Sebuah Sekolah yang di buat untuk Para Pewaris Kerajaan dan Bangsawan disana.
Royals membuat aturan untuk setiap Kandidat disana bisa menjadi King dan Chief (Tangan Kanan King).
Dan setiap Para Pengeran dan Bangsawan disini punya Kisah Rahasianya s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••
Seperti tidak memiliki pekerjaan lain di kerajaan, akhir-akhir ini Seth terlalu banyak melakukan kunjungan ke Royals. Bahkan para bangsawan, pengajar dan adiknya sendiri mempertanyakan apa yang sebenarnya Seth lakukan sampai menghabiskan waktu begitu banyak disana. Padahal sebelumnya, menginjakkan kaki ke Royals saja mendapatkan banyak penolakan.
Kalau kalian tidak mempercayai nya, bisa dilihat dengan seseorang yang sekarang berdiri di depan kelas strategi perang. Oh, ayolah Seth, bagaimana bisa seorang raja mengintip dari sela kaca hanya karena dirimu tidak berani melangkah masuk karena merasa akan begitu ketara sekali tujuan mu. ".. Yang Mulia?"
Seth menoleh dengan cepat, raut mukanya langsung berubah sedikit canggung dan serius lantaran yang sebenarnya di cari didalam sana ada di depan matanya saat ini. Memandang nya dengan tanda tanya serta senyuman manis yang terukir manis di bibir nya. "..apa yang anda lakukan disini?"
"Oh, apa Yang Mulia sedang berkeliling dan ingin melihat sistem pembelajaran di Royals minggu ini?" Seth cuma bisa mengangguk menyetujui yang Johan katakan karena saat ini isi kepalanya terasa kosong. Oh, astaga, padahal biasanya dia akan selalu punya banyak ide untuk segala hal.
"Kau kenapa tidak masuk ke dalam kelas, Pangeran?" Johan menunjukkan tumpukan kertas yang ada ditangannya, mengisyaratkan pada Seth bahwa alasan dirinya tidak mengikuti pelajaran karena hal ini.
"Barusan di minta untuk mengambilkan beberapa buku untuk di pelajari.. ehm, mau masuk bersama Yang Mulia?" Seth menggeser dirinya dari depan pintu, kemudian menggelengkan kepalanya sambil mengatakan bahwa dia masih punya tujuan lain dan tidak ingin menganggu pembelajaran yang berlangsung. Hahah, kenapa tidak bilang kalau tujuan mu sudah tercapai Seth?
Kamu cuma mau melihat Pangeran yang sekarang membalas perkataan mu dengan senyuman dan rona merah yang merekah di pipi nya kan? Jujur saja, pasti sekarang justru terasa belum cukup meskipun ada sedikit obrolan yang kalian lakukan?
Seth Pov
Baiklah percobaan pertama ternyata tidak cukup untuk menghilangkan perasaan penasaran yang entah bagaimana tidak mau hilang mau seberapa sering pun aku menemui Pangeran Johan. Bahkan justru, satu pertemuan membuat ku ingin melakukan pertemuan yang lainnya lagi. Ah, sudah berapa kali aku mendengarkan pertanyaan sarkas yang adik-adik ku ajukan dengan sengaja karena hal yang aku lakukan saat ini.
Hah, bahkan saat seharusnya aku cuma menghabiskan waktu sampai pagi tadi saja dan siang ini sudah kembali ke kerajaan untuk menyelesaikan pekerjaan, aku berakhir menunda kepulangan karena merasa ingin mengobrol satu kali lagi dengan Pangeran Johan.
Berbincang dengannya —sebentar ataupun tidak— terasa begitu menyenangkan. Tidak ada hal-hal yang tidak menarik saat Pangeran Johan mengatakan sesuatu, bahkan untuk hal sederhana bagaimana dia mengeluhkan bahwa kuda kesayangannya merajuk lantaran tidak di ajak bermain selama dua hari. Hah, ini terasa menggelitik untuk dilihat karena Raja yang harusnya berwibawa dan tegas, tidak bisa mengendalikan diri dari ketertarikan nya.