"beneran gaakan bareng baliknya?" tanya Jeongin memastikan.
"ngga, lagian kita harus balikin vespa punya kakek dulu." jawab Asahi. "kalian beneran dianterin pak rt?"
"hahaha iya, lumayan lah sekalian katanya sampe terminal."
"yaudah hati-hati ya."
Tangan Jeongin hendak naik untuk mengusak rambut Asahi, tapi langsung turun lagi. Lupa kalau si gemes itu udah ada yang punya. "hehe iya."
Asahi terkekeh, menepuk bahu Jeongin pelan, "gih, tuh udah pada naik."
Temen-temen yang lain lagi pada naikin tas mereka ke mobil pick up punya pak rt. Gini-gini juga lumayan bisa lebih hemat ongkos.
"sini ciw." Sungchan mengulurkan tangannya ke arah Nako.
Langsung saja Nako menyambut uluran tangan itu, mau naik ke mobil.
"idih geer ya lo, siniin tas gue itu belom naik."
"ihh gue kira lo mau nolongin gue naik???" aduh kan jadi malu ini Nako.
Sungchan ketawa, "iya ntar gue tolongin, sekarang sini dulu tasnya."
Nako mendengus, lalu menyodorkan tas gendong milik cowok jangkung itu. Kemudian dia yang naik ke mobil. Dibantuin kok sama Sungchan, mana dapet bonus diketekin pas udah naik. Ribut lagi deh itu berdua.
Kalau Yuri daritadi udah naik, udah siap-siap mau tidur juga di atas tumpukkan tas.
"Yul sumpah geser dong dikit, gue pengen tiduran juga." keluh Eric, yang sama-sama udah ngantuk banget soalnya semalem begadang.
Yuri yang males debat milih buat geseran aja, biarin Eric duduk selonjoran di pinggirnya. Nyender ke sudut mobil pick up itu.
Nah, "udah naik semua kan? Gaada yang ketinggalan?" tanya Jeongin.
"lengkap bos."
"oke, sip berangkat lah kalo gitu."
Sungchan heran, soalnya Jeongin masih gendong tasnya belom naik. "lo gak naik, Ngin?"
"naik, tapi di depan hahay. Bye rakyatku, mabok mabok dah tuh duduk di belakang."
Ketua macem apa lo, Ngin...
"yee sialan."
Jeongin cuma ketawa-ketawa, beneran duduk di depan sama pak rt. Curang banget.
"Sungchan pegangin si kiciw, ntar terbang kebawa angin." ucap Jaehyuk yang baru ngeluarin vespa punya kakeknya Asahi.
"heh!"
Jaehyuk ketawa, "hati-hati ya, ketemu lagi ntar."
"iyadah. Duluan ya, Sa, Jaehyuk."
Mobil pick up milik pak rt pun melaju meninggalkan desa. Sementara itu Jaehyuk menyodorkan helm ke pacarnya.
"gamau pake helm dulu, ya."
"eh bahaya, Sa. Sini aku pakein."
Asahi menggeleng ribut, menyingkap poninya dan terpampanglah plester di dahinya. Luka yang waktu itu udah lumayan sembuh makannya sekarang cuma pake plester. "sakit kalau pake helm, gamau."
"oh iya... Yaudah gapapa, tapi peluk akunya yang bener ya."
"hahaha, iyaa." Asahi naik ke jok belakang, langsung meluk perut mas pacar plus senderan di punggungnya. "ayo, mas."
"aduh dipanggil mas."
"iya, mas—masalah."
"Asaaa."
KAMU SEDANG MEMBACA
modus. [jaesahi]
Fiksi Penggemar"Asa!" "jauh-jauh lo, gue tau lo mau modus." "yah ketauan." Cerita tentang si modus Jaehyuk yang berusaha setengah mati buat dapetin hati manusia paling tsundere, Hamada Asahi.
![modus. [jaesahi]](https://img.wattpad.com/cover/231247708-64-k926537.jpg)