Chapter 14 : Disaster

82 7 4
                                    

Author's short note :

Marhaban Ya Ramadhan semuanya~ saking pengennya cepet-cepet upload, saya lupa kasih ucapan :'v Sesungguhnya hanya segelas es teh yang terlihat biasa akan menjadi luar biasa di bulan penuh berkah ini.

Yak mari kita lanjutkan sambil nyeruput marjan- //plak//

Karena ini Ramadhan, author kurangin penggunaan kata-kata yang tydak mendydyk, mungkin hanya segelintir kata-kata tydak mendydyk namun juga mendydyk- //hah? :v//

1. Jangan main klarinet.
2. Jangan pernah melambaikan lampu senter ke depan dan ke belakang terlalu cepat. Itu dianggap undangan.
3. Jangan pernah berhenti menatap sekitar.
4. Jangan makan keju, kecuali yang kotak.
5. Jangan pakai topi sombrero.
6. Jangan pakai baju bodoh.
7. Jangan pakai rok panjang.
8. Jangan pakai sepatu merah.
9. Jangan berlagak seperti kera.
10. Jika beruang sudah mendekat, buat gambar lingkaran besar untuk melindungi diri dari gigitan beruang. Usahakan jangan lonjong.
11. Jangan lari.
12. Jangan jalan pincang.
13. Jangan merangkak.

Oke, yang ini cuman buat manjang-manjangin doang btw.

Happy Reading~



"BEHAMFIL?!" -Emma, Jack, & Luchino

"Yep, benar! Melihat ekspresi kalian sepertinya kalian tahu sesuatu" -Mr. Behamfil

"Sesungguhnya putri anda, Martha. Ia bergabung dengan kami beberapa waktu yang lalu" -Emma

"APA?! Martha putriku?! Bagaimana kabarnya?! Apa dia baik-baik saja?! Apa dia tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik?!" -Mr. Behamfil

"Tentu saja pak, ia sangat terampil dalam pertarungan (eh tapi kuatan gw), tumbuh menjadi gadis cantik (cantikan oe lah :u), dan menjadi pribadi yang ramah dan bertanggung jawab! =^^= " -Emma

"Begitu... aku benar-benar bersyukur..."

Ayah Martha menangis terbahak-bahak dan umbelan, dia ini tipenya badan Jojo tapi hatinya bagaikan Shizuka Minamoto, mirip seperti sifat Naib.

Tak ada satupun dari mereka yang membawa sapu tangan kecuali Jack, dengan berat hati ia berikan sapu tangan yang biasa ia pakaikan untuk Emma, dan sekarang sapu tangan tersebut sudah nggak wangy Emma lagi.

//SROOOTTTT//

"Ah, baiklah saya sudah lap umbel, kalau begitu kita akan keluar dari sini!" -Mr. Behamfil

"Apakah anda membutuhkan senjata? Pakailah senapan ini" -Luchino

"Hmm? Pelurunya terlihat berbeda, tetapi aku bisa tahu kalau ini merupakan modifikasi dari senapan Lee-Enfield" -Mr. Behamfil

"Lalu, bagaimana keadaan markas? Dan dimana yang lainnya?" -Leo

"Semua hero kelas S dan A ada disini, termasuk Naib dan Martha. Aku mengerahkan pasukan ke seluruh penjuru kota dan perbatasan" -Emma

"MARTHA JUGA KESINI?!" -Mr. Behamfil

"Itu benar, tuan. Kami berpencar di kastil buluk ini, saat ini dia pasti sedang asik berduaan bersama pemuda kacang ijo itu-" -Jack

"SIAPA KACANG IJO YANG KAU MAKSUD?! BERITAHU AKU!!! APA PUTRIKU PUNYA PACAR?!" -Mr. Behamfil

"Sebenarnya sih pak, mereka itu saling suka tapi-" -Emma

"TAPI KENAPA?! AKU HARUS SEGERA BERTEMU DENGANNYA!!!" -Mr. Behamfil

"Wajar jika anda bersikap seperti itu, jika melihat anak kesayangan saya berjalan berdua saja dengan si lobak ini rasanya..."

Survive in Capital | Identity V Modern AU |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang