𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐫𝐢 ‼️
"Saya adalah seorang pencemburu akut! Jadi jangan salahkan saya jika saya akan selalu protes ketika melihat kamu mendekat atau di dekati oleh orang lain, walaupun orang lain itu adalah anak-anak saya sendiri.."
...
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyak nya ya!
see u<3
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Percayalah, saat dua orang mulai berani untuk saling terbuka. Maka saat itulah hati mu dengan penuh menerima kehadiran nya di hidupmu."
-ATAP_COLLECTION-
***
Dengan langkah penuh kebahagian, Arisca menarik Arasca agar ikut bermain bersama nya. Taman kota-tempat pertama kali Alexa dan si kembar bertemu, menjadi destinasi selanjutnya yang dikunjungi oleh Alexa, Revan dan si kembar setelah makan siang bersama dadakan. Sekeluarnya mereka dari restoran mahal itu, Arisca begitu gencar membujuk Daddy nya agar mereka bisa singgah di sana.
Ntah karena angin apa, Revan mengijinkan nya begitu saja tanpa menggunakan drama yang biasanya Arisca lakukan agar mendapatkan ijin dari Daddy nya yang posesif itu.
Tawa dan langkah kaki yang menggema begitu jelas menggambar kan betapa bahagia nya Arisca saat ini. Ia bahkan berkali-kali meminta Arasca untuk mendorong ayunan yang sedang di naikki nya.
"Sayang, jangan kencang-kencang ya!" Titah Alexa ketika melihat Arasca mendorong ayunan yang tengah di gunakan Arisca. Keduanya mengangguk patuh.
Di kursi panjang, Alexa mendudukkan dirinya di sana. Di sampingnya ada Revan yang mengikutinya dan bersandar. "Saya akan memastikan sekali lagi, kau benar-benar menyayangi kedua anak, kan?" Dari nada bicara Revan barusanbegitu jelas terdengar kalau ia sedang ragu.
Alexa pun menoleh, ia benar-benar tak tau seperti apa jalan pikiran Revan terhadapnya yang sebenarnya. Sesaat ia merasa begitu sangat di percaya oleh pria itu, tapi sesaat kemudian harapannya itu di buat hancur dengan keraguan yang di miliki oleh pria itu.
"Lo sebenarnya ada masalah apa sih sama gue?"
"Jawab saja, Alexa!" Titahnya tanpa menoleh menatap Alexa.
Alexa berdecak lalu kembali memutar kepalanya agar menghadap ke depan. Tangan nya terlihat menyilang di depan dada dengan sudut bibir yang tertarik ke atas dalam senyuman miring. "Kalau gue bilang gue sayang mereka, lo akan tetap ga percaya kan?" Ujarnya dengan nada ringan namun penuh sindiran.
"Saya takut, kamu akan pergi seperti mantan istri saya." Jujurnya membuat Alexa kembali menoleh kepadanya. "Saya hanya seorang ayah tunggal yang istrinya pergi meninggalkan nya demi mengejar harta dari seorang pria. Bahkan sekedar bertahan untuk anak nya saja, dia tak sudi dan tetap pergi meninggalkan kami." Jelasnya langsung menunduk ketika kedua matanya terasa memanas.
"Lo.."
"Ini salah satu alasan kenapa saya selalu mencurigai mu, Alexa!"
Tiba-tiba, Revan menoleh. Tatapan yang biasanya dingin dan penuh ketidaksukaan ketika menatapnya kini berubah. Sorot matanya yang tajam justru di penuhi kesedihan dan trauma yang begitu mendalam.