10.semakin berulah

5.8K 83 7
                                        

Kayla menjalani kesehariannya seperti biasa. Kayla berusaha tidak terlalu memikirkan kejadian beberapa hari lalu yang ia alami, bahkan keluarga kayla tidak mengetahui soal kayla diikuti orang misterius itu.
Setelah kejadian malam itu juga, kayla keesokan harinya langsung cek cctv di basemant parkiran, tapi ternyata orang itu tidak melewati lokasi yang terpantau cctv. Pada akhirnya kayla berusaha tidak memikirkan peristiwa itu, ia juga tak ingin keluarganya khawatir jika mengetahui hal tersebut.
Hari ini kayla disibukkan dengan beberapa dokumen yang harus ia cek. Ketika sibuk seperti ini kayla paling tidak suka jika ada yang mengganggunya.
Salah satu hal yang paling ia tidak suka mendengar deringan handphonenya sendiri yang sudah berbunyi selama sepuluh kali deringan. Bahkan ia sampai membisukan nada dering handphonenya, tapi dasar sang empu yang menelfonnya memang tidak pantang menyerah.
“astaga ni orang kok gak nyerah sih dari tadi hubungin aku mulu. Dia ini emang dasar gak punya malu,”omel kayla sendiri.
Karena deringan yang tidak kunjung berhenti akhirnya kayla memutuskan mengangkat panggilan itu.
Ada apa sih ian dari tadi kamu nelfon aku mulu?!!! Kalau kamu mau membahas soal kerja sama perusahaan, kamu bisa membahas dengan atasanku, beliau sudah datang dari perjalanan dinasnya jadi gak ada alasan lagi kamu hubungi aku ian.
Aku sudah tau soal pembahasan kerja samanya bukan sama kamu lagi. Tapi kata siapa aku gak ada alasan hubungi kamu? Tentu ada kay, aku ingin kita akrab bisa berteman seperti dulu gak canggung seperti saat ini.
Oke, aku tidak keberatan jika kamu ingin menjalin hubungan pertemanan sama aku. Tapi saat ini aku tegaskan sekali lagi ya, pertemanan yang ku maksud itu hanya bener-bener berteman sewajarnya saja, tidak ada  skinship seperti dulu.
Bryan yang mendengar penolakan kayla secara terang-terangan merasa malu. Bagaimana bisa ia yang sudah berkepala tiga ini tidak bisa mengendalikan libidonya sendiri di hadapan gadisnya.
Oke gak masalah kay.
Yauda ku tutup dulu telfonnya. Oh ya jangan sering-sering nelfonin aku ian. Kamu ini kan owner sekaligus pemimpin perusahaan, bagaimana bisa kamu seperti tidak ada kesibukan menelfonku puluhan kali. Ku tutup dulu.
Iya kay, aku gak akan sering nelfonin kamu lagi kok. Lagian aku seperti ini kan tadi sudah kujelasin alasannya.
Kayla yang mendengar bryan melakukan pembelaan diri hanya bisa memutar mata mendengar alasan yang sungguh tidak masuk akal itu. Kayla bukannya tidak tau bagaimana selama ini sepak terjang bryan dengan para wanita-wanita yang berada disekitarnya. Walaupun selama ini bryan tidak pernah menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita, bryan tetaplah seorang pria normal yang pasti sering melakukan skinship dengan para teman wanitanya.
Kayla memutuskan akan menutup panggilan, tapi ternyata bryan mengucapkan kalimat yang membuat kayla marah dan malu.
Aku gak akan melakukan skinship kalau kita gak berada di dua situasi. Situasi pertama di mana aku sendiri hilang akal dan pada akhirnya harus melakukan skinship ke kamu. Situasi yang kedua dimana kamu sendiri yang meminta skinship padaku, ucap bryan penuh percaya diri.
Sontak kayla langsung mematikan panggilan bryan.
Dasar pria gila, bagaimana bisa ia tidak punya malu berkata seperti itu. Situasi itu tidak akan pernah terjadi, kalau memang terjadi situasi seperti itu aku harus menghindar, batin kayla.
Tak terasa kayla sudah duduk di hadapan berkas-berkas yang tak pernah kunjung selesai ini selama berjam-jam. Kayla merenggangkan badannnya yang terasa pegal dan kesemutan. Melirik jam di atasnya yang ternyata sudah waktunya kayla makan siang. Kayla memutuskan keluar untuk mengistirahatkan otak dan badannya sejenak dan sekalian makan siang agar staminanya terisi kembali.
Ketika keluar dari ruangannya, kayla berpapasan dengan dhea yang ternyata hendak makan siang juga.
“dhea nanti saya akan kembali agak terlambat kalau memang ada hal-hal yang mendesak kamu bisa hubungi saya.”
“baik bu,”jawab dhea sambil menganggukkan kepala.
“oh iya, kemarin pas kamu memberikan titipan buket untuk saya dari seorang pria apa pria itu sempat meminta nomer handphone saya? Apa kamu yang memberi nomer handphone saya sama dia dhe?”
“iya bu. Maaf bu apa saya melakukan kesalahan?”
“saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika memang ada orang yang ke sini meminta nomer saya yang bisa dihubungi, kamu bisa memberinya kartu nama saya. Saya tidak terlalu suka jika ada yang mengetahui kontak pribadi saya untuk hal yang bukan berkaitan dengan bisnis.”
Dhea yang mendengar hal tersebut tentu merasa takut dan khawatir, ia sudah melakukan hal diluar lingkup kerjanya.
Kayla yang melihat ketakutan dhea berusaha meredam emosinya.
“saya tidak akan mempermasalahkan hal ini. Tapi ingat jangan sampai terulang lagi,”ucap kayla sambil tersenyum tipis dan berlalu jalan.
Kesempatan itu membuat dhea merasa lega karena ia masih bisa memperbaiki kesalahanya itu. Dhea juga nampak lega tidak melihat gurat emosi di wajah kayla.
***
Setelah merasa tenaganya sudah terasa penuh, kayla memutuskan balik ke kantor.
Ketika memasuki ruangannya ia melihat sebuah kotak kado di atas mejanya. Awalnya kayla mengira kado itu dari orang yang sama yaitu bryan, tapi ketika membuka kotak tersebut betapa terkejutnya kayla dengan isi kotak itu. Sontak isi kotak tersebut ia lempar ke lantai dan segera menghubungi asistennya.
Dhea siapa yang mengirim kotak kado di atas meja saya ini? Tanya kayla sambil ketakutan.
Saya tidak tau bu. Tadi ada kurir yang menyampaikan bahwa itu titipan untuk bu kayla makanya saya langsung menaruh di atas meja bu kayla. Apa ada masalah bu?
Iya, kamu cepat telfon ob untuk ke ruangan saya.
Ketika memasuki ruangan kayla betapa terkejutnya dhea melihat kotak yang tergeletak di lantai. Dan ia tidak menyangka bahwa isi kotak tersebut boneka yang menyerupai badut dan berlumuran darah.
Dhea yang melihat atasannya itu berada di pojokan dinding sambil menggit kuku jarinya nampak sangat ketakutan. Ia segera menghampiri kayla.
“apa anda tidak apa-apa bu?”
“saya takut dhe. Apalagi isinya boneka badut saya paling benci itu kay,”jawab kayla sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya.
“maaf ini kesalahan saya yang asal meletakkan kotak kado di atas meja bu kayla.”
Dhea berusaha menenangkan kayla, dan tidak berapa lama ob sudah tiba dan membereskan kotak kado yang tergeletak tadi.
***
Setelah peristiwa pemberian kado asing dari orang tak dikenal, kayla lebih waspada untuk hal-hal yang selalu ia terima dari orang lain. Seperti kali ini, kayla mendapatkan kotak yang nampaknya berisi coklat kesukaannya yang nampak dari luar. Tapi kayla masih trauma akan hal yang bersangkutan dengan kotak kado, dan hal tersebut membuat kayla tidak berani menyentuh sedikitpun kotak kado tersebut.
Tiba-tiba terdengar deringan telpon ruang kayla, ternyata bryan ingin bertemu dengannya. Walaupun pada awalnya kayla tidak tau apa yang membuat bryan ingin berjumpa dengannya, tapi ia tetap setuju untuk bertemu dengan pria itu.
Ketika bryan memasuki ruangan kayla, ia tampak heran melihat kotak kado yang selama ini ia kirim untuk kayla tidak pernah di sentuh.
“kenapa kotak kado yang ku kirim, kamu biarkan seperti ini kay? Sama aja kamu tidak menghargai pemberianku,”ucap bryan tanpa basa basi.
Kayla yang pada awalnya ingin bertanya apa tujuan bryan ke sini, langsung bungkam seketika ketika ia baru mengetahui bahwa kado yang selama ini ternyata dari bryan. Awalnya kayla berpikir itu kado yang sama seperti sebelumnya, walaupun ia tau isi kotak kado itu dari luar tapi kayla tidak bisa membayangkan jika ternyata di balik isi kado yang nampak itu ada hal yang lebih mengerikan daripada boneka badut yang ia terima beberapa hari lalu.
Bryan yang melihat kayla nampak gelisah merasa heran, kenapa sikap kayla seperti itu. Tanpa di sadari kayla, bryan sudah berdiri di samping kayla dan memegang pundak kayla untuk meminta penjelasan sikap gelisah kayla.
“kamu kenapa kay? Apa ada masalah?”tanya bryan dengan wajah penuh khawatir.
Pada awalnya kayla diam, tapi setelah bryan memaksa kayla untuk menceritakan hal yang membuat kayla gelisah, pada akhirnya kayla menceritakan semua tanpa terkurangi sedikitpun.
“astaga kay kenapa kamu baru bilang sekarang kalau kamu mendapat terror seperti itu? Kamu juga kenapa tetap pulang sendiri padahal kamu sudah merasa diikutin orang selama beberapa hari. Kenapa kamu tidak cerita sama aku kay, lebih baik aku yang antar kamu pulang daripada kamu dalam situasi berbahaya seperti ini,”cerocos bryan panjang lebar.
Kayla yang mendengar omelan bryan hanya heran, bagaimana bisa pria dewasa yang sering menampakkan sosok dingin seperti dia ini bisa berbicara panjang lebar seperti barusan.
“kay kamu dengerin aku ngomong gak? Jawab aku kay jangan cuma diam saja.”
“iya ian aku dengar kok. Aku gak mau ngerepotin kamu dengan masalahku ini.”
“lebih baik kamu ngerepotin aku kay, daripada kamu dalam situasi berbahaya.”
Kayla hanya diam membisu tidak bisa melawan ucapan bryan.
“mulai nanti kamu pulangnya harus sama aku. Kamu bawa mobil sendiri apa gak?”
“gak perlu ian. Aku tadi nebeng, jadi nanti aku bisa nebeng lagi sama yang lain.”
“aku bilang tidak ya tidak kay! Aku tidak menerima penolakan kay,” kukuh bryan.
“tapi aku sudah janji nanti mau pulang sama yang lain.”
“aku tidak pernah setuju kamu pulang sam orang lain. Kamu lebih aman pulang sama aku.”
Aku pulang sama kamu bukannya aman malah bahaya, omel kayla dalam hati.
Bryan yang melihat kayla hanya diam beranggapan bahwa kayla setuju dengan perkataan bryan.
“kayaknya aku harus balik ke kantor dulu kay. jumpa nanti lagi ya kay.”
Dengan segera bryan harus balik ke kantornya, tanpa mendengar penjelasan kayla yang menolak pulang bersama dengan bryan.
Jam sudah menunjukkan waktunya kayla pulang kerja.
“kay jadi bareng pulangnya sama kakak kan?” tanya kino yang tiba-tiba muncul di ruangan kayla.
“jadi kak.”
Kino dan kayla berjalan beriringan menuju mobil, ketika kayla akan memasuki mobil tiba-tiba bryan menarik tangan kayla secara paksa. Kino yang melihat adiknya diperlakukan seperti itu tentu saja tidak terima, tapi ketika kino ingin menghentikan sikap bryan kayla menahan kino untuk tetap diam di dalam mobil. Bukannya kino tidak mengetahui jika bryan itu adalah salah satu rekan bisnisnya, ia tau betul bryan itu pria yang seperti apa. Yang kino tidak habis pikir, kenapa pria seperti bryan memperlakukan adiknya dengan sikap seperti sudah kenal dekat sebelumnya. Rasanya bryan ingin menghampiri mereka berdua, tapi kino menahan rasa penasarannya itu. Ia tau jika memaksakan menghampiri kayla, pasti kayla akan marah besar padanya. Tentu itu adalah hal yang paling tidak kino inginkan.
Di lain tempat, bryan menarik kayla secara paksa dan berjalan ke mobilnya tanpa mendengarkan penolakan kayla.
Kayla yang berusaha memberontak tapi tidak membuahkan hasil memutuskan menggigit pergelangan tangan bryan. Hal itu membuat bryan kaget dan sontak melepaskan cengkeraman tangannya pada kayl.
Bryan yang melihat kayla memegang pergelangan tangannya yang sedikit memar merutuki kebodohannya sendiri dalam hati. Bagaimana bisa ia berlaku kasar lagi terhadap kayla.
Kayla yang melihat bryan merasa bersalah tidak membuang kesempatannya untuk protes pada bryan.
“kenapa kamu menarik tanganku secara kasar ian?!”
“maaf tadi aku terlalu terbawa emosi lihat kamu lebih milih pulang sama pria lain daripada sama aku. Lagi an kamu kan sudah janji mau pulang sama aku, tapi kenapa kamu malah pulang sama pria lain?”
Kayla yang mendengar hal itu hanya heran dengan sikap mantan atasannya yang tidak jelas seperti bryan ini.
“bentar ya, perlu ku klarifikasi dulu. Aku tidak pernah janji pulang sama kamu, itu kamu sendiri kan yang maksa aku ngajak pulang bareng. Perlu kamu tau, pria lain yang tadi sama aku itu kakak kandungku ian. Lagian kamu gak ada hak larang aku pulang mau sama kakakku atau sama pria lain. Dan satu lagi, aku paling gak suka pria kasar seperti kamu ini,” tunjuk kayla pada bryan dan berlalu pergi.
Bryan yang mendengar penjelasan kayla merasa menyesal, ia tidak berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.
Aaa… sial.. ke mana otak pintarmu bryan? Kenapa kamu bisa jadi pria bodoh jika berdekatan dengan kayla, batin bryan frustasi.

Mr CEO and MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang