• 003 •

2.5K 451 117
                                    

Hai~
Jangan lupa tinggalin vote dan komen yaa~
I'll be grateful for that!

Hai~Jangan lupa tinggalin vote dan komen yaa~I'll be grateful for that!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Papa dan Mama sudah bicara beberapa hari yang lalu. Akan lebih baik kalau kau langsung pindah saja ke London dalam waktu dekat ini. Dengan begitu kau punya banyak waktu untuk menyesuaikan diri tinggal di sana. Lingkungan di Seoul terlalu buruk untukmu. Kau harus berada di lingkungan yang baik agar kau bisa fokus belajar."

Jeno hanya ingin makan dengan tenang tapi belum dia memasukkan sendok ke dalam mulutnya, Mamanya sudah mengeluarkan perkataan yang membuat tensi Jeno naik lagi. Dia sudah melupakan insiden ayam goreng semalam karena dia bisa menikmatinya walau hanya beberapa potong tapi pagi ini di saat mood Jeno sudah kembali seperti sedia kala, Nyonya Lee malah menyuruhnya untuk pindah sekolah ke London.

"Aku tidak mau pindah. Aku akan tetap berada di sini sampai aku lulus. Tidak, aku akan tetap tinggal di sini sampai aku mati."

"Lee Jeno!"

"Sudah ku bilang aku tidak ada minat di bisnis kenapa kalian memaksaku?!"

"Lee Jeno, jangan menggunakan nada tinggimu pada Mama! Kau tidak bisa membantah. Jadi anak itu harus menurut dan berbakti pada orang tua. Kau tidak tahu seberapa susahnya Mamamu ini mengandung dan melahirkanmu?! Maka dari itu dengarkan Mama. Hidupmu bukan milikmu Jeno. Turuti perkataan Mama kalau tidak mau jadi gelandangan."

"Maka aku lebih baik jadi gelandangan daripada hidup di rumah yang penuh tekanan. Lama-lama aku bisa gila, Mama tahu?!!"

Jeno membanting sendoknya di atas meja lalu pergi begitu saja. Kalau ada Tuan Lee di sana mungkin Jeno sudah habis dipukuli tapi beruntung pria pemarah itu sedang ada urusan di Paju jadi hanya Jeno dan Mamanya saja di rumah untuk seminggu ke depan. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju sekolah.

Kecepatannya berkurang saat dari kejauhan Jeno melihat Haechan turun dari bis lalu perlahan mengikutinya dari belakang. Padahal mood-nya hancur pagi itu tapi melihat Haechan sepertinya kekesalannya seakan redam.

"Wah, jodoh memang tidak kemana hahayy~"

Senyumannya mengembang pertanda sudah ada yang dia rencanakan saat itu. Hingga saat dia mendapatkan momen yang tepat.

PIIP PIIIPPP!!

"Kaget anjing anjing!"

Haechan terlonjak di tempatnya, dia bahkan menjatuhkan ponselnya saking terkejutnya dia.

"Selamat pagi, pantat panciii~ apa kabar hari ini?"

Rocketeer ✈ NohyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang