18. IT'S OKAY

5 4 0
                                    

[JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA BANGET BUAT SAYA❤ SELAMAT MEMBACA❤]

18. IT'S OKAY

Di hari Minggu pagi yang sedikit mendung ini, Kenzo tidak memiliki niat untuk berpisah dengan kasurnya sebelum jarum panjang jam menunjukkan pukul dua belas siang ketika Ara masuk ke kamar Kenzo seenaknya dan mengganggu waktu tidurnya.

"A'a!"

"Apaan sih, Cil?" Kenzo menjawab seraya mengubah posisi tidurnya. Dari yang membelakangi Ara menjadi menghadap gadis kecil itu. "A'a masih ngantuk."

"Ayo temenin Ala beli ethkrim di minimarket."

Kenzo masih terpejam saat dia membalas dengan suara parau khas orang mengantuk. "Nggak mau, ah. Lagian masih pagi malah makan es krim, nggak baik buat kesehatan."

"Ih, Ayo A'. Ala lagi pengen!" sungutnya.

Mendengar permintaan Ara membuat Kenzo menghela napas lelah, walau teknisnya dia masih setengah sadar. Kemudian laki-laki itu menggeliat sedikit, lalu melanjutkan acara tidurnya.

Kesal karena tak digubris, Ara berjalan ke arah kasur Kenzo dengan kaki yang menghentak-hentak.

Refleks, Kenzo membuka matanya hanya untuk mendapati Ara telah tiba di dekat tempat tidurnya. Laki-laki itu kontan beranjak dari posisi berbaringnya, bermaksud menyelamatkan diri sebelum jadi korban kenakalan tangan Ara.

Tetapi terlambat. Tangan mungil gadis kecil itu sudah lebih dahulu menarik rambutnya, hingga membuat kulit kepala Kenzo terasa sakit.

"Ara!"

"Makanya bangun A'a!"

"ADUH SAKIT!"

Kenzo berhasil menangkap tangan Ara yang masih menarik-narik rambutnya. "Lepasin, Ra!"

"A'a bangun dulu!"

"Iya, ini A'a udah bangun!"

Setelah Kenzo menegakkan tubuhnya, barulah tangan nakal itu terlepas dari rambutnya.

Lelaki jangkung itu mengusap kulit kepalanya yang masih terasa panas karena jambakan Ara sambil menguap, sekalian melepaskan sisa-sisa kantuknya yang belum sepenuhnya lenyap.

Ara menatap Kenzo dengan kedua tangan yang terlipat di dada. "Buluan A'a mandi!"

"Iya—iya, sabar elah."

"Ala tunggu di bawah. Tapi kalau A'a nggak turun juga, nanti A'a Ala silam pakai ail panath." sungut bocah itu menggebu-gebu.

Kenzo tidak memedulikan ucapan Ara, lelaki jangkung itu memilih mengambil handuk dan bergerak menuju kamar mandi.

15 menit kemudian Kenzo sudah rapi dengan celana denim pendek serta baju kaos berwarna putih. Tidak lupa ia menggunakan sendal jepit andalannya. Kini Kenzo sudah siap untuk pergi.

***

Mobil Kenzo melaju menyusuri jalan-jalan ibukota. Pagi ini jalanan tidak terlalu macet dan itu memudahkannya untuk sampai lebih awal di sebuah minimarket di tepi jalan yang bangunannya berseberangan dengan sebuah toko bunga.

Bersama Ara, Kenzo masuk ke dalam minimarket tersebut tanpa berniat membeli apapun, kecuali Ara yang sudah tak sabar ingin segera menyerbu es krim kesukaannya.

Lelaki itu terdiam sebentar, sebelum berjalan menuju rak kulkas minimarket tempat berbagai macam minuman dingin diletakkan.

Kenzo akhirnya memilih sebotol kopi dingin lalu menutup pintu kulkas, kemudian membawa langkahnya menuju kasir. Ara sudah lebih dulu berada di sana. Gadis kecil itu terlihat antusias saat karyawan minimarket sibuk menghitung total eskrim yang diambilnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 28, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Sunrise [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang