chapter 1

4K 346 29
                                        

"Cambuk dia 100 kali"...

Prajurit itu terdiam enggan melalukan perintah dari sang ratu, memancung orang yang tak bersalah adalah dosa, dan kali ini ia tak mau melakukannya.

"Maafkan saya yang mulia, tidakkah itu terlalu kejam bagi seorang pencuri rendahan seperti pria tua itu?".

Seorang pria paruh baya yang berstatus sebagai penasihat kerajaan mulai mengeluarkan banding meski ia tau Ratu pasti akan menolak mentah-mentah bandingnya.

"Aku tidak perlu pendapatmu, disini akulah ratunya, tak seorangpun berhak melawan titahku".

"Namun aku berhak".

Seorang pria dengan 3 prajuritnya memasuki ruang eksekusi dan menghentikan persidangan, ia menatap tajam sang Ratu yang masih duduk anggun di singgasana berharap sang Ratu sadar jika perbuatannya itu kejam namun nihil jiwa iblis dari sang Ratu pasti sudah mendarah daging.

"Y-yang mulia".

Semua orang yang menghadiri persidangan memberi hormat pada sang pria, "aku perintahkan kepada prajurit untuk tidak melakukan hukuman pancung dan penjarakan saja pria itu".

Prajurit itu mengangguk mengerti dan langsung membawa sang pria ke penjara, kini semua orang di bubarkan oleh sang Raja hingga menyisakan ia dan Ratu saja.

"Yang mulia, kau tidak seharusnya mengganggu tugasku sebagai Ratu.....--

Raja terdiam, tangannya mengepal menggenggam pedang yang sedari tadi ia bawa, jika orang yang ia hadapi bukanlah seorang wanita mungkin sasuke sudah menghabisi nyawanya.

--....lagipula, kau memiliki agenda yang cukup tebal, untuk apa kau repot-repot mengunjungiku di ruang sidang?".

"Aku hanya ingin menghentikan semua desas desus mengenai ratu yang kejam".

Hinata memilih berdiri dan berjalan ke arah raja, berdiri tepat di samping sang raja dan mengatakan,...

"Aku punya caraku sendiri untuk mengamankan negara ini, tak seorangpun punya alasan untuk menghancurkannya, jika kau tak tau apapun, jangan pernah menghalangiku,...raja.....".


~~~


"Yang mulia, anda terlalu membuat diri anda dibenci, bahkan raja....".

"Diamlah tenten, aku tau apa yang harus aku lakukan untuk melindungi raja dan negara ini".

"Tap...tapi yang mulia?".

Hinata berjalan melewati tenten lalu melanjutkan acara menulisnya,

"biarkan mereka pada pikirannya tersendiri, dan biarkan aku pada tindakanku sendiri".

Tenten tak bisa berkata lagi, dalam diam ia hanya bisa menatap hinata yang menulis dengan telaten, entah apa yang ditulisnya.

~~~



Tang.. tang...

Suara pedang mengalun indah, disana seorang gadis cantik mengalunkan pedangnya melawan seorang prajurit.

Tak lama kemudian terlihat seorang wanita berjalan anggun ke tempat latihan gadis itu, ia tersenyum megejek...

"Wanita tak seharusnya bermain pedang".

Tenten menghampiri ratu yang sepertinya tersinggung dengan perkataan wanita itu, dengan anggun ratu menghampiri wanita itu dan menatap seolah menilai...

"Aku bukan wanita manja yang selalu bersolek hanya untuk memikat hati raja".

"Kau tersinggung akan ucapanku?" Kata wanita itu menantang.

Hinata tersenyum penuh kemenangan, diayunkannya pedang itu tepat disamping leher sang wanita, 

"Tetaplah pada batasanmu, sakura...
Raja mungkin mencintaimu, tapi ia tak berdaya, sebelum aku memiliki keturunan kau tak akan pernah bisa menyentuhnya".

