Epilog

85 8 6
                                    

1 tahun kemudian



Martha's POV

Apa kabarmu? Kuharap kau bahagia disana.

Aku sudah sangat terbiasa dengan tangan prostetik ini, Tracy-senpai yang membuatkannya, bahannya terbuat dari logam yang sangat ringan namun juga tahan lama.

Tenang, OCC Heroes Association tidak dibubarkan kok. Kami membuka penerimaan untuk calon hero-hero baru disini, dan aku menjadi salah satu pelatih utama bagi mereka, hebat bukan?

Ngomong-ngomong... kau ingin tahu kabar yang lainnya? Yah mereka semua baik-baik saja, sesekali mereka berkunjung ke makam rekan-rekan kita yang sudah gugur.

Seperti biasa, tuan Campbell selalu gabut sambil nyemilin upil di atas pohon liatin cewek-cewek yang lewat, mungkin karena saking jonesnya ia sampai begitu... Bang Asep sibuk dengan tugasnya yang lain sebagai perias mayad, terkadang ia pergi ke rumah sakit untuk bantu-bantu bersama Emily-san.

Pak Leo pensiun dan mengalihkan jabatan direktur tetap kepada Emma-senpai, ia jadi sangat sibuk membuatnya sering kabur lewat jendela dan pergi ke kebun bunganya untuk menyendiri dan menanam sesuatu. Menurut gosip dari emak-emak rempong yang tinggal satu komplek dengannya, Emma-senpai mengubur jasad seorang pria tua bernama Murro yang merupakan penggembala biri-biri dan pria paruh baya bernama Bane di kebun untuk menyuburkan bunganya... '-'

Yah benar sekali... aku melupakan hal ini! Empat bulan setelah pertempuran itu, Melly-sensei dan Luchino-san akhirnya menikah! Mereka berdua terlihat sangat bahagia, jika kau ada saat acara resepsi mereka, aku yakin kau pasti akan membawa rantang. Lalu esok hari setelah pernikahan mereka, kami semua bertanya soal...

Well... you know ( ͡° ͜ʖ ͡°)

Uhuk- gatau ah, aku masih polos h3h3.

Abang Daikon membuka jasa barbershop, ia bilang rindu dengan pekerjaannya yang dulu sebagai seniman, makanya semua yang datang ke barbershop miliknya mendadak jadi jamet, padahal awalnya ia hanya ingin buka warung yang jualannya cuma ciki sama kopikap basi, setiap hari ia datang ke ruangan Emma-senpai sambil membawa setangkai bunga mawar biru.

Luca dan Helena-senpai masih senang duduk berdua dan membaca di perpustakaan, tentunya tidak ada buku-buku yang tertata rapi... semua karena Tracy-senpai yang ngefly karena meneguk habis sebotol bensin Pertamax, ia mabuk dan menghambur seisi ruangan hingga Bonbon menghentikannya.

Trio sirkus cleaning service itu juga banyak membantu, Mike sepertinya berubah menjadi lebih ramah, ia sudah bukan pemberontak lagi dan terlihat menikmati pekerjaannya, begitu pula Margaretha dan Joker, di waktu senggang mereka sering istirahat bersama dan menghibur kami dengan atraksi ringan seperti parkour lompat-lompat dari atas gedung markas hingga kuburan.

Dan... ada seorang pria aneh bernama Kreacher Pierson, aku memang tak dekat dengannya, tetapi kenapa ia bisa jadi security disini sejak pertempuran setahun yang lalu? Ia memang tak pernah berbuat aneh-aneh sih, hanya saja Emma-senpai mengatakan kalau ia merasa ingin membunuh tuan Pierson...

Kota ini menjadi damai, jarang ada monster yang terlihat lagi disekitar sini, begitu pula dengan rekan-rekan kita dari Eversleeping Town, Michiko-san mengatakan kalau mereka akan membangun ulang Chinatown yang telah dihancurkan.

Ayahku juga sehat, sama seperti pak Leo, ia juga pensiun dari pasukan militer, kami pindah rumah ke Komplek Ikan Mujair dan tetanggaan dengan keluarga pak Leo, rumah kami juga dekat dengan rumah Melly-sensei, ia mengatakan kalau dirinya dan Emma-senpai adalah childhood friend. Setiap malam, ayah bersama dengan pak Leo dan bapack-bapack lain selalu melaksanakan ronda sambil ngudud, ngopi, dan main catur, terkadang mereka akan memasang layar tancep dan nonton sinetron Ikatan NetEase yang sering ditonton emak-emak komplek juga.

Survive in Capital | Identity V Modern AU |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang