𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐫𝐢 ‼️
"Saya adalah seorang pencemburu akut! Jadi jangan salahkan saya jika saya akan selalu protes ketika melihat kamu mendekat atau di dekati oleh orang lain, walaupun orang lain itu adalah anak-anak saya sendiri.."
...
Owh ya, btw kalian dari daerah mana aja nih? Ada ga yang se-daerah dengan aku? Aku dari kota Tebing Tinggi nih.
Sebelum baca jangan lupa follow instagram aku wp_atapcollection untuk info update an selanjutnya.
Dan seperti biasa, jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyak biar aku semangat nulis. Terima kasih untuk para pembaca ku yang udah nyempetin buat vote dan komen di setiap bab cerita aku yaa. Love you!
HAPPY READING <3!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tidak semua obat itu berbentuk pil, karena kehadiran seseorang juga bisa menjadi obat bagi dia yang sedang menyimpan kerinduan yang mendalam."
-ATAP_COLLECTION-
***
Cemas, terlihat begitu mendomanasi di kediaman keluarga Galaxy. Berulang kali, Revina menangis ketika melihat badan menggigil kedua cucu nya. Ia segera memanggil Revan. Dan meminta pertanggung jawaban dari pria berumur 33 tahun itu.
Revan yang habis bersiap-siap untuk pergi ke kantor itu pun lantas segera menyusul ke kamar putrinya. Ia juga sama paniknya.
"Dok, bagaimana keadaan putra putri saya?" Tanya Revan kepada dokter keluarga yang telihat sudah sibuk memeriksa keadaan keduanya.
Revan semakin dibuat memucat ketika melihat wajah keduanya sepertinya sangat tidak baik-baik saja.
Dokter pun bangkit dan Revina pun langsung mengambil tempat di samping Putranya. "Untuk kondisi Arasca saat ini tidak terlalu serius. Ia hanya demam biasa dan tak perlu dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjut. Tapi, dengan Arisca. Kondisi tubuhnya saat ini sangat lemah. Apakah semalam dia tidak ada makan dan minum seharian?"
Sontak Revina dan Revan pun saling melirik, "iya dokter, seharian penuh Arisca hanya menangis semalam.."Jawab Revian jujur.
Terlihat dokter itu menghela nafasnya, "akibat tidak makan dan minum seharian membuat tubuh arisca mengalami penurunan gula darah yang drastis dan juga dehidrasi. Hal itu lah yang membuat tubuh Arisca terlihat begitu pucat dan juga lemah. Ditambah lagi dengan menangis seharian membuat tubuh Arisca semakin lemas hingga terlihat begitu tak berdaya." Jelasnya sembari memperhatikan Arisca yang masih tergeletak di tempat tidur.
"Jadi, apakah Arisca harus melakukan penanganan lebih lanjut, Dok?" Tanya Revina dengan raut yang lebih panik.
"Sementara ini saya sudah memasangkan infus padanya, dan saat dia terbangun nanti tolong segera berikan ia makan dan minum. Namun, jika perut nya menolak atau ia mengalami mual dan muntah yang berlebihan. Tolong segera bawa dia ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut." Jelas Dokter itu.