6. Pertemuan Terpaksa

25.4K 1.1K 44
                                        

Hai Tuna!

Jangan lupa vote dan banyakin komen ya!

Happy reading<3

"Pertemuan itu kaya lagi main lotre

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pertemuan itu kaya lagi main lotre. Kamu ga bisa memilih siapa yang akan datang. Tapi yang pasti kamu harus tetap menerima apapun yang akan kamu dapatkan nantinya."

-ATAP_COLLECTION-

***

Kondisi di luar yang masih gerimis membuat sebagian tubuh Revan basah terkena hujan. Ia menepuk-nepuk sedikit kemeja putihnya agar tak terlalu basah dan mengurangi rasa dingin yang menyelimuti dirinya. Kini Revan mulai mengangkat tangan nya dan mengetuk sebuah pintu yang ada di hadapan nya.

Sekali ketukan, dua kali ketukan, dan tiga kali ketukan. Namun tak ada juga sahutan dari dalam. Revan pun segera berbalik, menatap dua bodyguardnya yang sedari tadi menunggu di belakang. "Beneran yang ini kan kamar kos nya?" Tanya Revan memastikan sembari menunjuk kamar yang ada di hadapan nya.

Raka mengangguk,"sesuai yang di konfirmasi kan oleh pemilik kos ini, penyewa atas nama Alexa Eqquina hanya di kamar no 22 ini, Tuan."

Revan mengangguk lalu kembali mengetuk. Namun sebelum itu ia pun menarik nafasnya panjang agar lebih bersabar. Sekarang, ia sedang tidak mau membuat onar. Apalagi ini sudah larut malam, ia takut hal itu akan membuat penyewa lain terganggu.

Di dalam kamar mandi, Alexa terlihat bingung ketika mendengar sebuah ketukan pintu beberapa kali. Ia sengaja tak menyahuti ketukan itu, karena pikirnya itu adalah tamu penyewa lain yang salah mengetuk kamar. "Alahh... Salah kamar palingan!" Pikir nya lalu kembali melanjutkan aktivitasnya dalam menyikat gigi setelah tak lagi mendengar suara ketukan itu lagi.

Namun, ga lama kemudian suara ketukan itu kembali terdengar. Dan makin kelamaan kian semakin keras. "Apa setan ya?" Monolognya lagi semakin tak berani keluar.

Perlahan, Alexa pun memberanikan dirinya keluar dari kamar mandi. Dengan mulut yang penuh dengan busa dan sikat gigi yang tertanggal disana, Alexa melangkah kan kakinya dengan perlahan dan sedikit mengendap-ngendap.

"SHIT! DIA TAK MENJAWAB!" Decak Revan kesal. Kedua tangan nya lantas mengepal kuat lantaran emosi. Alexa yang tengah mengintip dari balik jendela pun lantas kebingungan.

Mereka siapa? Batin Alexa sangat bingung.

"Mungkin dia sudah tidur, Tuan?" Celetuk Raka membuat Revan kembali berdecak kesal.

"Tapi, dia harus kita bawa malam ini!"

Malam ini? Tunggu kenapa dia harus di bawa malam ini?Kemana? Dan siapa dia yang mereka maksud?

"Jadi apakah sekarang kami harus mendobrak pintu ini, Tuan?" Mendengar ucapan orang yang ada di belakang pria berkemeja itu membuat mata Alexa sontak terbelalak lebar. Buru-buru ia mencari benda yang dapat dijadikan pukulan di sekitarnya.

galaxy'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang