Part 2 - Meet Again

38.3K 2.2K 176
                                        

Davino terbangun ketika mendengar suara ponsel terus berbunyi nyaring. Karena mengantuk, ia asal mengangkat saja panggilannya, tanpa tau ponsel siapa yang ada di tangannya tersebut. Sepertinya Davino lupa jika ada anggota baru di apartemennya.

"Pulang Viola! Kamu dimana? Jelaskan ke papa apa maksud kamu hamil. Anak nggak tau diri!" Sentak seorang pria paruh baya dengan menggebu dari sebrang sana.

"Hamil?" Davino tersentak bangun setelah mendengar kata keramat itu.

"Siapa ini? Jadi kamu pria yang menghamilinya?" Teriak Tommy dari sebrang sana, namun Davino langsung menutup panggilan itu tanpa sudi merespon. Pandangannya beralih kepada wanita yang masih tertidur seperti bayi di pelukannya.

"Apa mungkin dia hamil anakku?" Gumamnya sambil mengusap surai kecoklatan milik wanitanya."Mustahil wanita ini tidur dengan pria lain." Gumamnya menebak-nebak.

Davino pun melepas pelukan wanita itu lalu menyelimutinya. Ia beranjak mengambil ponsel untuk menelfon dokter. Viola harus diperiksa. Jika benar wanita ini hamil, maka Davino tidak akan melepaskannya hingga anak yang di kandungnya lahir.

Ada rasa bahagia dan berdebar. Apa mungkin ini jawaban dari doa-doanya? Bahwa ia ingin sekali lagi diberi kesempatan untuk menjaga seorang anak? Air mata Davino menetes. Davino yakin itu anaknya, karena Viola tak terlihat seperti wanita murahan. Terlebih dia juga pria pertama yang menyentuhnya.

Davino masih ingat bagaimana ketika anaknya meninggal karena kecerobohannya. Davino berjanji jika memang ia diberi satu kesempatan lagi, ia akan menjaganya dengan sangat baik. Meski kali ini ia mempunyai anak dari hasil one night stand, setidaknya Viola lebih terlihat seperti wanita baik-baik dari pada mantan istrinya.

******

Viola langsung membuka mata ketika merasakan seseorang meraba-raba perutnya. Ia sangat terkejut. Apalagi saat ini ada seorang dokter plus seorang pria dengan perawakan sangar berada dihadapannya.

Pria itu sangat tampan dan gagah. Tetapi siapa dia? Apa mungkin dia pria tengil malam itu? Pria yang menghamilinya? Apa sekarang ia sedang meminta dokter untuk menggugurkan anaknya? Huhh... harusnya kemarin ia meminta pria itu mati saja karena menelan biji salak. Viola menyesal telah menarik perkataanya.

"Jangan gugurkan anakku! Dasar bejat!" Teriak Viola sambil mencengkram selimutnya. "Pasti kamu pria sebulan lalu kan? Kamu memata-mataiku, terus setelah tahu aku hamil kamu mau gugurin?"

Dokter yang memeriksanya dan Davino saling bertatapan, lalu mengedikkan bahu secara bersamaan.

"Kamu keseringan nonton sinetron? Sana makan. Aku udah siapin. Aku mau ngobrol sama dokter dulu." Ujar Davino dingin, lalu membawa sang dokter keluar kamar.

"Siapa dia Dav?" Tanya temannya itu dengan terkikik geli. Sikap Viola benar-benar annoying.

"Seseroang yang berkemungkinan hamil anakku. Jadi bagaimana keadaanya? Lalu bagaimana caranya kita bisa tes DNA secepatnya?"

"Keadaan dia dan janinnya baik dan sehat. Untuk masalah tes, sebenarnya tes DNA dapat dilakukan sebelum bayi iitu lahir. Dimana prosedurnya adalah dengan mengambil cairan Amnion atau dari villi chorialis pada saat usia kandungan 10 sampai dengan 12 minggu."

"Bulan ketiga kandungannya?"

"Iya, betul. Aku pamit dulu, aku udah resepin vitamin."

"Thanks Leon." Ujarnya yang di beri anggukan saja oleh dokter sekaligus teman yang Davino percaya.

Setelah mendapat vitamin dari Leon, Davino kembali masuk kedalam kamar. Menemui wanita yang sedang makan sarapannya dengan begitu lahap. Katanya takut, tapi pas diberi makan diembat juga. Dasar wanita gila! Aneh!

My Bucin MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang