𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐫𝐢 ‼️
"Saya adalah seorang pencemburu akut! Jadi jangan salahkan saya jika saya akan selalu protes ketika melihat kamu mendekat atau di dekati oleh orang lain, walaupun orang lain itu adalah anak-anak saya sendiri.."
...
Bagaimana pagi ini? Masih semangat baca cerita Galaxy's kan?
Seperti biasa, aku tetap menerima komen serta masukan yang membangun untuk karya aku. Tapi mohon gunakan kata-kata yang sopan ya!
Kamu baca bab ini waktu kapan sih? Apakah bab ini membantu kalian menambah semangat untuk menjalani hari? aku harap gitu ya!
Tapi walaupun kalian lagi cape jangan lupa spam "Next" disini! Biar aku semangat update nya><
Segitu dulu, bye~bye~
HAPPY READING<3
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ketika kau mencintai seseorang maka sisakan lah separuh hati mu untuk ikhlas, sebab hati seseorang itu sifatnya sangat mudah berbolak-balik. Bisa jadi hari ini dia sangat mencintaimu, tapi besok dia adalah orang yang amat melukai mu"
–atap_collection.
***
Tampak begitu terburu-buru, Randha dan Vania memasuki kawasan kos Alexa yang lumayan luas itu. Keduanya sama-sama serempak akan menginap di kos Alexa karena tahu keadaan gadis itu sedang tidak baik-baik aja.
"Lo udah tau kenapa Alexa bisa nangis sendirian di taman?" Tanya Vania kepada Randha yang ada di sampingnya.
Randha menggeleng kan kepalanya, "sampai di kos, Alexa langsung mengurun dirinya di kamar." jelasnya membuat Vania semakin khawatir.
"Ini pasti karena si cowo brengsek itu! Awas aja besok kalau gue ketemu dia!" Geram Vania emosi.
Keduanya kini langsung masuk ke dalam kos, dan serentak keduanya berjalan menuju kamar-tempat Alexa mengurung diri. "Al...Al..." Panggil Vania lembut sembari mengetuk pintu. Disampingnya, Randha pun ikut menunggu dengan cemas.
Tak lama kemudian pintu berbahan kayu itu terbuka. Dan terlihat lah Alexa dengan keadaan yang sangat berantakan.
"Lo.. ga papa, Al?" Tanya Vania ragu namun Alexa hanya tersenyum tipis.
Melihat mata Alexa yang begitu bengkak, penampilan nya yang acak-acakan, dan senyum nya yang getir membuat Randha dan Vania begitu sedih melihatnya.
Keduanya dengan serentak memeluk Alexa bersamaan, "Al.. kalau emang lo lagi hancur, luapin aja ke kita. Jangan di tahan, AL..." Titah Vania begitu lembut.
"Iya, Al.. Kita tau lo lagi hancur, lo ga perlu senyum untuk menutupi semuanya. Karena itu membuat lo terlihat jauh lebih menyedihkan.." Mendengar ucapan Randha barusan membuat dada Alexa seketika menjadi semakin sakit. Kini ia menangis sesegukan di dalam pelukan kedua sahabatnya.