part-13 memberantas tikus

24 3 0
                                    

"Lia kami berangkat " Rania berteriak ketika mobil yang di pakai nya dan Ray keluar dari pekarangan mansion itu, dia melambai kepada ullya yang berdiri di pintu masuk mansion.

"Lia, yakin gak di temenin ?" Tanya yel yang khawatir dengan keadaan kekasih tersayang nya itu.

ketika ullya yang kehilangan motivasi di berikan sebuah motivasi lagi oleh yel, dia menyuruh teman teman nya itu untuk pergi ke kuliah-an esok nya.

"Tenang saja " ucap ullya memberikan ekspresi yakin kepada yel, berharap yel mempercayai nya

"Yel, cepatlah, kita akan terlambat nantinya " ucap Kenzo memperingati yel agar segera pergi, menghancurkan sebuah momen perpisahan yang akan berlangsung lama jika Kenzo tidak menghentikannya.

"Baiklah baikla, ullya jaga diri baik baik" ucap yel sekilas menggenggam tangan ullya lembut, setelah itu melepaskan nya dan berlari menuju mobil Kenzo dan Ayana.

Mobil Kenzo melewati pagar mansion, setelah benar benar pergi, ullya menutup pagar nya dan kembali ke dalam mansion untuk istirahat.

"Aku harus mengerjakan dokumen perusahaan dan dokumen yang lainnya " ullya bergumam sebelum masuk ke dalam ruangan kerja nya untuk menghabiskan waktu dengan berkencan dengan kertas kertas dengan tinta tinta hitam yang membentuk suatu rangkaian kata kata.

Ullya memulainya dengan dokumen perusahaannya sendiri.

"Hem? Anggaran dananya terlihat aneh ? Atau memang sudah aneh ?" Ullya mulai membolak balik dokumen tersebut, dan setelah ia teliti lebih dalam lagi ternyata ada sebuah kejanggalan di berkas tersebut.

Sebuah korupsi

Oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, yang melakukan korupsi, dengan memalsukan data dokumen pendanaan dan mengambil uang itu untuk berfoya foya, sungguh memuakkan.

"Baiklah, mari kita berantas tikus tikus masyarakat" ucap ullya, dia berjalan menuju kamar nya dengan tujuan mengganti baju nya dengan pakaian yang lebih formal, setelah itu pergi menuju garasi mobil nya.

Ullya memakai mobil sandriyel, dan pergi menuju perusahaan nya, dia menggunakan kecepatan sedang, ullya juga ingin menikmati perjalannya dan melihat lihat kota.

Saat sampai di perusahaan nya, ullya menggunakan sebuah topeng, tentu saja untuk menyembunyikan keberadaannya dari paparazi, ullya sangat membenci paparazi, Ullya bahkan pernah berfikir 'untuk apa mereka memata - matai ku ? Itu sangat mengesalkan, mengingat mereka selalu mengikuti ku bahkan ketika aku ingin pergi bersantai atau liburan dulu '

Ullya masuk lewat jalur khusus untuk pemilik perusahaan itu, tentu saja tidak ada yang tau jalur itu kecuali ullya dan teman temannya.

Mereka sangat tidak ingin lewat jalur utama karena akan sangat banyak mata memandangi mereka.

Ketika ullya sampai di kantor nya, kantor nya terlihat sangat berantakan, ullya sampai menghela nafas panjang dan memegang kepala nya yang pusing karena kerja sekretaris nya yang tidak benar ini.

"Silvi!!" Teriak ullya, tentu saja orang yang bernama Silvi itu panik dan segera menuju ruangan bos nya, dia terkejut ketika melihat bos nya sudah berada dalam kantor nya dengan mata memandanginya dengan penuh Amarah.

"Apa ini ?" Tanya ullya dengan senyumnya yang terlihat menyeramkan bagi Silvi.

Tentu saja ullya sudah melepas topeng nya, Karena kantor nya adalah salah satu tempat aman yang tidak di ketahui oleh paparazi.

"Itu.. ini... Saya bisa jelaskan bos " ucap Silvi gugup dan sedikit takut, dia dengar dengar jika bos nya ini salah satu pemimpin mafia, Silvi takut jika dia akan di potong potong dan daging nya di berikan kepada mereka yang kurang mampu:v.

Lia 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang