"17"
— Pink Sweat$ —
music on
-----------------------------------
Hendery:
"Dibanding hubungan nya banyak becanda, mending kita serius aja"
. . .
Setelah kejadian berpelukan didepan teras rumah, akhirnya ketiga bujang tersebut masuk kerumah. Hendery sedang duduk diatas sofa ruang tamu dan menundukkan kepalanya.
Xiaojun yang dengan lembut mengelus punggung Hendery dari samping. Sedangkan Lucas duduk dikursi hadapan kedua nya, dia cuma diam memperhatikan Hendery.
"Maaf banget gua jadi lebay gini.." ujar Hendery masih tetap menundukkan kepala.
Xiaojun sampai memutar bola mata nya malas, dan menjawab perkataan Hendery.
"Sayang.. Kamu udah 23 kali loh ngomong gitu, ga cape?" ucap Xiaojun yang spontan mengucapkan kata 'Sayang'
"Eh? S— Sayang? Aku ga salah denger kan.." kata Hendery langsung dengan cepat mengangkat kepala nya yang tertunduk dan menghadap ke Xiaojun.
"Kamu manggil aku duluan dengan kata 'Sayang' iya kan, Jun?" tanya Hendery antusias.
"Hah.. Kapan? Itu.." ujar Xiaojun berhenti sejenak sambil berpikir.
"OH HEH ITU CUMA KECEPLOSAN MAAF" teriak Xiaojun ngelak perkataan Hendery.
"Ah masa sih" goda Hendery.
"Beneran tau" jawab Xiaojun melepas tangannya dari punggung Hendery dan melipatkan tangannya didada.
Ga lupa juga Dejun mengalihkan pandangannya. Sampai Hendery aja dibuat gemas sama kelakuan Xiaojun.
"Kiw Uke, gemes amat" goda Hendery lagi sambil menoel pipi Xiaojun dari samping.
"Hendert! Diem!..." jawab Xiaojun sebentar dan kemudian membalikkan badan nya menghadap Hendery dan langsung memeluknya.
"Ish malu tau ah" ucap Xiaojun sambil langsung memeluk Hendery.
Hendery sedikit terdorong kebelakang karena Xiaojun dengan cepat memeluknya, kemudian dia cuma kekeh aja dan meluk balik Xiaojun.
"HAHAHA. Udah kaya anak kucing deh" ujar Hendery, sedangkan Xiaojun ngedusel aja di dada Hendery.
Sementara itu di kursi yang berbeda, Lucas cuma memperhatikan 'keuwuan' pasangan ini dari layar handphone nya.
Ya, dia merekam semua yang terjadi. Kata Lucas itu akan menjadi 'referensi' untuk dipraktekin sama Jungwoo nanti.
Dan ga lama setelah itu, Lucas menghentikan rekaman nya, kemudian mulai mengoceh.
"Haduh nih bedua ya, kaga nyadar ada temen nya disini cuma nonton uwuan kalian doang tanpa ada kehadiran sang pacar?" tanya Lucas protes.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truth Or Dear
Teen Fiction"Kalau petikan gitar itu bisa lu denger, kapan lu bisa denger isi hati gua, Xiaojun? Tapi ga mungkin bisa sih didenger.." gumam nya pelan. Kisah cinta masa SMA seorang Hendery yang penuh lika-liku bersama sahabat kecilnya, Xiaojun. Berawal dari seb...