Wanita yang dipanggil sakura terpaku, ia tersinggung akan ucapan hinata yang sepenuhnya benar,

"Tapi aku tidak akan egois, rayu raja, buat kau mengandung putra mahkota, dan kau sendiri pasti akan merasakan dinginnya pedang kusanagi milik uchiha yang disimpan di ruang peralatan".

Bukan tanpa alasan, ia tau bagaimana sakura selalu mencari kesempatan untuk bersama raja, jelas itu melanggar hukum, Uchiha dan Hyuga menetapkan sebuah perjanjian bahwa apapun yang terjadi jika sang Ratu belum mengandung maka Raja tak akan pernah bisa menyentuh wanita lain, sekalipun status wanita itu adalah permaisuri.

Dan parahnya jika kau mengandung sebelum ratu mengandung maka hukuman bagi sang wanita dan bayinya adalah hukuman mati.

Sakura berdecih kesal saat hinata menurunkan pedangnya, "kau mungkin bisa memiliki tubuh raja tapi tidak dengan hatinya".

Alih-alih marah Ratu malah tersenyum anggun, "kau tidak akan pernah bisa memancing emosiku".

Mendengarnya sakura memilih berjalan pergi meninggalkan hinata dan tenten, sial niatnya menyulut emosi sang ratu malah dia yang terbakar api dengki...

~~~

Di malam ini berbeda dari malam biasanya, sasuke mendatanginya untuk minum teh bersama, apakah ini awal yang baik untuk hubungannya bersama sang raja?.

"Yang mulia, aku dengar anda sengaja mencariku setelah latihan berakhir".

Sasuke terdiam ia tetap fokus pada tehnya, "hn.... Gumamnya tak jelas.

Hinata tersenyum lalu menghampiri sasuke dan duduk di sebelah suaminya itu, ia tersenyum dan mulai mengecup bibir tipis sasuke.

Sasuke membalasnya namun setelah ciuman itu terhenti hinata menyatakan perasaan cintanya, "aku mencintaimu, sasuke".

"Aku tidak mencintaimu, meski kau berstatus sebagai ratuku".

Hinata tak marah ia tetap tersenyum meski matanya tak bisa berbohong, "aku tidak peduli, dicintai atau tidak, tubuh dan jiwamu tetaplah milikku".

Sasuke menghela nafas, menghadapi ratu uchiha sama saja dengan berperang, wanita itu tak pernah kehabisan cara untuk membalas ucapannya.

"Namikaze Naruto, apa kau mengenal nama itu".

Ahhh... Tentu saja sasuke mendatanginya hanya untuk hal penting, iapun tersenyum dan menatap sasuke lekat...

"Namikaze Naruto pernah melamarku, namun Tousama tidak merestuinya, perjanjian antara hyuga dan uchiha membuat tousama harus menolak lamaran itu".

Sasuke mengangguk mengerti, "apa kau pernah melihatnya?".

Hinata tersenyum dan mengangguk kecil,

"kami beberapa kali bertemu, dia sangat baik, kepemimpinannya yang adil membuat rakyat sangat mencintainya".

"Aku harap kau tidak memiliki maksud tersembunyi, dengan menanyakan perihal raja namikaze padaku".

Sasuke menatap dingin hinata, ia menghembuskan nafas lelah lalu berdiri dan bersiap untuk pergi, "tidurlah, jangan pernah ikut campur urusanku".

~~~




Gaje ya???😭😭, Pdahal tadi dipikiranku gak kayak gini, tapi kenapa keluarnya kayak gini😭😭
Maaf sempat ada kesalahan kata, terimakasih @hyuuna_04 sudah mengingatkan😍🙏

Gaje ya???😭😭, Pdahal tadi dipikiranku gak kayak gini, tapi kenapa keluarnya kayak gini😭😭Maaf sempat ada kesalahan kata, terimakasih @hyuuna_04 sudah mengingatkan😍🙏

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Uchiha Queen (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang