"Sudah"
— Ardhito Pramono —
music on
------------------------------------------
Pagi hari di dalam sebuah rumah yang berdiri megah berdominan warna putih nan elegan, ada 2 laki laki dengan 2 adik kecilnya yang tampan lagi makan sarapannya.
"Is that so yummy hm? You eat it heartily" ujar Mark sambil mengusap ujung bibir Beomgyu yang terkena selai coklat saat menggigit roti nya.
"Yammyy!" jawab Beomgyu dengan cekikikannya.
Mark merespon dengan senyum manis dan mencubit sekilas pipi Beomgyu karena gemas, setelah itu dia melanjutkan sarapan.
Sementara itu, satu laki laki ganteng lagi ngurus adiknya yang masih berumur 21 bulan dengan sangat telaten. Laki laki itu adalah Jeno.
"Let's go baby, open your mouth. A chu chu train will come" ujarnya sambil menyuapi Sungchan dengan sesendok bubur bayi.
Sedangkan adiknya yaitu Sungchan, melebarkan matanya yang lagi fokus ke sendok ditangan Jeno, lalu senyum senang pas sendok itu mendekati mulutnya.
"Aummm!" timpal Jeno dengan eye smile nya dalam merespon Sungchan yang senang ketika disuapkan itu sambil menepuk nepuk kedua tangannya.
"Arghh Chan! Why you have to be so cute? My lord I can't handle it" kata Mark yang sedang mleyot karena respon Sungchan sambil menenggelamkan wajahnya di tangan yang dilipat diatas meja.
"Heh hahaha kenapa lu?" ujar seorang laki laki lagi yang baru turun dari lantai atas lalu menyenggol bahu kiri Mark.
"Abang? k-kenapa?" tanya Beomgyu menumpukan tangan kiri nya dibahu kanan Mark, kemudian memiringkan kepalanya.
"Hm? I'm okay.." jawab Mark noleh sedikit dengan wajah senyum nya yang masih ditumpuan tangannya.
"Oww okiee" kata Beomgyu mengangguk kemudian melahap rotinya lagi.
Mark noleh lagi ke arah samping kiri, untuk ngeliat siapa yang noel dia. Ternyata oh ternyata, dia adalah San! Anak pertama Jaeyong & dia adalah abangnya Mark yang berkuliah beda kota dari mereka.
"Lah... elu bang? Bang San, kan? Kapan baliknya bang?" kata Mark langsung berdiri dari kursinya terus meluk San.
"Iya ini gua, semalem nyampe" kata San kemudian merespon dengan kekehan manis nya, sambil memeluk balik Mark.
"Anjir kenapa kaga ngabarin gua?" kata Mark lagi sambil ngelepasin pelukan nya.
"Soalnya bang San udah ngabarin nya ke gue, hahahaha" timpal Jeno.
"Idih bang gitu lu" jawab Mark nyenggol bahu kanan San.
"Lah haha elu sih Mark, nomor ganti mulu. Jadi gue kabarin Jeno aja" kata San sambil narik kursi untuk duduk menyantap sarapan.
San duduk dikursinya. Pas lagi masukin nasi goreng ke piringnya, arah mata San terfokus ke si bayi kecil. Ya, Sungchan yang seolah ngasih tatapan kagum ke San. Karena mereka belum pernah ketemu. Dan sama seperti Mark, respon San juga mleyot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truth Or Dear
Teen Fiction"Kalau petikan gitar itu bisa lu denger, kapan lu bisa denger isi hati gua, Xiaojun? Tapi ga mungkin bisa sih didenger.." gumam nya pelan. Kisah cinta masa SMA seorang Hendery yang penuh lika-liku bersama sahabat kecilnya, Xiaojun. Berawal dari seb...
