Happy Reading!
Liana POV
"Liana..."
Kudengar samar-samar suara yang memanggilku. Aku pun menoleh, mencoba mencari sumber suara. Namun yang kudapati hanya ruang hampa.
"LIANA, LARI!"
Suara keras yang tiba-tiba terdengar membuat diriku terlonjak kaget.
Di depanku muncul seorang wanita berlumuran darah tengah duduk bersimpuh di tanah.
Melihat wanita itu, perasaan rinduku membuncah, padahal aku sama sekali tak mengenalnya.
Mengikuti kata hatiku, aku berlari ke arahnya, mencoba memeluk sosok yang sangat kurindukan dengan air mata yang mulai membasahi pipi.
Namun saat diriku hampir menyentuhnya, ada sosok kecil yang lebih dulu berlari dan memeluk wanita itu.
"Ibuuu, hiks hiks"
"Pergilah Liana! Kamu harus menyelamatkan diri"
"Aku akan pelgi belcama ibu"
"Tidak, ibu tidak bisa, kamu harus pergi sendiri" ucap wanita itu dengan nada lembut, sembari mengelus pipi tembam si gadis kecil.
"T-tapi..."
Jleb
Seseorang menusuk wanita itu dari belakang. Darah mengucur deras dari perutnya.
"LIANA LARI!"
__________________________________
"Hah" Aku terbangun dengan napas terengah. Tubuhku basah bermandikan keringat dingin. Perasaan gelisah, rindu, bercampur dengan sedih membuat hati ku kacau saat ini.
'Siapa wanita yang ada di mimpi ku tadi, kenapa aku merasa sangat rindu?'
"Hiks"
Air mata terjun bebas ke pipiku. Sejujurnya aku juga tidak tahu kenapa aku menangis, tapi hatiku terasa sangat sesak. Mungkin membiarkan diriku menangis dapat membuat perasaanku lebih baik.
••••••
Author POV
Meja makan keluarga Clarance pagi ini hanya diisi oleh Liana dan Louis.
Tidak ada percakapan di antara mereka selama beberapa saat, hanya suara alat makan yang berdenting, sebelum suara Liana memecah keheningan.
"Ayah dan Ibu kemana, Kak?"
"Mereka berangkat ke ibu kota tadi pagi, katanya ada surat panggilan dari Kaisar"
"Hm? Untuk apa Kaisar memanggil Ayah dan Ibu?"
"Ya mana ku tahu" Jawab Louis mengedikkan bahu acuh.
Liana tersenyum kecut.
'Memangnya jawaban seperti apa yang ku harapkan darinya?'
"Omong-omong, kapan Kakak kembali ke Akademi lagi?"
"Aku akan kembali 3 hari lagi, kenapa?"
"Tidak papa, hanya bosan saja melihat wajah Kakak setiap hari"
"Uhuk uhuk, he-"
"Aku sudah selesai makan. Aku pergi dulu" ucap Liana memotong ucapan Louis dan melenggang pergi dengan wajah tak berdosa.
"HEI! KEMARI KAU ADIK DURHAKA"
Teriak Louis dengan kencang. Seluruh penghuni kediaman Clarance terperanjat kaget mendengarnya. Sedangkan yang diteriaki hanya cekikikan tanpa dosa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Jadi Tokoh Figuran!
FantasiaLiana Anelia, seorang gadis modern berusia 21 tahun yang masuk kedalam sebuah novel. Ia bersyukur karena merasuki tubuh salah satu tokoh yang tidak penting , bukanlah tokoh antagonis maupun protagonis yang akan terasa merepotkan menurutnya. Sampai s...
