"cambuk dia 100 kali"....
"dia ratu yang sangat kejam"....
"aku tidak akan pernah mencintaimu, meskipun kau berstatus sebagai ratuku"......
"dicintai atau tidak tubuh dan jiwamu tetaplah milikku"....
Kedua pria itu mengangguk sambil bersujud di hadapan raja dan ratu yang selama ini mereka segani, sungguh mereka tak bermaksud menjadi pengkhianat dengan menutupi semuanya, tapi melihat ratu yang memang ingin menanggung beban negara dengan bahunya sendiri membuat mereka juga turut tutup mulut dan menikmati pertunjukan.
Sasuke menghela nafas ia menoleh ke arah ratu yang masih duduk di bangku kebesarannya dengan raut puas.
"Kalau begitu kalian boleh pergi".
"Yang mulia, apa aku juga boleh pergi?". Hinata bertanya dengan senyum anggunnya, sungguh berada di ruangan ini sangat sesak dan membuat jiwa hinata tidak tenang, oh apa ini yang dirasakan ratu selama ini?,....sesak dan menyiksa.
Sasuke mengangguk, dan setelahnya hinata pergi dengan anggun kembali ke tempat peristirahatannya.
~~~
Hinata memandang langit-langit kamarnya, ingatan sang ratu adalah satu-satunya harapan agar ia bisa kembali ke dunianya, ia tak bisa terus berada di jaman ini dan membuat keributan,
"ratu, kumohon kembalilah". Hinata berucap lirih sebelum kantuk menyiksanya dan ia pun terlelap.
~~~
Ctak.... Tak...
Suara panah itu beradu, sasuke melakukannya rengan sangat lihai dan tepat sasaran, hinata yang kebetulan lewat pun menghampiri raja itu dan memberi sedikit hormat.
"Yang mulia, bolehkah aku ikut berlatih bersamamu?".
Sasuke tak menjawab, ia hanya memberi isyarat dengan lirikannya bahwa hinata boleh berlatih dan memakai busur yang sudah ada.
Hal itu membuat hinata senang, seumur hidupnya ia tak pernah memegang panah, namun saat ini ia memegangnya dan...
Ctakk...
....dan ia berhasil memanah tepat sasaran, sungguh ini akan menjadi rekor dunia jika ia bisa memanah pada jaman modern.
Tak berhenti di sana hinata kembali memanah dengan sangat lihai, hinata bahkan tak menyadari jika ia terlihat sangat ahli dalam memakai busur itu.
Melihat keahlian ratunya sasuke sedikit tersenyum, ratunya memang hebat pantas saja banyak kaum raja yang sangat menginginkan hinata untuk dipersunting, tak heran jika uchiha mati-matian membuat sebuah surat wasiat kuno untuk mengikat hyuga bersama mereka.
"Hinata?...
Hinata menoleh pada sang raja, entah getaran apa yang ia rasakan, ini pasti perasaan ratu.
"I-iya?...
"Maukah kau berburu denganku?".
~~~
Suara langkah kuda saling beradu kecepatan, hari sudah menjelang sore namun kuda-kuda itu semakin lincah berlari, hinata yang menunggangi kuda putih dengan senyum lebar memacu kudanya agar berlari lebih cepat, di belakangnya sasuke yang menunggangi kuda hitam tak kalah cepat ingin menyusul hinata.
Hinata tak menyangka jika kehidupannya di istana akan semenyenangkan ini, berburu adalah hal yang sangat menyenangkan ya hinata menyukainya.
Melihat seekor rusa putih sasuke berhenti sejenak dan mulai mengambil busurnya melihat hal itu hinata menatap tajam sasuke lalu mulai mengambil busurnya juga.
Ctakk...tak...
Busur sasuke meleset, ia menatap hinata yang bukannya memanah sang rusa tetapi malah membuat panahnya meleset, sekarang rusa itu sudah menghilang dan semua ini karena hinata.
Dengan langkah cepat sasuke memacu kuda menghampiri hinata.
"Apa kau akan membunuh binatang tak berdaya seperti rusa itu?".
Sasuke mengernyit, "kenapa?, Bukankah tadi aku mengajakmu untuk berburu?".
Hinata membuang nafasnya, "tapi bukan berarti kau harus membunuh rusa itu, bagaimana jika keluarganya menunggu, apa kau akan bertanggung jawab?".
"Hinata itu hanya binatang". Sasuke mencoba menjelaskan namun hinata tetap kekeh dengan pendiriannya dan memilih melawan sasuke.
"Aku tau, tapi dia juga punya perasaan, bijaklah dalam menjadi raja, yang mulia, kau tidak hanya melindungi rakyat namun kau juga harus melindungi alam sekitarnya".
Setelah mengatakan itu hinata memacu kudanya dan meninggalkan sasuke dengan pemikirannya, apa selama ini hinata memang sangat peduli pada negaranya?.
Hari sudah mulai petang, mereka berdua ingin kembali ke istana namun beberapa prajurit menyerang mereka dan itu membuat hinata dan sasuke yang hanya berdua dan berbekalkan busur panah kewalahan.
"Hei wanita cantik, sepertinya kau tidak asing bagaimana jika kau ikut denganku hmm, bersenang-senanglah dengan kami".
Mendengar hal itu dari pria berperawakan besar membuat darah sasuke mendidih dan mulai menendang pria itu hingga ia tersungkur, melihat rekannya dihajar mereka mulai bertarung 10 lawan 2, hinata juga ikut bertarung ia tak tau kemampuan ini darimana, namun sepertinya kemampuan ini adalah milik ratu.
Mereka berdua berhasil mengalahkan 10 pencuri berpakaian prajurit, namun sayangnya sasuke terluka dan itu membuat hinata merasa kasihan terlebih kuda mereka juga dibawa lari begitu saja.
"Ka-kau terluka yang mulia". Melihat darah yang keluar hinata segera merobek kain pakaiannya dan mengikatnya pada luka sasuke, "kau akan baik-baik saja", setidaknya malam ini kita harus menginap disini, aku yakin para prajurit akan menemukan kita besok pagi".
Sasuke tak menjawab dan memilih memperhatikan ratu yang pergi dan kembali dengan membawakannya buah-buahan, "makanlah yang mulia, ini akan membantu memulihkan tenagamu".
Sasuke memilih diam tak berkutik melihat hal itu hinata hanya menghela nafas lelah, dan menyodorkan sebuah apel pada raja yang keras kepala itu.
"Aku hanya tidak mau jika raja mati disini dan aku yang akan dihukum karena di duga melakukan penyerangan padamu, jadi makanlah setidaknya untuk bersaksi bahwa aku juga korban".
Setelah mendengar penuturan hinata entah kenapa membuat hati sasuke berdesir, ia pun menerima apel itu dan mulai memakannya.
Mereka berdua kini sedang berbaring di bawah pohon rindang.
"Hn,...
"Apa yang mulia pernah mencintai ratu?".
Sasuke yang mendengar hal itu terdiam memilih tak menjawab dan menatap langit malam yang dipenuhi banyak bintang.
"Bahkan jika yang mulia tidak mencintainya, setidaknya perlakukanlah ratu dengan baik, aku tidak tau jika cerita ini akan berakhir tragis atau sebaliknya, tapi apapun itu aku harap tak ada penyesalan".
Tinggal beberapa chapter lagi, tim gercep yuk 50 vote
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.