Cklik.....
"Selamat malam, dokter Steven"
Suara berat Khas milik pria yang datang barusan membuat laki laki yang terlelap kembali terbangkit dari tidurnya.
"S-siapa kau?!!"
"A-apa yang kau mau?!"
Srak
Pria tadi melemparkan data kesehatan milik seseorang dan di bagian belakang tersebut terdapat instruksi pengobatan kanker stadium akhir,lengkap dengan komposisi obatnya.
"Your.... Liver, Lungs, Kidney, Heart" Desis pria itu. Tangannya mengeluarkan beberapa tombak kecil dari sakunya, matanya berkilat tajam membuat pria di hadapannya bergetar ketakutan.
"A-Aku mohon! B-biar aku j-jelaskan!"
Pria tadi tersenyum miring. Tangan kirinya menarik tas hitam dari papan pintu dan mengeluarkan kapak besar, menyandarkan pegangan menjadi senderan sikunya, menanti kapan ia akan menggunakan sisipan tajam ujung kapak tersebut.
"Kau tau dokter? Sebulan ini aku merasa sangat senang dan bahagia hingga hilangnya kehampaan dan sadisme dalam diriku, tapi...."
TRAK!
AKHHHH!!
"Kau menghancurkannya"
Tombak dengan tumpuan tajam mengenai bagian hati Steven, membuatnya berteriak kesakitan namun tidak ada gunanya karna kamar Steven ialah kamar kedap suara. Pria yang melempar tombak barusan menyeringai Steven sensasi candu tumbuh perlahan, gigi giginya bergemeretak senang.
"A-a-ku! M-mohon! B-biar ak-u jel-"
TRAK!
AGGHHKK!!
"Jelaskan? Bukankah dokter sengaja memberikan obat dengan dosis aspirin yang tinggi agar 'dia' tidak hidup lebih lama?"
Steven memegang dada kirinya yang tertusuk tombak lain. Matanya berair. Ia menahan sakit yang benar benar hebat ia menangis memohon kepada pria di hadapannya meminta ampun.
"Aku mohon!! Ampunilah aku!! Maafkan aku!"
TRAK!
AKHHHHHHH!!!!!!
Tombak lain terlempar mengenai perut bawahnya, atau tepatnya dimana letak ginjal berada persis.
"Hahahahahahaha"
Gelegak tawa penuh kebencian menggema tawa pria barusan membuat Steven panik, paru parunya susah menjangkau oksigen di kamarnya. Nafasnya tersengal, seluruh anggota tubuh yang tertusuk tombak barusan mengeluarkan darah, mengalir ke kasur hijau miliknya menjadi merah merona.
TRAK!
AAAAKKHHHHHHH!!!!!
Pria tersebut tersenyum. Matanya memerah, namun hatinya senang karna tombak terakhir berhasil menusuk jantung Steven. Pria tadi tersenyum namun hatinya belum puas, ia menarik kapak besar yang ia sender lalu berjalan mendekati Steven yang sudah menderita.
Pria tadi mengayunkan kapaknya ke atas menyeringai mangsanya yang sudah sekarat
"MATILAH!"
CRRRAAAAKKKK
Kepala steven terguling ke bawah lantai, semprotan darah segar keluar dari puntungan lehernya. Pria itu tersenyum, tidak menghindar ataupun merasa jijik, ia tersenyum puas. Tangannya melepas kapak ke lantai, matanya menatap berkas data diri yang ia bawa diatas kasur lalu tersenyum.
"Lihatlah Alesha, kepala pria ini sudah kupotong Nyonya harus senang karna aku sudah mewakili perasaan nyonya bukan?"
Pria tadi tersenyum, namun matanya meneteskan air mata jarang ia jatuhkan. Senyumnya terlihat menyakitkan namun tangannya memindahkan kepala diatas lantai lalu menyusunnya di kasur tidak peduli kalau tangannya akan berlumuran darah. Tangan kirinya cekatan menutupi badan yang sudah berlumuran darah hingga merapikan tempat tidurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Comeback 2 (gxg)
RomansaA gxg story. (Sambungan Comeback) (Mengandung sedikit bahasa inggris) 18+ ofc "Ketos or Alpha?" Tanya ia setengah bingung. "I prefer monster" Jawab Celine dingin
