"Hari ini kita akan belajar mengenai majas, ada yang bisa menyebutkan macam-macam majas dalam bahasa indonesia?"
Kanaya memulai pelajarannya pada pagi hari ini, dia membuka buku paket dan buku modul yang di bawanya. Kanaya merupakan salah satu guru favorit anak-anak karena gaya pengajarannya yang santai dan memang masih muda sehingga mereka bisa lebih dekat dengannya. Kanaya memang saat ini belum berhijab, dia selalu menggerai rambut panjangnya.
"Saya bu,"
Salah satu murid yang memang pintar dan aktif di kelasnya tunjuk tangan, dia bernama Tomy yang tidak lain adalah sang ketua kelas sekaligus mantan ketua OSIS di angkatannya.
"Iya Tomy, coba sebutkan."
"Majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan." Jawab Tomy.
"Betul sekali, ada yang tau, apa saja majas yang masuk dalam majas perbandingan?" Tanya Kanaya.
"Saya bu," salah satu siswi yang pintar di kelas itu ikut mengangkat tangan, dia adalah Vani.
"Coba sebutkan Vani."
"Tapi saya tidak hafal semua bu, saya cuma ingat beberapa majas yang masuk kedalam majas perbandingan adalah metafora, litotes dan hiperbola." Jawab Vani.
"Betul Vani, dan ada beberapa majas lagi yang masuk kedalam majas perbandingan di antaranya alegori, metonimia, pars pototo, totem pro parte, dan eufimisme." Ujar Kanaya.
"Sedangkan beberapa majas yang termasuk kedalam majas sindiran adalah majas ironi, sarkasme, dan sinisme." Kanaya mulai menerangkannya sambil mencatatnya di papan tulis, sedangkan murid-muridnya juga ikut menyalinnya di buku catatan mereka.
"Yang terakhir, majas yang termasuk kedalam majas penegasan diantaranya adalah pleonasme, repetisi, dan aliterasi." Setelah selesai mencatatnya, Kanaya kembali menjelaskan satu per satu.
"Apa sih yang di sebut majas metafora? Majas metafora merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal berbeda. Contohnya adalah anak itu di kenal sebagai kutu buku di kelasnya. Nah kutu buku disini bukan berarti benar-benar kutu yang berada di buku, melainkan anak yang rajin sekali membaca buku."
"Coba, diantara kalian ada yang tau arti dan contoh dari salah satu majas yang lainnya tidak?" Kanaya memang suka mengajar dengan mengedepankan interaksi dengan orang lain. Untuk menguji kemampuan peserta didiknya juga, kalau tidak ada yang bisa baru dia akan menjelaskan.
"Saya bu," lagi-lagi Tomy yang mengangkat tangannya.
"Iya Tomy,"
"Majas litotes adalah majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri. Contohnya adalah silakan datang ke gubukku yang kumuh."
"Bagus Tomy, ada yang lain?" Tanya Kanaya.
"Saya bu,"
Semua mata langsung tertuju pada suara berat di barisan belakang, karena di barisan belakang adalah tempat favorit murid-murid yang bandel contohnya Abigail dan teman-teman se geng nya. Ketika Abigail mengangkat tangannya semua teman sekelasnya tercengang sambil menoleh kearah Abigail.
"Iya Abigail?"
Kanaya tak kalah kaget melihat muridnya itu mengangkat tangannya, karena Abigail selama ini terkenal nakal dan malas-malasan. Geng nya juga sejak dulu sering kali terlibat masalah seperti tawuran, membolos, merokok, atau menindas teman. Abi merupakan anak tunggal dari pak Prasetya Sutedjo yang merupakan pemilik sekolah tempatnya mengajar.
Wajah nya yang tampan dengan postur tubuh yang tinggi dan kekar membuatnya menjadi salah satu most wanted di sekolahnya. Tatapan matanya yang tajam, gaya nya yang cool dan memang dia salah satu bad boy yang memiliki banyak fans baik di sekolah maupun di luar sekolah. Belum lagi dia merupakan mantan kapten basket di sekolahnya.
"Majas hiperbola adalah majas yang merupakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Contohnya, bu Kanaya aku mencintaimu melebihi luasnya lautan, atau rasa cintaku padamu sangat meledak-ledak bagaikan bom nuklir yang memporak-porandakan dunia." Ujar Abigail membuat semua orang tercengang karena contoh yang di berikannya.
Jika biasanya mereka akan mencie-ciekan ketika murid lain mencoba merayu gurunya, tetapi karena sekarang ini yang tengah merayu adalah teman yang di takuti maka mereka lebih memilih diam. Namun yang membuat mereka kaget adalah biasanya Abigail lebih suka tidur, malas memperhatikan pelajaran, bahkan tidak pernah aktif mengangkat tangan dan berinteraksi dengan guru saat pelajaran berlangsung.
