KOOKTAE AND JAETAE
[Part Jimin &Yoongi]
Typo everywhere
⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌
Jimin memang membawa jimin ke sebuah taman yang tak jauh dari sekolah itu, dan saat ini keduanya sedang duduk di bangku yang terdapat pohon di sampingnya.
"Jadi.." Menatap ke arah yoongi "Apa yang mau hyung bicarakan denganku?" Jimin merasa sedikit lelah juga karena beberapa menit mereka berada di sini hanya ada kediaman tak ada yang bersuara sedikitpun.
Yoongi terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi beberapa kali mulutnya tertutup kembali tak jadi mengucapkan apa sebenarnya yang mau di katakan olehnya.
"Jika tak ada, lebih baik aku pergi katakan sesuatu, kumohon" batinnya.
yoongi menantapnya dan lagi-lagi mulutnya seperti tertutup tak ingin terbuka.
Jimin tersenyum miris, sampai kapan yoongi akan terus dengan sikapnya seperti itu.
"Aku pergi" Jimin mulai berjalan pergi dari sana.
Yoongi yang melihat itu terus berkata tidak di pikirannya dan dalam kecepatan yang dia milikki dia langsung berlari ke arah jimin dan langsung memeluknya dari belakang.
Grep
"Tolong jangan pergi, jangan"
Yoongi sudah menjatuhkan egonya dan juga rasa malunya saat ini, dia tak perduli di perhatikan oleh banyak orang itu dia tak perduli dunia ini mau mengatakan hal yang buruk tentang dirinya, karena satu hal yang ada di pikiran dan juga hatinya hanyalah agar jimin tak meninggalkannya.
Jimin yang tadi terkejut akan pelukkan itu kini membuat sebuah senyuman di bibirnya itu, dan persaaan sekarang yang dia rasakan adalah ada banyak kupu-kupu berterbrangan di perutnya dan perasaan senang senang berlebihan yang berusaha di tahannya.
"Bukankah itulah yang kau inginkan? Kau mengatakan jika aku penggangu yang terus menganggu harimu jadi sudah sepantasnya aku pergi" Katanya sambil berusaha melepaskan tangan yoongi yang melingkar di perutnya namun yoongi lebih mengeratkannya.
Yoongi menggeleng ribut di balik punggung itu "Ya, kau memang penggangu yang merusak hidupku, kau merubah semuanya hingga aku tak mengenal lagi diriku yang dulu" Yonggi memang sudah sangat kehilangan dirinya yang dulu, seseorang yang dingin dan juga tak pernah memusingkan apa yang ada di sekitarnya.
Tapi setelah salah satu pengganggu yaitu jimin datang dalam kehidupannya semuanya jadi berbeda
Jimin membawa sesuatu perasaan yang sempat hilang dari yoongi yaitu kebahagian, meskipun yoongi selalu tak berekspresi ketika bersama jimin tapi di baliknya dia merasa senang mulai terbiasa selama 2 bulan lebih itu.Dan berkat jimin juga yang selalu menceritakan bagaimana taehyung sang adik yang selama ini selalu memperhatikannya meskipun dari jauh, jimin juga mengatakan jika pernah sekali taehyung nekat ingin mengakhiri hidupnya karena merasa tak ada seorangpun yang menyayanginya dan lagi dia merasa jika karena dirinyalah yang menyebabkan kecelakaan appanya dan membuat yoongi kehilangan orang tuanya. untung saja jimin datang tepat waktu saat itu jika tidak mungkin taehyung tak akan ada lagi sekarang.
Karena itu yoongi merasa sangat bersalah dan beberapa kali mengucapkan maaf pada taehyung, dan saat itu mereka untuk pertama kalinya mengangis dan membagi rasa sakit mereka.
Jimin sangat berarti bagi yoongi sekarang meskipun waktu yang sangat singkat untuk keduanya bersama dan itupun karena paksaan dari jimin, tapi itu mampu menimbulkan perasaan yang terus yoongi pertanyakan pada dirinya sendiri, dan pada saat dia tahu perasaan apa yang dia rasakan dia merasa sangat bahagia saat itu juga.

KAMU SEDANG MEMBACA
Selfish Love [K•𝐕] [J•𝐕] END
Любовные романы18+ KOOKTAE | JAETAE | THREESOME | BXB | LGBT Deskripsi : Taehyung tak pernah menyangkah jika kakak barunya itu akan menumbuhkan sebuah perasaan yang lain, namun dia di satu sisi dia juga memiliki perasaan lainnya terhadap sang kekasih. Jadi apa yan...