Maaf baru update, kemarin sempat hiatus tanpa bilang, lagi berduka juga terus badan gak enak, rasanya gak nemu jalan cerita yang pas😫😫😫untuk update kali ini gak tau gimana ceritanya, ku harap kalian suka. Maaf ya kalau lama update nya.
Tidak terasa hari berganti pagi. Kayla membuka kelopak matanya yang sembab karena menangisi nasibnya yang sungguh buruk saat ini. Ketika kayla menyandarkan tubuhnya ia baru sadar sudah tersedia sarapan untuknya, tapi rasa laparnya kalah dengan rasa sakit hati yang kayla rasakan. Kayla hanya bisa merenungi kenapa bisa ini semua terjadi padanya? Sejak kapan semua ini bermula?
Bryan memeriksa dokumen pekerjaannya yang hampir terbengkalai. Ia tidak menyangka dirinya yang workaholic bisa lalai dengan pekerjaannya hanya karena seorang perempuan.
Tok tok tok…
Mendengar ketukan pintu ruang kerjanya, bryan mempersilahkan masuk.
“maaf tuan ada tuan tommy bersama putrinya dan saat ini mereka berada di ruang tamu,”ucap sang pengawal.
Bryan yang mendengar tommy berkunjung ke rumahnya merasa bingung, buat apa dia selama ini yang tidak pernah mau berkunjung ke rumahnya jika tidak ada urusan yang benar-benar penting sekarang malah berkunjung ke rumahnya dengan sukarela. Dengan segera ia beranjak untuk menemui tommy.
Tommy mengamati rumah yang saat ini ia kunjungi. Sungguh jika bukan karena kino merasa curiga terhadap bryan karena adiknya yang hilang saat ini tommy tidak ingin berkunjung ke rumah ini. Bukan tanpa sebab tommy tidak mau berkunjung ke rumah bryan, tommy merasa bryan benar-benar sosok yang lebih berbahaya dari yang ia tau selama ini, maka dari itu selama ini ia tidak terlalu ingin ikut campur dengan masalah pribadi bryan.
“papa…oni bosen di sini, oni pengen maen pa boleh ya…?”tanya gadis kecil yang saat ini sedang duduk di sampingnya.
“oni tadi inget pesan papa? Kita ke sini karena papa ada pekerjaan,”ucap tommy berusaha memberi pengertian pada putrinya.
Mendengar larangan sang papa oni lebih memilih menurut walaupun tampak jelas kekecawaan pada wajahnya.
“kalau memang oni ingin maen ke taman boleh saja, asal jangn terlalu jauh-jauh,”ucap bryan yang tiba-tiba sudah berada di ruang tamu.
Mendengar persetujuan dari sang empu rumah, tampak raut wajah oni yang bahagia. Dan tanpa mendengar persetujuan dari papanya, oni segera keluar menuju taman.
Melihat kelakuan putrinya yang seperti itu tommy hanya bisa menghela nafas.
“apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan padaku tom?”
“iya tuan, ada beberapa dokumen yang harus kita bahas.”
“kenapa tidak kamu kirim lewat email saja?”tanya bryan penuh curiga.
“ini ada beberapa dokumen yang memerlukan persetujuan tuan secepatnya,”ucap tommy sambil menyodorkan dokumen yang ia bawa.
Bryan membaca dokumen yang diberikan tommy, walaupun bryan masih merasa curiga dengan tommy yang tiba-tiba berkunjung ke rumahnya tapi ia berusaha menepis segala kecurigaannya itu.
Oni menyusuri taman rumah bryan yang sangat besar dan indah dengan kaki mungilnya.
Tidak terasa oni berjalan cukup jauh dan mulai merasa lelah, oni memutuskan istirahat sejenak di bawah pohon yang cukup rindang.
Ketika sedang menikmati istirahatnya tiba-tiba ada suara yang menyapanya.
“hai gadis kecil,” sapa seorang wanita.
Oni terlonjak kaget mendengar sapaan tersebut, dan ia menemukan seorang wanita yang berdiri di balkon lantai dua yang tidak lain adalah kayla.
“halo tante,”sapa oni balik.
“siapa kamu? aku baru melihatmu di sini.”
“aku oni tante, aku ke sini sama papa.”
“apa papa kamu teman kerjanya bryan?”
“iya tante kok tau? Papa kerja bareng om bryan tante.”
“kalau boleh tau nama papa kamu siapa oni?”
“tommy te, tante kenal sama papaku juga?”
Sungguh kayla tidak menyesal keluar dari kamarnya saat ini, ia berharap anak dari asisten bryan ini bisa membantunya keluar dari sini.
“iya tante kenal papa kamu oni. Tante minta tolong sama oni boleh?”
“boleh tante,”jawab oni dengan penuh semangat.
“nanti pas oni keluar dari sini bilang sama papa oni ya kalau ada tante kayla di sini.”
“oke tante. Tapi kenapa harus nunggu oni keluar dari rumahnya om bryan tante?”
“soalnya sekarang tante lagi main petak umpet sama om bryan, dan papa oni yang harus menemukan tante. Kalau oni bilang ke papa pas ada om bryan, nanti papa sama tante kena hukuman, emang oni gak sedih kalau papa dihukum?”bujuk kayla.
“gak mau tante. Nanti oni bilang ke papa kalau sudah pulang ya tante.”
“iya makasih ya oni.”
“oni harus kembali ke papa, bye bye tante kayla cantik,”ucap oni sambil melambaikan tangannya.
“bye oni,”balas kayla sambil melambaikan tangannya.
Kayla hanya bisa berharap oni berhasil melalukan apa yang ia minta.
Selama bryan memeriksa dokumen, tommy berusaha mencari di mana keberadaan kayla di rumah ini.
“ini sudah selesai semua dokumen yang kamu minta tom,”ucap bryan sambil menyodorkan dokumen.
Tommy menerima dokumen dengan berat hati, karena sampai saat ini pun tidak ada sedikit petunjuk di mana kayla berada.
“papa ayo pulang papa, oni ngantuk,”ucap oni yang tiba-tiba datang.
“baiklah sayang kita pulang sekarang ya.”
Karena putrinya mulai mengeluh mengantuk Tommy segera berpamitan pada bryan.
Sepeninggal tommy, bryan menuju kamar di mana kayla berada untuk melihat apa yang sudah ia perbuat selama bryan menemui tommy.
Dalam perjalanan pulang, oni mulai bercerita apa yang ia lakukan di taman rumah bryan.
“oh iya pa, tadi oni ketemu sama tante cantik di situ pa.”
“oh ya? Siapa tante itu sayang?”tanya tommy berusaha tertarik dengan bahan obrolan bersama putrinya.
“nama tanya itu tante kayla pa. Tadi tante kayla juga meminta papa untuk menemukan tante kayla.”
Tommy yang mendengar pernyataan putrinya sungguh kaget. Hingga tanpa sadar ia mendadak menghentikan mobilnya.
“apa benar yang kamu katakan sayang? Kamu tidak boleh berbohong oni, kalau sampai ketahuan berbohong papa gak akan segan-segan hukum kamu,”ucap tommy sambil melihat putrinya.
“oni gak berbohong papa, jangan hukum oni,”pinta oni dengan mimik wajah memelas.
“baiklah papa gak akan hukum oni kalau oni memang tidak berbohong,”ucap tommy sambil mengelus kepala putrinya, dengan segera tommy melajukan mobilnya menuju rumah.
Di lain tempat, bryan masih merasa aneh dengan kedatangan tommy ke rumahnya. Ia sangat yakin ada yang tommy sembunyikan dari dia. Bryan yang saat ini lebih percaya instuisinya dengan segera memanggil salah satu pengawalnya untuk segera menyiapkan pesawat pribadinya.
Dengan langkah kakinya yang lebar bryan menuju kamar kayla.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, bryan menerobos masuk ke dalam kamar. Kayla yang menyadari kedatangan bryan yang tiba-tiba tentu saja kaget dan bingung. Bryan tanpa banyak bicara menarik tangan kayla untuk segera mengikutinya. Tampak bryan yang seperti tergesa-gesa di kejar akan sesuatu, hal itu pun membuat kayla penasaran kenapa bryan seperti itu.
“apa yang kamu lakukan ian? Dan kita mau ke mana ini?”tanya kayla sambil berusaha menyeimbangi langkah kaki bryatanya kayla sambil berusaha menyeimbangi langkah kaki bryan.
“kita akan pindah pulau pribadiku saat ini juga,”
Kayla yang mendengar jawaban bryan seperti itu tentu saja kaget. Bagaimana jika ia sudah terlanjur dibawa ke sana ia tidak bisa bertemu dengan keluarganya lagi?
###
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr CEO and Me
Romancepertemuan yang tidak disengaja dan menambah konflik baru di dalam kehidupanku mikayla amaris dustin dalam pertemuan yang tidak disengaja aku sudah terjebak akan pesonamu, dan aku memutuskan kamu harus jadi milikku brian ernest flannery
