• 011 •

2K 393 159
                                    

Hai~
Jangan lupa tinggalin vote dan komen yaa~
I'll be grateful for that!

Terima kasih karena penerbangan singkatnya ke Vietnam, Haechan jadi punya waktu istirahat lebih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Terima kasih karena penerbangan singkatnya ke Vietnam, Haechan jadi punya waktu istirahat lebih. Penerbangannya masih 2 hari lagi jadi Haechan memutuskan untuk hibernasi. Tidur jam 6 sore dan bangun kembali jam 11 siang keesokan harinya. Apa tidak sakit kepala?

Dia bangun karena merasa tenggorokkannya kering. Kebetulan botol air minumnya kosong juga makanya Haechan keluar dari kamarnya.

"Astaga, ku pikir kau pingsan di kamarmu. Berapa jam coba kau tidurnya? Mau makan tidak?"

Haechan tidak menjawab. Dia duduk di meja makan dengan nyawanya yang belum terkumpul semua. Dia menempelkan pipinya di meja makan lalu memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, dia membuka lagi matanya.

"Kau kan... kenapa kau ada di sini?!"

"Aku yang memanggilnya ke sini untuk makan."

"Tidak tidak, bukan itu maksudku. Kau harusnya menemani kapt. Kun kan untuk terbang ke Hongkong hari ini. Kenapa bisa ada di sini? Apa penerbangan kalian tertunda?"

Renjun datang mengatur lauk di atas meja makan sementara Haechan masih menunggu balasan dari pria yang entah sejak kapan sudah duduk di meja makan tersebut.

"Aku juga tidak tahu apa alasannya tapi aku diganti dengan co-pilot yang lain. Kapt. Kun juga ditukar dengan kapt. Jeno."

"Oh... begitu."

Kalau Jeno sudah terbang hari ini, berarti kemungkinan besar penerbangan Haechan selanjutnya tidak akan bersama Jeno tapi pilot yang lain, kapt. Kun mungkin karena Jeno bertukar jadwal penerbangan dengan kapt. Kun hari ini. Nampak jelas raut kekecewaan ditunjukkan oleh Haehan, meski begitu dia berusaha untuk bersikap biasa saja.

'Memangnya kenapa kalau tidak satu pesawat dengan Jeno? Bukankah itu bagus? Dengan begitu aku tidak akan diganggu oleh pria itu.'

Batin Haechan mengatakan seperti itu tapi ekspresinya tidak demikian. Dia tampak malas memakan makan siangnya membuat Jaemin dan Renjun saling bertukar tatap. Iya, pria yang ada di depannya sekarang adalah Jaemin, si co-pilot yang masuk Korean Air pada hari yang sama dengan Jeno. Dia juga sekarang tengah dekat dengan sahabatnya, Renjun.

Bagaimana ceritanya mereka sampai dekat sampai sekarang belum dia tahu. Renjun hanya bilang karena dia sekarang satu tim dengan Jaemin, melakukan penerbangan bersama, lalu jalan-jalan dan makan berdua selagi mereka berada di negara lain yang membuat mereka sedekat sekarang ini. Tidak seperti dirinya dan Jeno yang selalu bertengkar tiap mereka bertemu. Bukan bertengkar. Lebih ke Jeno yang suka cari gara-gara dengan Haechan.

Rocketeer ✈ NohyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang