Sumpah Leo tuh bingung, dia kan masuk ekstra kurikuler dance ya, dia kira rekreasi yang dimaksud pembinanya itu kayak ke museum, Konser atau pertunjukan apapun itulah. Lah ini malah dihutan, istilahnya kayak ekstrakurikuler Pramuka malahan.
"Ini beneran kita dihutan?" Bisik Jay. Sedangkan Leo hanya mengedikkan bahunya.
"Pagi anak-anak, gimana seru banget kan? Tuh hijau-hijau asri banget, kita refreshing juga disini"
Semua murid hanya diam, Leo udah memutar bola matanya malas saat matanya bersitatap sama calon kakaknya. Ya gimana, orang mukanya seolah-olah kayak ngeledek Leo.
Yeonjun yang memang menemani pembina didepan, kini dia mengambil alih "sore semua" cewek auto riuh, pembina langsung iri dengki.
"Untuk hari pertama kita istrirahat dulu, sambil kakak umumin kelompoknya masing-masing, masing-masing kelompok akan membuat keografi dalam tiga hari dengan musik yang kalian tentukan sendiri dalam box isi beberapa kertas ini, setelah tiga hari sekolah akan membuat pertunjukan di publik"
Semua langsung bersorak senang, eh mantul juga, batin Leo.
"Oke, kelompok pertama Lucas, Hendry, Leo, Samuel, Nancy, Lucy, Somi....."
Bentar-bentar, kenapa kelompoknya Leo 'gitu' semua, ini mah yang ada nanti bercanda Mulu. Tapi Leo cuman pasrah sih. Setelah terbagi tujuh kelompok, semua langsung bubar dan masuk tenda-tenda yang memang sudah disediakan.
Malam, Leo dan Samuel memilih buat duduk lesehan di luar tenda aja sambil ngemabar, pasalnya Lucas sama Hendry orangnya rame banget dan Leo belum begitu akrab sama mereka, jadi masih canggung sama candaan maupun keramdoman kakak kelasnya itu. Ngomong-ngomong yang cewek tendanya tepat di sebelah mereka kok.
"Leo, ikut gue"
Leo kaget begitupun Samuel, Leo mendengus pas lihat ternyata yeonjun yang memanggilnya.
"Ogah"
"Ohhh yaudah" sambil berjalan agak menjauh "malam-malam gini ke bar enak kali ya"
Leo mengepalkan tangannya, dia tau maksud si bajingan ini "oke oke!"
Yeonjun tersenyum melihat Leo yang menahan amarahnya, mereka akhirnya berjalan beriringan setelah Leo berpamitan dengan Samuel. Meski Samuel tadi sempat bergumam tak terima, karena Leo tiba-tiba keluar dari game.
"Kemana sih?"
"Cari kayu bakar dihutan"
Leo tampak berpikir "oh lo takut ke hutan sendirian" lalu tertawa mengejek.
"Yaudah, coba lo ke hutan sendirian"
Leo kelakaban, kenapa kalimatnya dibalik gini "dah lupain, cari kayunya cepet"
Yeonjun menghela nafasnya dan mulai memungut kayu-kayu yang ada ditanah maupun di pohon. Tapi Yeonjun mendengar langkah-langkah lain selain mereka berdua, jadi Yeonjun memutuskan untuk berhenti memungut kayu dan meletakkannya, dia langsung menghampiri Leo yang dari tadi terus menyumpah serapahi Yeonjun.
Leo yang merasa dibelakang ada yang mendekati langsung menoleh, ternyata Yeonjun. Yang lebih tua terus mendekati Leo, raut wajah Leo makin dibuat bingung.
"Sstt"
"Ap-" tangan Yeonjun membungkam mulut Leo. Yang lebih muda awalnya agak memberontak, tapi melihat raut wajah Yeonjun yang sepertinya serius Leo jadi menurut. Yeonjun pelan-pelan memundurkan tubuh Leo, sampai punggung kelahiran 02 itu menyentuh pohon.
"Ada babi hutan, gede banget bangsat" bisik Yeonjun ditelinga Leo.
Leo ketika mendengarnya langsung menggelinjang kaget, tapi Yeonjun langsung memegang pundaknya menenangkan. Yeonjun mengambil batu untuk dia lempar ke arah lain, agar perhatian babi hutan itu teralihkan dan itu cukup sukses. Tapi sialnya dipundak Yeonjun ada kecoa.
"Anjir kecoakkk!" Iya Leo teriak takut. Yeonjun pun takut, kalian kira dirumah keluarga Hwang ada kecoanya? Oh jelas tidak.
Perhatian babi hutan tadi langsung ke mereka dan tentunya mengejar juga. Yeonjun sama Leo auto lari. Tapi gini ya rasanya panik, kaki reflek lemot banget bangke. Mereka makin masuk ke area hutan.
"Manjat Leo, cepet!"
Instruksi itu langsung dilaksanakan Leo, tapi mereka memanjat pohon yang berbeda, namun tidak terlalu jauh juga. Yeonjun menatap Leo diseberang yang dibawahnya terdapat babi itu, dia juga melihat Leo yang sangat panik. Babinya ngincer Leo ternyata, mirip sih batin Yeonjun.
Tapi kalian mirip Jun, jadi kamu babi juga dong?
Yeonjun menatap sekitarnya, demi apa dia beruntung banget, disampingnya ada papan kayu lumayan luas yang bertengger di dahan pohon, ala-ala rumah pohon gitu, tapi bedanya ini benar-benar cuman alasnya aja. Yeonjun bersyukur banget, seenggaknya dia tidur disini. Tapi Leo-
"Woy! Lo pindah ke pohon ini, gue bakal ngalihin perhatian babinya"
Leo diseberang udah ngegeleng kuat, Yeonjun kasihan sebenarnya, tapi gimana lagi? Nanti punggung tuh anak sakit gimana? Yeonjun udah siap-siap ngelempar buah mangga dari pohon yang ditempatinya.
"Leo cepet turun! Terus manjat kesini" teriak Yeonjun ketika buah itu terlempar jauh dan menimbulkan bunyi membuat perhatian babi itu teralihkan.
"Kenapa gue harus kesana!"
"Duhh...ada tempat istirahatnya, cepetan anjir!" Sambil mengusap wajahnya kesal.
Leo kemudian menuruti kata yang lebih tua. Baru setengah jalan, dari pandangan Yeonjun babi itu ternyata tidak hanya satu melainkan ada banyak, tidak mau membuat yang lebih muda khawatir dan ujung-ujungnya salah fokus, Yeonjun hanya terus melempar buah-buah itu ke bawah. Leo mulai memanjat, satu kakinya mulai menapaki papan kayu. Tapi sialnya mulut Yeonjun yang kelewat lupa dengan niatnya tadi.
"Cepet anjir, babinya ternyata ada banyak!" Masih melempar buah-buahnya
Leo melotot dan badannya langsung lemes, Yeonjun yang sadar langsung menangkap Leo dan memeluknya, lalu menariknya ke tengah papan kayu. Nafas Leo makin tidak teratur, badannya bergetar juga.
"Udah njir, Lo udah naik" sambil mengusap punggung Leo, menenangkannya. Leo mulai melonggarkan pelukannya dan menjauh.
Banyak goresan dilengan Leo, karena anak ini hanya memakai kaos, mungkin saat lari tadi tangan Leo terkena goresan-goresan ranting pohon. Yeonjun segera melepas jaketnya dan melemparkannya ke arah Leo.
"Pakek, biar luka lo ketutup" Yeonjun mulai merebahkan dirinya dengan lengan sebagai bantalannya.
Dirasa ada pergerakan disampingnya, Yeonjun menatap Leo yang juga terlelap disampingnya, merasa bersalah sudah membawanya kesini. Lalu kelahiran 99 itu melihat kakinya yang terkoyak cukup lebar, pasalnya ketika saat memanjat babi itu sempat menyerang dengan taring tajamnya.
Disisi lain, Samuel yang memiliki firasat tidak enak karena temannya belum kembali-kembali dan dia sudah mencarinya disekitar perkemahan juga tidak ada, dia mau lapor ke kakak kelasnya dulu. Dia mulai masuk tendanya dengan menemukan Lucas dan Hendry sedang ngefanboy SNSD.
"Bang, bang! Gue nyari Leo gak ketemu-ketemu dari tadi"
"Hallahh paling ke temennya, siapa sih itu, pokoknya akunnya namanya jijay"
Samuel berpikir sejenak, mungkin ada benarnya, soalnya dia belum ngecek satu persatu tenda peserta dan dia hanya berkeliling saja tadi.
"Woy! Lihat Daniel gak? Nyari kayu kaya nyari jodoh ya, lama amat, HP nya gak dibawa lagi"
Lucas dan Hendry kompak menggeleng "bukannya sekelompok sama lo"
"Bang Mark, lihat Leo gak, mungkin sama Jay gitu, kan dia sekelompok sama lo, gue telfon juga gak aktif"
Mark menggeleng.
"Berarti-"
"Kenapa?" Kompak ketiga kakak kelas tersebut.
"Tadi bang Daniel sama Leo ke hutan cari kayu katanya, apa belum balik-balik ya?"
Mereka berempat bertatapan satu sama lain.

KAMU SEDANG MEMBACA
Brother (Yeonjun&Leo)
AléatoireSimpelnya tentang si anak kesepihan ketemu sama anak yang butuh perlindungan, si gengsian ketemu sama si emosian. *Bromance Cast Yeonjun Leo Supporting Lucas, Mark Jay, Jake Dan masih banyak lagi Part: LENGKAP