Warning, isinya cuman keromantisan yang menyebalkan wkwk....
~~'
"Kau masih marah padaku?". Hinata mendengus, melihat ekspresi sasuke yang tak berubah dari tadi, hal itu membuatnya cukup jengkel.
"Siapa si merah itu?".
Akhirnya, setelah beberapa menit hinata habiskan untuk membujuk sasuke pria itu mau juga berbicara lagi, meski pertanyaannya sangat kekanakan menurut hinata.
"Dia sasori, klien baruku".
"Tapi dia menciummu tadi". Sasuke berujar marah, tentu ia tak terima dengan cipika cipiki pria itu yang beralasan dia harus segera pergi, kalau pergi ya pergi saja tidak perlu berpamitan dengan cipika cipiki lebay seperti itu, sasuke bahkan sudah tidak pernah menyentuh pipi hinata selama beberapa tahun ini.
Hinata yang mendengar kecemburuan sasuke hanya terkekeh kecil, ia nampak sedikit berfikir, "kau cemburu padanya?".
Sasuke mendelik tak suka, ia tak cemburu, hanya sedikit tidak suka, hanya itu.
"Tidak".
"Bagus, kau memang pandai berbohong".
Hinata meneliti, pria itu memang pandai menyembunyikan ekspresi dibalik wajah dinginnya.
"Ayolah sasuke sampai kapan kau akan memasang wajah seperti itu padaku hmm?".
Sasuke memalingkan wajahnya, menolak melihat puppy eyes andalan hinata, dia tak mau tergoda dan memaafkan wanita itu dengan mudah.
"Atau begini saja, minta apapun yang kau inginkan, aku akan mengabulkannya". Bujuk hinata lagi, karena jurus andalannya sudah tidak berguna lagi.
Sasuke langsung kembali menatap wajah cantik kekasihnya, "benarkah apapun?".
Hinata mengangguk pasti sebagai jawaban, hal itu membuat sasuke menyeringai kecil, apapun..
Ya.... Apapun...
Sasuke akan mendapatkan apapun yang dia inginkan.
Benar....
Apapun......
~~~
Hinata memijit pelipisnya, permintaan sasuke sangat aneh dan tidak masuk akal, bagaimana mungkin pria itu tertarik pada baju pengantin yang sudah menjadi pajangan di butiknya selama bertahun-tahun.
"Tidak, jangan yang itu, itu adalah baju hoki seumur hidup".
Hinata kekeh tak mau menyerahkannya, karena bagaimanapun juga baju itu sangat berarti bagi butiknya.
Sasuke menggeleng kecil, "tidak, aku mau yang itu!".
Hinata mengembungkan pipinya, "memangnya kau mau kemana memakai baju begitu ha?".
Selidik hinata tak terima, apa jangan-jangan sasuke akan menikah dengan wanita lain?, Pria itu belum melamarnya dan bagaimana mungkin dia sudah ingin memesan baju pengantin.
"Mau menikah denganmu".
Eh...
Hinata merona, pernyataan sasuke cukup frontal dan ia mengatakan tanpa berfikir panjang, tapi apa hinata bisa mempercayai ucapannya?".
Detik kemudian sasuke sudah menggenggam tangan hinata, "aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya, hinata, saat aku berada di masalalu, kematianmu adalah hal paling menyakitkan yang pernah kurasakan, aku bersyukur masih bisa bertemu denganmu di masa sekarang, jadi.....menikahlah denganku, hyuga hinata".
Hinata dapat merasakan wajahnya yang memanas, apa ini benar-benar lamaran?, Sasuke melamarnya?, Bahkan pria itu tak sempat istirahat sekembalinya ke jepang ia langsung melamarnya, apa hinata boleh merasa menjadi wanita paling beruntung sekarang?.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uchiha Queen (Tamat)
Historical Fiction"cambuk dia 100 kali".... "dia ratu yang sangat kejam".... "aku tidak akan pernah mencintaimu, meskipun kau berstatus sebagai ratuku"...... "dicintai atau tidak tubuh dan jiwamu tetaplah milikku"....
