Part 3 - Marriage Contract

36.7K 1.9K 145
                                        

1. Viola dan Davino akan terikat pernikahan kontrak, selama Viola mengandung.

2. Viola harus nurut sama Davino, tidak boleh membantah.

3. Setelah anaknya lahir, barulah mereka dapat berpisah. Davino yang akan merawat anaknya, dan menjadi wali dari anak tersebut. Viola tidak boleh menuntut hak asuhnya.

4. Setelah semua clear, Davino akan memberikan apapun yang Viola mau. Uang, rumah, kekayaan, atau apapun bentuknya.

Viola membaca kontrak itu sambil mangut-mangut setuju. Ia duduk sambil menyilangkan kaki dengan begitu anggun dan angkuh, lalu menandatanganinya dengan senang hati.

"Aku setuju."

"Tandangani juga surat nikah kita. Dengan begitu kita sah suami istri."

Sekarang Viola tahu kenapa Davino meminta berkas-berkas pribadinya semalam. Jadi untuk mengurus pernikahan ini? Ternyata jadi orang berkuasa enak. Ngurus nikahan aja secepat kilat.

"Loh, terus mana pendetanya? Masa diatas kertas doang?" Protes Viola.

"Nanti dia kesini buat nikahin kita. Jadi pas ketemu papa kamu, kita bisa langsung nunjukin surat nikah. Aku udah atur tanggalnya menjadi dua bulan lalu. Aku nggak mau kamu dan anakku mendapat gosip yang buruk."

"Ihhhh, kamu so sweet banget sihhh....!!! Terus kerjaan kamu apa? Kok bisa kaya banget? Pembantu kamu juga kekar semua badannya. Keren!" Viola mengangkat kedua jempolnya.

"Mafia."

"Mafia? HAHAHA! Kalau ngayal jangan ketinggian Davino!"

"Aku serius."

Seperti biasa, setiap ingin memastikan sesuatu kepada Davino... Viola selalu naik kepangkuannya lalu menatapnya dengan sangat dekat.

Namun respon Davino kali ini beda dengan yang kemarin. Ia membalas tatapan Viola dengan tak kalah lekat, lalu melumat bibirnya pelan.

"Udah yakin?" Bisiknya seraya mencium leher mulus milik wanita tersebut.

Bagaikan tersengat listrik Viola langsung turun dari pangkuan Davino secepat kilat. Ia langsung pergi ke kamar dengan tidak mengucapkan sepatah kata apapun. Viola malu dan merinding. Ia masih polos. Belum pernah ternodai dengan pikiran kotor seperti itu.

"Godain orang jago, giliran dijabanin takut. Dasar menyebalkan." Desis Davino pelan.

"Ganti baju, pendetanya bentar lagi datang."  Viola tidak menjawab meski ia mendengar. Ia masih merinding dengan lumatan bibir milik suami dadakannya.

*****

Disaksikan seluruh anak buahnya yang berbadan besar dan bertato, Viola dan Davino menikah. Viola tertegun ketika melihat semua anak buah Davino datang memberi penghormatan atas pernikahannya. Kalau dilihat-lihat, tampang mereka semua seperti orang-orang di film Ip Man.

Dengan begitu ia mulai percaya. Bahwa ternyata... suaminya benar-benar seorang Mafia. Bahkan semua orang itu membawa pistol dan menjaga ketat aula pernikahan mereka.

Meski tak memakai gaun mahal dan sebagainya, Viola cukup senang. Pernikahannya sungguh menakjubkan. Dijaga oleh para mafia saat menikah momen yang sangat menyenangkan bukan? Dan yang paling penting lagi, ia tidak hamil diluar nikah. Ada suami yang akan mendampinginya.

Selesai mengucapkan janji pernikahan, Davino langsung menggandeng tangannya. Membawanya berjalan untuk lebih condong kedepan, menatap semua anak buahnya.

"Viola adalah nyonya kalian mulai hari ini. Dia mengandung anakku. Kalian harus menjaganya lebih dari nyawa kalian sendiri. Mengerti? Bahkan jika ada dua pilihan nyawa yang harus diselamatkan antara aku dan dia, aku minta selamatkan Istri dan anakku dulu."

My Bucin MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang