Kayla merasa canggung berada di situasi yang seperti ini, orang yang ia jauhi selama beberapa bulan, malah dengan mudah nya muncul lagi di hadapan nya saat ini.
Setelah kayla memutuskan untuk duduk, bryan hanya menatap lurus pada mata kayla.
aaa... Shit. Kenapa belum-belum aku sudah merasa gugup hadapin bryan sih? Tenang kay, kamu harus cepet ini semua, biar kamu bisa cepet pergi dari sini.
"sebelum nya kenal kan, saya kayla. Di sini saya mewakili perusahaan untuk membahas kontrak kerja sama perusahaan kami dan perusahaan anda."
"kenalkan aku bryan. Mari kita bahas kontrak kerja sama antara perusahaan kita,"jawab bryan dengan penuh wibawa.
Kayla menjelaskan dengan lugas, hal tersebut tentu tidak lepas dari pandangan bryan.
Pembahasan kontrak kerja sama selesai tepat 30 menit. Bagi kayla sendiri rasa nya 30 menit itu menjadi penyiksaan batin selama 3 jam.
"pembahasannya cukup sampai di sini. Kalau ada yang tidak paham, anda bisa menghubungi saya atau perusaan."
"bagaimana bisa aku hibungi kamu, sedangkan aku tidak punya nomer mu kay."
" ini nomer saya bisa anda simpan.
Bryan yang tidak percaya langsung menelfon nomer yang diberiman kayla.
"jangan lupa simpan nomerku kay."
Kayla hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Kayla memutuskan untuk membereskan berkas di atas meja dan segera kembali ke kantor.
"kamu selama ini ke mana kay?aku sudah cari kamu, bahkan aku sempat tanya ke charlos dan angela, tapi mereka bilang tidak tau keberadaan kamu."
Kayla yang mendapat pertanyaan tersebut sontak terdiam. Cukup lama kayla tidak menjawab pertanyaaan dari bryan, hal itu membuat bryan yang menunggu merasa kesal sendiri.
"aku gak mau bahas itu lagi ian. Di sini kita rekan kerja cukup membahas tentang perkerjaan aja, di luar itu aku gak mau membahasnya."
Bryan yang mendengar respon jawaban dari kayla hanya bisa mengepalkan tangan nya sendiri, menahan emosi yang akan meluap.
"dengan gampang nya kamu jawab seperti itu kay. Kamu tau selama berbulan-bulan ini bagaimana usaha ku mencarimu kay, sekarang dengan enteng nya kamu menjawab seperti itu," jawab bryan dengan penuh sinis.
"maaf aku harus pergi dulu," pamit kayla sambil beranjak pergi.
Sontak hal itu membuat bryan juga berdiri. Bryan memanggil kayla dan mencoba mengejar nya, tapi kayla tidak menggubrisnya sama sekali. Hanya tersisa bryan di ruangan itu sendiri.
Kali ini aku tidak akan membiakan kamu pergi lagi kay. Kalau perlu aku buat kamu sendiri yang tidak mau jauh dariku.
***
Setelah pertemuan yang tidak terduga itu, kayla mencoba untuk fokus ke pekerjaannya.
Pukul 7 malam kayla baru menyelesaikan perkerjaan nya. Ia hendak pulang, tapi ternyata ada bryan yang sudah menunggu kayla di depan kantor. Kayla yang melihat bryan hanya bisa menghela napas.
Kenapa pria tua itu harus ke sini lagi?
"hai kay, aku di sini mau ngajak kamu dinner sambil membahas konsep kerjaan kita, kamu gak sibuk kan?"
"maaf gak bisa, aku mau istirahat capek banget. Lagi an kan masih bisa besok di bahasnya di kantor."
"aku gak mau, aku mau nya sekarang kay. Kalau kamu gak mau aku gendong kamu sekarang," usul bryan sambil tersenyum jahil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr CEO and Me
Romansapertemuan yang tidak disengaja dan menambah konflik baru di dalam kehidupanku mikayla amaris dustin dalam pertemuan yang tidak disengaja aku sudah terjebak akan pesonamu, dan aku memutuskan kamu harus jadi milikku brian ernest flannery
