapi, kau juga harus menemaniku. Aku ingin mentraktir mu Boba."

"B-baik."

Ranhui begitu gugup saat berjalan di samping Yunho. Yunho sangat menyadari gerak-gerik Ranhui.

"Kita padahal sudah saling mengenal sejak setahun. Tapi, kenapa kau masih gugup jika denganku?" Tanya Yunho menatap Ranhui. Ranhui yang merasa terintimidasi pun hanya tetap pada posisinya. Memalingkan wajahnya.

"Kau menyukai—"

"Tidak!!!" Ranhui segera menoleh ke arah Yunho. Ia tidak ingin Yunho meneruskan kalimatnya. Yunho tertawa melihat reaksi Ranhui yang terlalu excited untuk menolak perkataannya.

"Baiklah. Ayo."

-

Usai dari asrama, Ranhui dan Yunho pergi menuju Cafe Sakura. Mereka duduk dan kembali canggung sampai Seokjin datang.

"Hai. Eh? Yunho bersama siapa?" Ranhui menatap Seokjin.

"Ah halo senior. Namaku Choi Ranhui!" Ranhui segera berdiri dan membungkukkan badannya.

"Halo Ranhui-ssi. Namaku Kim Seokjin. Aku yang punya Cafe ini. Oh iya, mau pesan apa?"

"Dua boba kak. Juga, cake yang kemarin." Yunho menampilkan cengiran manisnya.

Smile [YUNHO ATEEZ FANFICTION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang