Langit berubah warna, musim berganti, tapi Tay masih setia mengganggu kehidupan New. Atau mungkin New yang menggangu? entahlah, yang pasti, keduanya menikmati gangguan masing-masing. Semuanya masih sama, yang dilihat orang sih begitu. Keduanya masih makan siang bersama, menikmati waktu luang bersama, atau mengotori tempat tinggal satu sama lain. Tapi sesungguhnya ada sedikit yang berbeda. Yang satu menyadari ada yang berbeda dari tatapan mata yang lainnya. Sementara yang satu bingung harus bagaimana menyikapi pikirannya.
Tentang seseorang yang diberi tatapan berbeda ini, sesungguhnya ia juga dibuat kelimpungan. Agak aneh katanya diberi tatapan memuja seperti itu, sedikit membuat tersipu malu dan agak tidak mengerti dengan maksud tatapan tersebut, oh mungkin tepatnya, pura-pura tidak mengerti dan tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang besar. Ada sedikit rasa takut yang mengingatkannya untuk waspada agar tidak membuat harapan yang akan menyakiti nantinya. "ADUH PLEASE DONG UDAHAN LIATAN GUE KAYA GITU, GUE TAKUT SALTING", kira-kira begitulah jerit hati New jika ditatap secara demikian.
Di sisi lain, ada orang yang dengan sadar mengubah mode pandangnya menjadi pandangan memuja. Katanya, semua ini berawal saat ia terbangun dari mimpi panjangnya di suatu pagi. Mimpi itu berkisah tentang ia yang berjalan-jalan ke Korea Utara akibat dari menonton drama Crash Landing on You. Tentu saja ia berjalan-jalan dengan orang yang menemaninya nonton drama. Mendatangi restoran ayam Pyongyang, berjalan-jalan di sekitar sungainya, ya intinya mereka reka ulang kegiatan para pemain utama. Sampai saatnya, mereka berpas-pasan dengan Hyun Bin. Kata orang Hyun Bin itu sangat tampan, tapi kenapa di matanya justru lelaki di sampingnya terlihat lebih menawan? skip, bucin. Cerita kemudian bergulir hingga sampai di bagian mereka harus berpisah di perbatasan, yang satu harus pulang ke negeri asal, yang satu harus tinggal.
Tay, sang pemimpi pun, terbangun dari tidurnya dengan mata basah, dada yang bergemuruh. Seolah benar-benar ditinggal New. Tanpa pikir panjang, di hari liburnya ini ia segera bergegas untuk mendatangi objek yang ia tangisi semalaman. Sesampainya di tujuan, tidak banyak yang ia lakukan, ia lebih banyak diam duduk dengan tenang, sambil sesekali, ralat, sering kali memperhatikan gerak-gerik New, bagai tak ingin melewatkan satu gerakan pun. Tentu saja yang ditatap merasa sangat aneh dengan tingkah tamu yang tak diundang tersebut, "NGAPAIN LO LIAT-LIAT", "YA EMANG GAK BOLEH???", "KOK LU NGEGAS?", "YA LU NGEGAS DULUAN??? bisa diem aja gak gue kaget habis mimpi buruk", "mimpi apaan emang", "kata Ibu kalo mimpi buruk jangan diceritain", "ok", "KOK GAK PENASARAN", "aduh mau lu apa sih, Tay. Lama-lama pusing juga ya ngomong sama lu. Udah ah diem, hari libur gue tercemar nih". Kemudian keduanya diam, menikmati keheningan, menikmati kehadiran satu sama lain. Tentu saja yang satunya kembali menikmati setiap gestur yang satunya dengan khidmat.
Sejak saat itu, Tay mengubah mode pandangnya kepada New. Jika New ditanya sejak kapan ia mulai sadar, tentu saja jawabannya adalah seminggu kemudian. New yang tidak terlalu peka akan sekitar pun akhirnya tersadar akibat memergoki seorang Tay Tawan yang dengan bodohnya memandang New sambil tersenyum bodoh, saat mereka bersiap untuk tidur di atas kasur. "Ngapain sih ngeliatin aku terus?", akhirnya aku-akuan lagi. "Takut kamu ilang ketinggalan di Korea Selatan", "GAK JELAS LU TAY TAWAN", teriak New bonus dengan pukulan bantal ke wajah Tay.
Jika Tay ditanya apakah Tay bersungguh-sungguh dengan perkataannya. Tentu saja ia akan menjawab dengan sangat yakin, "ya beneran, gimana kalo pas gue melek udah gak ada New. Aduh gak bisa gue", gitu katanya. Hal yang masih belum ia yakini adalah, perasaan macam apa ini. Ketakutan akan kehilangan dalam bentuk apakah? pertemanan sajakah?
Maka kemudian hari-hari mereka berjalan dengan Tay bersama hobi barunya dan New dengan usaha menekan salah tingkahnya. Kadang terselip satu atau dua momen canggung nan lucu, misalnya keduanya tiba-tiba suka saling mengalah. Padahal biasanya selalu ngotot dengan pilihan masing-masing saat mereka mau pilih makanan, film, bahkan warna baju. Dasar remaja.
KAMU SEDANG MEMBACA
INURE - TAYNEW
FanfictionThe lightest #taynew fanfiction you'll ever read. in·ure en·ure (ĭn-yo͝or′) To habituate to something undesirable, especially by prolonged subjection; accustom #1 Taynew - 22/04/2021