Dia juga tidak pernah ikut-ikutan menggoda guru-guru muda seperti murid lelaki lainnya, karena Abigail termasuk anak yang cuek walau secantik apapun guru muda itu. Tapi kenapa sekarang pemuda itu tiba-tiba berubah? Dan kenapa harus pada Kanaya, padahal guru muda favorit di sekolah itu yang juga masih lajang adalah Tania. Rekannya itu merupakan guru kesenian, dia juga merupakan pelatih team pemandu sorak di sekolah.
Usia Tania sama dengan Kanaya, namun Tania jauh lebih modis, lebih tinggi dan jauh lebih cantik di banding Kanaya yang menurutnya hanya serpihan serbuk marimas.
"Ehem, iya itu penjelasan majas hiperbola. Jadi sekarang kalian ibu tugaskan untuk mencari tahu jenis-jenis majas, penjelasannya serta contohnya. Kalian bisa mencarinya di internet maupun buku di perpustakaan. Setelah itu, pada pertemuan selanjutnya baru ibu akan menjelaskan semua detailnya pada kalian."
Kanaya hanya menyesuaikan diri dengan kurikulum baru yang mewajibkan anak untuk lebih aktif dalam mencari materi, sedangkan guru hanya berperan menjelaskan apa yang tidak di ketahui. Menurutnya ini termasuk efektif karena murid-murid akan jadi lebih aktif, jadi bisa belajar mandiri, dan tidak melulu disuapi materi yang entah mereka paham atau tidak.
Dengan mencari materi dan berusaha memahaminya terlebih dahulu membuat mereka sedikit banyak jadi belajar, di banding hanya di suapi materi terus-menerus. Membuat anak jadi lebih manja dan kurang aktif.
"Oh iya, kemarin ibu memberikan tugas pada kalian untuk membuat puisi dengan tema bebas, bisa tema apa saja. Sebelum ibu meminta kalian mengumpulkannya, coba diantara kalian ada yang bersedia maju dan membacakan puisi didepan. Karena kita akan membuat drama yang merupakan kolaborasi antara pelajaran seni dan bahasa. Dan di dalam drama tersebut akan di selipkan puisi juga. Rencananya setiap kelas harus memberikan sebuah penampilan, jadi ibu harap kalian mempersiapkannya dari sekarang." Ujar Kanaya.
"Kalian nanti akan di bimbing oleh ibu dan juga pak Rasyid dalam membuat drama tersebut. Kita nantinya harus mempersiapkan cerita, memilih pemain, costum dan perlengkapan untuk menampilkan drama tersebut." Ujar Kanaya lagi.
"Yah, kenapa pak Rasyid sih bu." Seketika para murid lelaki langsung mengeluh saat mengetahui guru seni yang akan membantu mereka adalah pak Rasyid.
Beliau adalah guru seni yang sudah berusia 28 tahun, namun sama hal nya dengan Kanaya, pak Rasyid belum menikah. Pak Rasyid memiliki tubuh yang tidak terlaalu tinggi, memiliki kumis yang membuatnya terlihat seperti bapak-bapak, memakai kaca mata, dan memang tubuhnya tidak terlalu berisi. Jika biasanya guru pria yang masih lajang akan memiliki banyak fans dari murid perempuan, berbeda dengan pak Rasyid yang menurut mereka tidak masuk kategori guru cogan.
Apalagi sifatnya yang lempeng dan gayanya yang seperti bapak-bapak membuat para siswi tidak terlalu mengaguminya, berbeda dengan beberapa guru yang masih lajang seperti pak Junaedi guru Fisika, pak Farhan guru matematika, pak Joseph guru bahasa inggris, dan pak Reno guru olahraga sekaligus pelatih team basket yang kerap kali di jodohkan dengan bu Tania karena dianggap sebagai couple goals kalau seandainya mereka menikah.
"Kenapa gak bu Tania saja." Keluh mereka lagi.
"Bu Tania kan sedang sibuk mengurus kelas yang lain, lagi pula semester ini guru seni kalian kan pak Rasyid." Kanaya memberi pengertian pada murid-muridnya.
"Bisa gak bu, kalau guru seninya di tuker. Pak Rasyid tuker aja sama bu Tania, tuker tambah gapapa deh bu." Celetuk Herman salah satu murid yang memang hobi nyeletuk, dia juga merupakan salah satu teman Abigail.
"Huss, jangan bicara begitu. Kalau pak Rasyid dengar dia akan sakit hati loh." Kanaya mencoba menghentikan keluhan dari para muridnya.
Dia takut kalau sampai di dengar oleh yang bersangkutan, pasti beliau akan merasa sakit hati mendengar muridnya minta tuker tambah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kapan nikah?
RomansaFollow dulu sebelum baca! Kanaya seorang guru honorer di SMA ternama yang masih betah menjomblo diusianya yang sudah 24 tahun, membuatnya kerap mendapatkan pertanyaan "Kapan Nikah?" Dari orang-orang. Suatu hari dia berurusan dengan dua pria. Pertam...
