[JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA BANGET BUAT SAYA❤ SELAMAT MEMBACA❤]
13. FOTO
Ella berjalan di koridor sekolah, dia pulang sendirian. Kemana kedua sahabatnya? Mereka sudah pulang duluan karena ada tugas kelompok yang beranggotakan mereka berdua. Ella juga sebenarnya ada tugas kelompok, tapi dia ingin mengerjakannya sendiri saja, tidak perlu berkelompok.
Hari ini ada eskul basket di sekolahnya, Ella melihat ke arah lapangan basket yang kini dipenuhi oleh para siswi. Karena yang berlatih adalah para most wanted sekolah, termasuk Kenzo. Dia sedang berlatih disana, tentunya dengan Dipta dan Darel.
Tidak seperti yang lainnya, Ella sama sekali tak tertarik seperti siswi lainnya yang sangat antusias menonton. Ella malahan ingin pulang kerumah dan menenangkan pikirannya setelah lama belajar.
Saat asyik berjalan, Ella tak sadar bahwa seseorang tengah mengoper bola ke arah lawannya, tetapi tidak tertangkap dan akhirnya bola itu mengarah ke Ella yang sedang berjalan di koridor.
Brukk!!
Tidak sempat mengelak, akhirnya bola itu mengenai bagian kepala Ella. Pusing, itu yang di rasakannya saat terkena bola itu. Semua orang yang melihat kejadian itu diam tak berkutik, termasuk Kenzo.
Ella menatap semua orang yang berada dilapangan basket. "Siapa yang lempar?" tanya Ella dengan wajah datar.
Seorang pria berbadan jakung mengangkat tangannya. "Gu-gue yang lempar." pria itu menunduk.
Ella mengeluarkan senyum smirk nya. Ia berjalan menghampiri pria itu, ingin memberikan sedikit pelajaran padanya.
Namun, tiba-tiba pandangannya terlihat kabur, semua terasa menjadi dua. Tak lama kemudian tubuhnya ambruk ke belakang. Tetapi tidak sampai menyentuh lapangan basket, ada dua pasang tangan yang menahan tubuhnya.
"La,"
"Ella."
"Bangun..."
Kenzo berusaha membangunkan Ella dengan menepuk-nepuk pipinya.
"JANGAN MATI DULU, ELLA."
"KENZO BELUM NGELAMAR LO."
"KENZO MASIH MAU NIKAH SAMA LO."
"KENZO MASIH MAU JADI AYAH DARI ANAK-ANAK LO NANTI."
"KENZO JUGA MASIH MAU MENUA DENGAN LO."
"TOLONG SEGERA SADAR, ELLA!!" ujar Dipta histeris sekaligus panik.
Darel yang mendengar omongan ngawur Dipta, lantas menjitak kepalanya dengan keras.
"DAREL!!" pekik Dipta, ia tak terima jika bagian anggota tubuhnya dilecehkan seperti ini. Yang diteriaki Dipta pura-pura tuli.
Dipta mengusap kepalanya yang masih terasa sakit. Ia menatap Darel tajam, seolah siap menelannya hudup-hidup.
"APA SALAH DAN DOSAKU DAREL,"
"KEPALA INDAH KU ENGKAU JITAK,"
"LIHAT JURUS YANG 'KAN KU BERIKAN,"
"JARANG GOYANG.."
"JARANG GOYANG.."
Darel menatap jijik pada Dipta yang sedang berjoget sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Sunrise [Hiatus]
Fiksi Remaja"Kenapa?" "Kenapa apa?" tanya Kenzo balik pada gadis di hadapannya. "Kenapa suka gue?" Kenzo memasang senyum di wajah tampannya, "Gue rasa cinta nggak perlu alasan, that's stupid." °°° Seorang gadis berparas cantik yang memiliki sorot mata datar, d...