14. Perubahan adalah awal baru

2.7K 53 2
                                        

Maaf ya baru update, kemarin ada kesibukan. Kali ini update nya lebih panjang dari sebelumnya, sebagai ganti nya terlambat update. Semoga kalian suka (berharap) wkwkwkwk

Tidak terasa sudah hampir satu minggu kayla berada di rumah sakit. Dan selama beberapa hari ini keadaan kayla semakin membaik. Kayla juga mulai bisa mengatasi traumanya, ia mampu bersikap tenang ketika berhadapan dengan pria lain selain keluarganya.
Seringkali juga ketika malam datang, bryan datang berkunjung. Bryan berkunjung ketika kayla mulai tertidur. Pria itu selalu mengunjunginya setiap hari. Kayla tidak tau bagaimana bisa bryan bisa bebas masuk berkunjung sedangkan di luar pintu selalu ada body guard yang menjaganya. Bukannya ia tidak suka jika bryang mengunjunginya, jujur saja kayla malahan sangat rindu pada pria itu, tapi ia pernah tanpa sengaja mendengar kino berdebat dengan bryan yang tanpa sengaja ketahuan mengunjungi kayla. Dan sejak hari itu bryan memutuskan menjenguk kayla ketika kayla mulai tertidur lelap.
Pagi ini kayla bangun dari tidurnya dengan perasaan gembira, akhirnya ia diijinkan pulang hari ini karena kondisinya yang sudah membaik.
“kamu sudah bangun sayang? Mau mama ambilkan sarapan?”ucap mia yang baru saja datang.
“gak usah ma, kayla pengen makan masakan mama di rumah. Mama masak makanan kesukaan kayla kan?”
“iya tentu saja sayang.”
Kayla memutuskan bersiap dan membereskan barangnya sebelum pulang ke rumah.
Ketika semuanya sudah selesai ia siapkan, kayla tanpa sengaja mendengar obrolan kedua orang tuanya dan kakaknya. Pada awalnya ia tidak perduli dengan apa yang mereka bicarakan, tapi ketika mereka berbicara dengan nada yang cukup kecil tentu membuat kayla penasaran.
“pa, ma lebih baik kita tunda dulu ke rumah vanya. Saat ini buatku yang utama kesehatan kayla pa”.
“apa kamu tidak masalah? Kan acaranya masih lusa no?”
“gak ma. Kino takut nanti trauma kayla muncul lagi, rasanya kino gak sanggup melihat keadaan kayla seperti beberapa hari lalu.”
“baiklah, apapun keputusan kamu kita akan dukung. Tapi kalau kamu tiba-tiba berubah pikiran kamu tinggal bilang sama papa atau mama saja,”pinta rommy.
Kayla yang mencuri dengar dari balik pintu mulai mengerti apa maksud dari pembicaraan mereka. Kayla tidak menyangka trauma yang kayla alami tidak hanya membuat kayla sengsara, tapi membuat keluarganya juga mengalami hal tersebut.
Kayla memutuskan segera kembali ke ranjangnya untuk berpura-pura tidak mendengar pembicaraan mereka.
“kay kamu sudah siap?”tanya rommy tiba-tiba.
“sudah pa, ayo kita pulang. Kayla bosen di sini pa, kayla gak suka bau obat di sini.”
“namanya juga rumah sakit kay pasti bau obat. Ya sudah ayo kita pulang, mama sama kak kino sudah ada di bawah.”
Rommy menggandeng tangan putri bungsunya itu. Sungguh ia sangat beryukur sekarang kayla sudah mulai tampak ceria lagi.
Kayla, kino dan kedua orang tuanya memutuskan menggunakan satu mobil, di dalam mobilpun tidak banyak hal yang dibicarakan. Hal itu membuat kayla bosan.
“oh iya, pertunangan kak kino sama kak vanya jadi kapan rencananya?”tanya kayla mengawali pembicaraan.
Memang semenjak kayla dirawat di rumah sakit, vanya sering mengunjungi bahkan menemani kayla jika sedang sendirian, dan hanya butuh beberapa hari saja mereka sudah akrab.
