chapter 8

2.4K 294 39
                                        

Ctak....

Tak....

Hinata menatap tajam lingkaran yang menempel di pohon, membayangkan bahwa ia tengah memanah seseorang dan ya orang yang ia bayangkan adalah raja, hinata membenci raja kaku dan dingin itu, sungguh ia sangat membencinya, hinata penasaran apa alasan kenapa ratu sangat mencintai raja, raja brengsek itu.

Menggertakan giginya, hinata kembali memanah dan panah itu tepat mendarat di tengah lingkaran, bukankah itu keahlian yang luar biasa, ratu memang sangat luar biasa, apa....apa alasan raja tidak mencintainya?, Setau hinata ratu digambarkan dengan sosok bijaksana yang tegas, cantik dan memiliki pendirian yang kokoh, apa kurangnya ratu di mata raja?.

Ctak...

Tekk...

Hinata memicing kala panahnya meleset dan itu karena seseorang, ia menatap orang yang menghampirinya dengan senyum kecil di wajahnya, ya...apa itu benar senyum?.

"Kelihatannya ratuku sedang kesal hmm?".

"Apa kau sedang kerasukan?, Ada apa dengan ekspresi mengerikanmu itu?".

Mendengar kritikan itu sasuke pun kembali memasang ekspresi dingin, ia hanya ingin mengenal hinata lebih dalam lagi, memperbaiki hubungannya, tapi sikap hinata seakan sudah berada di batas wajarnya, apa hinata sudah mulai berhenti mencintainya?.

"Apa kau mengkhawatirkan sesuatu?".

Sasuke kembali bertanya, hinata pun beranjak dan berdiri tepat di depan sasuke, "apa aku terlihat seperti itu?".

Sasuke terdiam, ia cukup tau keseharian hinata selama ini, jika sedang ada masalah hinata pasti akan menghabiskan waktu seharian disini jika tidak bermain pedang maka hinata pasti akan memanah,

"Aku mengkhawatirkanmu".

Jawaban sasuke membuat hinata terpaku, angin berdesir kala itu, lavender bertemu onyx, tak ada kalimat yang hinata ucapkan, karena hatinya kini tengah berpacu lebih cepat dari yang ia bayangkan, ada apa ini?, Kenapa sasuke bersikap berbeda?.

~~~

"Aku mencintaimu, sasuke".

Hinata membaca ulang kalimat itu, membuang nafasnya pelan, apa ratu sangat mencintai raja hingga di detik terakhir nafasnya ia pun hanya memikirkan raja tanpa memikirkan keadaannya, apa ratu itu benar-benar cerdas?, Kenapa ia lemah oleh cinta?.

Hinata kembali menggulung tulisan itu, ia harus menemukan siapa yang ingin membunuh ratu, apa ia harus berdiskusi dengan sasuke, sikapnya tadi pagi sangat aneh, apa sasuke mencoba bersikap baik karena perkataanya kemarin, ahhh... Memikirkannya membuat hinata kembali pusing...

"Baiklah aku akan mencoba mencari tau sendiri", gumam hinata penuh ambisi.

~~~~

"Apa ada seseorang yang membenciku?".

Yang ditanya hanya terdiam, menimang dan enggan berbicara karena takut.

"Jawab aku tenten".

Tenten pun menghela nafas, "jika ada orang itu pastilah permaisuri haruno yang mulia".

Hinata mengernyit, "selain dia?".

Tenten menggeleng pelan, "permaisuri adalah kandidat yang paling patut di curigai, karena jika yang mulia tiada maka pihak yang paling diuntungkan pastilan klan haruno yang mulia".

Hinata mengernyit, "tapi akan terlalu beresiko jika permaisuri sendiri yang mencoba membunuhku tenten".

Tenten mengangguk, "memang benar yang mulia, tapi klan haruno adalah salah satu klan yang memiliki akses paling bebas di istana, hal itu tidak menutup kemungkinan jika permaisuri juga terlibat".

Uchiha Queen (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang