HAI TUNA! I'M BACK!
GIMANA KEADAAN KALIAN PAS AKU BEBERAPA INI ABSEN? MASIH OKE-OKE AJA KAN?
OK, SEBELUM ITU AKU MAU NANYA KALIAN, MENURUT KALIAN PART MANA LAGI YANG ADA DI VERSI LAMA PERLU AKU MASUKKAN KE VERSI BARU INI? SILAHKAN TULIS PART FAVORITE KALIAN DISINI.
OKE, DARIPADA BANYAK CINCONG. HAPPY READING!
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAA!!!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
"Seandainya, jika kamu tidak bertahan di kehidupan kedua anak-anak saya. Apakah mereka akan tetap selamat dari kekejaman wanita tak tau diri itu?"
-REVANDIO ELBERT GALAXY-
***
Di dalam sebuah ruangan yang khas dengan aroma obat-obatan, tubuh lemah tak berdaya milik Arisca terlihat terbujur kaku di atas tempat tidur ukuran Queen size yang ada di sebuah ruangan VVIP rumah sakit cukup terkenal.
Dengan selang oksigen yang menutupi area hidung dan mulutnya menunjukkan seserius apa yang di alami oleh Arisca. Revan yang duduk di kursi samping pasien, benar-benar sangat hancur. Diambilnya sebelah tangan Arisca yang di tancapkan bius di sana, lalu di kecupnya lama.
Di dalam genggaman itu, tangisan Revan langsung pecah. Di ucapkan nya beribu-ribu kata maaf kepada peri kecil nya itu, tapi tak ada satu kata pun yang di balas oleh putri kecilnya. Ia masih terlihat khidmat dalam tidurnya.
"Maafkan Daddy, Sayang.. Maafkan Daddy karena tak bisa menjaga kalian dengan baik. Maafkan Daddy mu yang gagal ini, Sayang..."Isaknya menyesal.
Di ruangan lain, terlihat Arasca tengah di tangani oleh seorang Dokter. Di sana ia di temani oleh Alexa yang selalu menggendongnya. Luka yang disebabkan oleh cambukan Clara membuat punggung anak 7 tahun itu memar bahkan berdarah.
"Tahan sedikit ya, Nak.."Titah dokter tersebut ketika ia ingin mengoleskan obat di luka Arasca.
Sontak Arasca pun semakin mengeratkan pelukannya pada Alexa. "Bundaaa.. sakittt... " Adu nya berteriak histeris ketika cairan obat itu menyentuh luka nya yang terbuka.
Alexa sontak mengecup bahu putra nya yang bergetar lantaran menahan sakit. "Gigit bahu Bunda, Nak! Ayo, kirimkan rasa sakit Abang ke Bunda, Sayang.." Ucap Alexa memberikan Arasca pelampiasan sakitnya
Namun, Arasca menolak. Ia menggeleng dalam pelukan itu.
"AUWWHHHHH... SAKITHHHHH!" Teriak Araasca membuat Alexa yang tak tega segera menolehkan wajahnya dan menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
galaxy's
General Fiction𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐫𝐢 ‼️ "Saya adalah seorang pencemburu akut! Jadi jangan salahkan saya jika saya akan selalu protes ketika melihat kamu mendekat atau di dekati oleh orang lain, walaupun orang lain itu adalah anak-anak saya sendiri.." ...