Vanya merupakan sosok yang cukup supel dan cukup asyik untuk dijadikan teman ngobrol, hal itu membuat kayla cepat akrab dan nyaman berada di dekat vanya.
“sepertinya pertunangan kakak kamu ditunda dulu kay, kamu kan baru saja mengalami musibah. Kami ingin fokus untuk kesembuhan kamu dulu.”
“kayla kan sudah bilang kalau sudah sembuh pa Pertunangan kak kino sama kak vanya kan sudah direncanakan sejak awal, hanya karena kayla mengalami peristiwa seperti itu aja membuat pertunangan mereka ditunda.”
“peristiwa seperti itu?! kamu kira ini masalah yang sepele kay?! ini menyangkut nyawa kamu kay!!! kamu tau bagaimana papa sama mama sangat khawatir mendengar kamu mengalami kejadian seperti itu?!”ucap rommy dengan intonasi yang cukup tinggi.
Mia dan kino yang mendengar rommy berbicara dengan intonasi yang tinggi seperti tiu kaget. Mereka tau bahwa rommy dan kayla bagaikan pinang dibelah dua, mereka memiliki watak yang sama yaitu keras kepala. Tidak dapat dipungkiri jika perdebatan ini tidak ada yang menengahi pasti akan berlanjut hingga pada akhirnya membuat suasana yang tidak nyaman.
“kay kakak gak masalah jika pertunangannya ditunda. Ditunda bukan berarti gagal kan,”ucap kino berusaha menengahi perdebatan antara sang papa dengan adiknya.
“tapi kayla serius kak, kayla sudah merasa lebih baik. Kalau kakak lebih milih menunda pertunangan kalian, kay gak mau bicara lagi sama kakak,”ancam kayla.
“kakak mau debat sama kamu ya percuma saja kakak gak akan menang.”
Pada akhirnya kino meminta untuk pertunangannya tetap dilanjutkan. Baik rommy maupun mia tidak bisa menolak permintaan kino, karena mereka tau bahwa kino pasti akan menuruti semua keinginan adiknya.
Kayla yang mendengar hal tersebut merasa senang bukan main. Ia tidak ingin merusak momen kebahagiaan kakak satu-satunya itu hanya karena peristiwa yang sudah menimpanya.
***
Setelah kayla pulang dari rumah sakit, selama beberapa hari kayla diminta untuk cuti tidak masuk kerja terlebih dahulu. Pada awalnya kayla tidak setuju dengan permintaan orang tua dan kakaknya yang meminta ia cuti kerja, tapi kino tetap bersikukuh jika kayla tidak cuti kerja maka acara pertunangan ditunda hingga mereka yakin betul bahwa kayla sudah sembuh, dan pada akhirnya kayla lebih memilih cuti kerja daripada pesta pertunangan yang ditunda.
Selama kayla cuti kerja, ia sering bangun kesiangan. Walaupun kayla selalu kesiangan, tapi sang mama tidak pernah memarahinya, justru ia lebih sering dimanja dan diperlakukan seperti anak kecil. Kayla yang diperlakukan seperti itu pun tidak dapat menolak, ia tau bahwa keluarganya sungguh khawatir akan keadaannya.
“lho mama kok masih belum siap-siap buat acara nanti?”tanya kayla sambil berjalan menuju sang mama yang sedang bersantai di taman belakang rumah.
“ini masih jam berapa kay, lagian semua persiapan sudah selesai kok.”
Tidak terasa hari ini adalah hari pertunangan antara kino dengan vanya, sungguh kayla tidak sabar untuk acara nanti malam.
“nanti jam 7 malam kamu harus sudah siap ya, kita sekeluarga nanti berangkat bareng ke rumah vanya.”
“siap ma, tenang saja kayla gak akan terlambat kok.”
Mia yang melihat kayla tampak ceria kembali merasa bahagia.
Dan tidak terasa waktu cepat berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kayla yang sudah selesai berdandan segera keluar.
“wah adik kakak memang benar-benar cantik, bisa-bisa nanti banyak yang lirik kamu lho kay.”
Kayla yang mendapat pujian seperti itu hanya bisa tersenyum malu.
“tapi mana ada yang berani lirik kayla kak. Pasti papa sama kak kino bakalan awasin kayla biar gak dideketin sama pria asing nanti di sana,”sindir kayla terang-terangan.
Papanya dan kino yang mendapat sindirian terang-terangan seperti itu hanya merespon dengan senyuman yang cukup lebar. Semua orang tau bagaimana sang papa dan kakaknya yang terlalu over protektif pada kayla, tapi mereka tidak terlalu ambil pusing ataupun malu dengan pandangan orang lain pada mereka. Justru mereka semakin menjadi-jadi ketika pria asing mendekati kayla. Dibutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit menuju rumah vanya. Memang pada akhirnya pesta pertunangan di adakan di rumah vanya dan itupun dengan konsep sederhana yang dihadiri oleh kerabat terdekat saja. Bagi kino dan vanya tidak perlu pesta pertunangan yang mewah, yang penting adalah makna dari pesta pertunangan itu sendiri.
Akhirnya kayla sekeluarga sampai juga dirumah vanya. Dengan segera mereka menuju taman yang digunakan sebagai tempat pertunangan berlangsung. Pesta pertunangan berlangsung dengan lancar tanpa ada kendala sedikit pun.
Setelah acara inti dari pesta itu, kayla memutuskan untuk pergi ke tempat yang agak sepi setelah ijin terlebih dulu pada sang mama. Ia masih merasa tidak nyaman dengan suasana yang ramai seperti di tempat pesta tadi.
Kayla menemukan lokasi taman yang cukup pas untuk ia menyendiri. Selain tidak ada orang yang berada di tempat itu, kayla sangat suka dengan taman ini karena banyak bunga yang beraneka ragam ditanam di taman ini, selain itu terdapat kolam kecil yang cukup jernih sehingga ia bisa melihat beberapa ikan yang sedang berenang di dalam kolam tersebut. Walaupun taman ini gaya arsitekturnya cukup sederhana, tapi taman ini tampak sangat indah bagi kayla.
Tiba-tiba seseorang berdiri di samping kayla. Kayla yang menyadari itu pun memutuskan akan pergi dari taman tersebut.
“kak kayla mau ke mana?di sini aja bareng aku,”ucap laki-laki asing tersebut.
Kayla memutuskan tidak jadi meninggalkan taman tersebut, ketika laki-laki di depannya ini mengetahui namanya, sedangkan kayla sendiri merasa tidak kenal dengan laki-laki ini.
“kamu tau namaku? Perasaan aku gak kenal kamu.”
“oh iya lupa kak kayla belum tau aku ya, aku galih adik kak vanya.”
Ketika tau bahwa laki-laki di depannya ini bukanlah pria berbahaya, kayla menerima jabatan tangan dari galih.
“kak vanya sering ceritain kak kayla itu orangnya kayak gimana. Setiap hari dia selalu banggain kak kayla, sampai heran aku kenapa dia sampai sebahagia itu ketika menceritakan kakak,”celoteh galih.
“iya kah? Aku baru tau kalau kak vanya selalu ceritain aku ke kamu galih.”
“iya kak, mungkin gara-gara kak vanya sering ceritain kak kayla pada akhirnya aku penasaran sama kak kayla itu orangnya gimana, makanya tadi pas aku ke sini aku sudah bisa tebak kalau kakak ini kak kayla yang sering diceritain sama kak vanya.”
“ku kira kak vanya sempat nunjukin fotoku, soalnya kamu tadi langsung kenal sama aku.”
“sempat sih ditunjukkan, tapi aku lupa,”ucap galih sambil tertawa.
“oh iya jangan panggil aku kak galih, panggil kay aja. Ku lihat umur kita gak beda jauh,”pinta kayla.
Pada awalnya tampak galih keberatan dengan permintaan kayla, tapi kayal tetap memaksa galih dan pada akhirnya galih mau gak mau menuruti kemauan kayla.
Kayla gak menyangka ia bisa akrab ngobrol dengan calon adik iparnya ini. Galih bisa membuat kayla merasa nyaman dengan obrolan yang mereka lakukan. Selain wajah yang cukup tampan, ternyata galih sosok yang ceria. Hal itu pula yang membuat kayla tidak risih untuk berdekatan dengannya.
