Soonhoon

782 68 1
                                        

••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••

Bunyi pedang yang bergesekkan cukup menjadi bukti bahwa saat ini ada seseorang yang sedang berlatih di lapangan latihan. Kylo dan kakaknya.

Dua anak keluarga bangsawan Daylen ini sedang saling mengarahkan pedang untuk satu sama lain, mencari celah untuk berakhir membuat pedang mereka berada disisi leher salah satunya.

Kylo tidak pernah kalah melawan siapapun, kecuali dengan Kakaknya dan alasan itulah yang membuat ia lebih semangat pagi hari tadi.

"Kylo..kuda-kudamu saja masih suka lupa.. Bagaimana mau menang melawanku?" Kylo merengut dengan kesal, keringat di pelipisnya sudah banyak dan pertarungan keduanya memang harus segera diakhiri dengan hasil.

Karena jika tidak, keduanya akan dimarahi karena terlambat untuk makan siang.

"Kak.. Dam–" ucapan Kylo belum selesai, tapi pedangnya sudah tergeletak di tanah dan pedang Kakaknya, Damian sudah menempel dilehernya.

Kylo menatap Damian sebentar, kemudian ia menghela nafas dan mengangkat tangannya keatas.

"Aku kalah" dengan pasrah Kylo mengakui kekalahannya yang keentahlah dia lupa.

Damian menjauhkan pedangnya, mengayun nya beberapa kali sebelum dimasukkan kedalam sarungnya. Kylo menunduk, mengambil pedangnya dan ia bawa dibahu.

Berjalan ke ujung lapangan yang terdapat pelayan yang memegang sarung dari pedangnya itu.

"Biasakanlah membawa pedangmu setiap waktu" ucap Damian, Ia sudah terlalu sering melihat Kylo tanpa pedangnya. Pedang itu hanya berakhir disimpan dikamar nya dan dipakai saat latihan.

"Yang ini istimewa, tidak sembarang pakai"

"Ayah membelinya untuk dipakai adikku" Damian mengusak rambut Kylo cukup kuat tapi tidak kasar. Kylo mengerucutkan bibirnya, membuat Damian terkekeh kecil.

Lucu, adiknya ini punya kelebihan paras yang lucu. Padahal Damian sendiri juga lucu.

"Kakak tidak ada kegiatan di balai kota? Soalnya kau suka tidak punya waktu luang" tanya Kylo, keduanya berjalan keruang makan tanpa berniat mengganti pakaian terlebih dahulu.

Lagipula setelah ini Kylo akan pergi ke-negeri sebelah dengan salah satu keluarganya untuk sekedar mencari hiburan, membersihkan diri bisa dilakukan setelah makan siang.

"Ini aku mau kesana setelah makan siang, kau mau ikut?" Kylo menggelengkan kepalanya, meskipun ia terbilang pintar karena tau banyak hal.

Kylo belum tertarik untuk mengikuti Damian dengan semua kertas dan juga kegiatan politiknya, ia anak pintar yang lebih suka dengan mengurusi kehidupannya yang sederhana.

ROYALSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang