• 006 •

2K 413 56
                                    

Hai~
Jangan lupa tinggalin vote dan komen yaa~
I'll be grateful for that!

Hai~Jangan lupa tinggalin vote dan komen yaa~I'll be grateful for that!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Haechan, mau kemana??"

"Cari angin sebentar. Aku akan kembali sebelum tengah malam."

"Berhati-hatilah. Awas jangan sampai ketahuan guru, Haechan."

Haechan pun diam-diam meninggalkan tempat penginapan dengan melompati tembok pembatas di bagian samping. Dia sudah sering melihat Jeno melakukannya. Penasaran juga ingin mencobanya lagipula dia tidak pakai rok jadi seharusnya tidak masalah. Ah ya, angkatan mereka sekarang sedang dalam perjalanan 2 hari 1 malam untuk field trip jauh dari pusat kota Seoul.

Dia hanya ingin keluar cari angin sebentar karena terlalu penat dia rasa seharian ini atau mungkin karena Jeno tidak ikut fieldtrip kali ini. Biasanya tidak pernah ketinggalan. Paling rusuh malahan, tapi tidak untuk hari ini.

Haechan kini sudah berdiri di depan CVS yang tak jauh dari tempat mereka menginap.

"Mungkin makan ramyeon akan sedikit menaikkan mood-ku."









"MINGGIR!"


BRUK!

Haechan terjatuh bersama dengan seorang gadis yang tak sengaja menabraknya hingga barang-barang yang ada di tasnya berceceran di tanah. Gadis itu buru-buru membereskan barang-barangnya dibantu Haechan. Dia memperhatikan juga gelagat gadis itu. Kenapa dia terlihat sangat panik? Apa dia mencuri sesuatu atau mungkin dia dikejar-kejar orang? Jawabannya ternyata ada pada pilihan kedua melihat 3 pria berjas hitam berlari ke arah mereka.

"Fuck!"

Masih dalam mode panik gadis itu menarik tangan Haechan untuk ikut lari bersamanya. Meski bingung, Haechan tidak mau berhenti. Dia malah menyamakan kecepatan larinya dengan gadis itu bahkan membantunya untuk mencari tempat sembunyi. Haechan membawa mereka untuk bersembunyi di balik kotak-kotak kayu yang ada di bagian belakang sebuah rumah makan.

"Jangan bersuara." Kata gadis itu menatap Haechan dengan jari telunjuknya dia letakkan di bibir Haechan.

"Kemana dia?!"

"Jangan sampai dia kabur! Cepat cari!"

Mereka mendengar suara orang-orang itu, Haechan semakin takut hingga dia memejamkan matanya erat-erat. Astaga, padahal bukan dia yang dikejar tapi kenapa dia sepanik ini? Pada akhirnya mereka bisa bernafas lega karena suara orang-orang itu sudah tak terdengar lagi pertanda mereka sudah pergi. Saat dicek pun tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka di sana.

Gadis itu menghembuskan nafas lega hingga sesaat kemudian dia sadar kalau dia tidak sendiri di sana.

"Hei... mereka sudah pergi. Kau bisa keluar sekarang."

Rocketeer ✈ NohyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang