"Hug"
- Seventeen -
music on
-------------------------------
Hendery:
"Gua kaga percaya dia bisa gini, Cas"
Lucas:
"Udah kaga usah dipikirin. Ada gua yang dipihak lu, Der"
Hendery:
"Thanks bro.."
. . .
Sekarang Lucas ada dirumah Hendery. Karena kejadian tadi, dia milih untuk mengantar Hendery pulang.
Dan sekarang, Lucas duduk diruang tamu sambil nunggu Hendery yang lagi ganti baju di kamar nya.
"Haduh.. Woojin bikin gara gara apa lagi?" pikir Lucas dikepala nya, kemudian milih untuk memainkan Handphone nya sambil nunggu Hendery.
Ten yang tiba tiba turun dari lantai atas, dan langsung duduk di sebelah Lucas. Lucas yang menyadari nya langsung memperbaiki posisi duduknya.
"Eh Tan hehe. Apa kabar?" sapa Lucas sambil kekeh sekilas.
"Baik. Kamu gimana?" jawab Ten.
"Sama aja Tan, baik juga" ujar Lucas dengan suara senangnya.
"Haha syukur deh. Oh iya Cas.. Tante mau nanya. Hendery kenapa? Tadi diatas Tante liat acakan banget. Ditanya malah jawab gapapa" tanya Ten ke Lucas.
"Padahal dia izin keluar rumah, dia rapi aja tuh pakaian nya" lanjut Ten.
"Hm.. lucas juga kaga tau Tan. Tadi juga Lucas ketemu Hendery udah gini. Makanya Lucas ikut anterin kerumah" jawab Lucas.
"Oh gitu.. Oke deh. Tapi Tante minta tolong sama kamu, kalo ada apa apa sama Hendery kabarin Tante ya" ujar Ten ke Lucas.
"Hendery anaknya gamau bikin orang khawatir. Jarang bahkan ga pernah lagi cerita ke tante tentang masalah yang lagi dia alamin sekarang" lanjut nya.
"Dia pernah ketahuan pura pura tegar" kata Ten sambil menundukkan kepalanya.
"Padahal udah tau hati nya sensitif banget. Gampang marah dan gampang nangis" ucap nya lagi.
"Tante berusaha buat ngertiin dia, tapi dia selalu aja bilang kalo dia udah besar dan gamau bikin Tante repot" ucap Ten mengakhiri kalimatnya sambil ngehapus sekilas air mata nya.
Lucas yang mendengar ucapan Ten pun ijut merasa sedih hati nya. Karena, Hendery juga begitu terhadap nya dan teman lain nya.
Ga jarang Hendery berusaha untuk keliatan bahagia atau biasa aja didepan sahabat nya. Selalu senyum tanpa ada yang khawatir.
Padahal, Lucas dan Xiaojun udah pernah negur Hendery untuk tidak menyimpan masalah nya sendiri. Dan cuma dibalas "iya" oleh Hendery.
Seperti kejadian waktu itu..
FLASHBACK ON MODE
Tepat waktu istirahat telah masuk. Hendery masih tetap diam di kursinya. Samoai Xiaojun mencoba masuk ke kelas Hendery untuk menghampirinya. Dan dia lagi lagi memasang senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truth Or Dear
Novela Juvenil"Kalau petikan gitar itu bisa lu denger, kapan lu bisa denger isi hati gua, Xiaojun? Tapi ga mungkin bisa sih didenger.." gumam nya pelan. Kisah cinta masa SMA seorang Hendery yang penuh lika-liku bersama sahabat kecilnya, Xiaojun. Berawal dari seb...