Setelah kejadian yang menimpanya, kayla tau bahwa traumanya muncul kembali. Tapi saat ini ia bisa berbicara bebas dengan galih, padahal sebelumnya jangankan untuk berbicara seperti ini, bertemu dengan laki-laki asing sudah membuat kayla merasa ketakutan.
Semoga ini awal yang baik untukku, batin kayla.
Dan tak terasa waktu berlalu, kayla dan galih memutuskan untuk kembali ke acara pesta pertunangan kakaknya.
Di sisi lain, mia dan rommy mencari keberadaan kayla, yang entah ke mana.
“no kamu lihat adikmu ke mana? Tadi mama sama papa padahal cuma ngobrol sebentar sama orang tua vanya, tapi ketika kami kembali kayla gak ada.”
“tadi kino lihat kayla pergi ke taman rumah ini ma.”
“ya sudah kalau seperti itu, kita biarin kayla sendiri dulu ma.”
Mia pun memutuskan setuju dengan perkataan suaminya.
“itu bukannya kayla ya no? dia sama siapa itu no?”tanya rommy ketika melihat putrinya berjalan dengan seorang laki-laki.
“oh itu galih pa, adiknya vanya. Dia memang gak sempet jenguk kayla waktu itu, soalnya galih sibuk kuliah.”
Pada awalnya rommy khawatir jika laki-laki yang berada di samping putrinya itu laki-laki berbahaya. Tapi setelah mendengar penjelasan dari kino, rommy bisa bernafas lega. Setidaknya dia bukan pria berbahaya untuk putrinya.
Baik rommy, mia maupun kino yang melihat kayla tampak akrab ngobrol dengan galih merasa sangat lega. Ternyata rasa trauma kayla perlahan-lahan sudah mulai hilang. Sungguh harapan mereka semoga ini awal yang baik bagi kayla untuk memulai perjalanan hidupnya.
Kayla dan galih memutuskan berkumpul dengan yang lainnya sebelum acaranya berkahir.
Setelah pesta berkahir kino sekeluarga memutuskan untuk segera pulang ke rumah, karena mereka besok masih harus bekerja. Sebelum kayla masuk ke dalam mobil, galih memanggil kayla dan pada akhirnya kayla memutuskan untuk berhenti.
“kay, aku lusa ada acara party. Dan di acara itu diwajibkan bawa pasangan, sedangkan aku gak ada pasangan. Kamu mau gak nemenin aku sebagai pasangan di party temenku itu?”
Awalnya kayla ingin menolak, tapi membayangkan galih yang pasti jadi bahan olokan jika pergi ke party sendirian, membuat kayla tidak tega. Pada akhirnya kayla memutuskan setuju dengan ajakan galih.
“oke kamu kabarin aku aja ya untuk jamnya berapa. Kamu punya nomerku kan?”
“ya tentu aku kabarin kamu,”ucap galih yang tampak gembira.
Kayla memutuskan masuk ke mobil setelah ia merasa obrolannya dengan galih selesai.
“ada apa tadi galih panggil kamu kay?”tanya kino mengawali obrolan.
“oh si galih mau ngajak aku ke party temennya sebagai pasangan dia kak. Kebetulan temanya harus sama pasangan sedangkan dia kan gak ada cewek, maka dari itu dia ngajak aku.”
“memangnya kamu gak masalah kay berkumpul sama orang yang kamu kenal?”
“kan masih ada galih ma, tenang saja ma.”
“tapi mama takut kamu kenapa-kenapa.”
Mia tampak sangat khawatir mendengar putrinya akan pergi ke party setelah kejadian dan trauma yang kayla alami. Melihat mamanya yang tampak khawatir kayla berusaha menenangkan sang mama.
“mama tenang saja, di sana ada galih yang jagain kayla ma.”
“kalau kamu sekiranya gak nyaman di sana, kamu bisa telfon papa atau kakakmu kay.”
“siap papaku tersayang.”
Kayla merasa bersyukur mendapat keluarga yang sangat perhatian padanya.
***

Mr CEO and MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang