Sebuah Sekolah yang di buat untuk Para Pewaris Kerajaan dan Bangsawan disana.
Royals membuat aturan untuk setiap Kandidat disana bisa menjadi King dan Chief (Tangan Kanan King).
Dan setiap Para Pengeran dan Bangsawan disini punya Kisah Rahasianya s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••
Disapa yang menyumbang senyum padanya, Johan dengan segala pesonanya punya sifat ramah yang mengundang perasaan. Sudah selama– empat atau tiga Minggu–semua reaksi masih sama saja.
"Johan" kepalanya menoleh, itu Louis dengan buku ditangannya. Senyum terukir tangannya mengusap lembut, Louis kalau memanggilnya mengalun indah ditelinga.
Bicara soal Louis, ia teman pertama yang dikenalnya saat menginjakkan kaki di wilayah kerajaan Almaskha. Baiknya lagi, keduanya memiliki kamar yang berdekatan.
Keduanya berjalan beriringan, menimbulkan rusuh pada para pengagum paras rupawan. Lebih lagi Johan dan Louis selalu berdampingan.
"Han" ditoleh nya sekilas, Johan memberi maksud ceritanya didengarkan.
"Sebelum makan siang nanti kelas mu apa?"diterka dalam ingatannya, kalau tidak salah..
"Ah, kelas berkuda.. membosankan" tidak suka membuang tenaga, Louis setidaknya tau satu fakta itu dari Johan.
"Kalau begitu biar aku yang mendatangimu saat makan siang, aku kelas keuangan kerajaan nanti" tepat di persimpangan lorong, Johan dan Louis memutus pembicaraan. Tujuan berbeda, keduanya terpisah di sana.
Johan menyipitkan matanya, tersenyum senang kala yang ditemukannya di lapangan berkuda adalah salah satu teman bangsawan nya dan juga saudara tirinya.
Alexander dan Tian.
"Tian~"refleks mendengar namanya dipanggil, Tian menoleh. Seketika ia merutuki refleks nya itu karena saudara tercintanya ternyata satu kelas pagi dengannya.
"Sial"
"Han, sepertinya Ayah memang mau menghukum ku lantaran selalu diam-diam kek kota, lihat aku menghadapi mu lebih banyak dari di istana" keluhan itu hanya ditanggapi dengan senyum, Johan menatap pada pacuan didepannya.
Dengan Alexander yang segera turun dari kudanya. Johan menyambut dengan senyum. Teman baiknya.
"Alex"
"Pagi Pangeran Johan" biar teman, hukum kasta tetap ada. Terlebih Johan bukan sekedar anak selirnya Raja.
"Ten mana?"
"Kelasnya pagi ini keuangan kerajaan" ah, sekelas dengan Louis berarti. Pelayan memotong pembicaraan ketiganya, Johan menerima baju ganti.
Seragam sekolah tidak dipakai untuk latihan, aturannya sama dengan pakaian berlambang saat di istana.
Johan menggantinya begitu saja, lupa bahwa biar tertutup dengan atap diatasnya. Itu lapangan kosong, biar beda tempatnya. Sekat tempat pria dan wanita mana ada.
Tian memukulnya, Alexander hanya bisa terkekeh. Ini adalah sisi Pangeran Johan yang bahkan keluarga kerajaan belum tau. Suka bertindak aneh semaunya.