six

873 89 5
                                        


Bugh

Pukulan tak ter-elakan dari Al membuat kepala Adit menoleh ke samping

"Arghh sial."

| | | | | |

Adit yang mendapatkan pukulan secara tidak langsung ambruk dan jatuh ke tanah, bibirnya berdarah akibat terkena pukulan dari Al sehingga membuatnya ambruk, Al menarik kasar kerah Adit agar bisa berdiri.

Bugh

Satu pukulan lagi mengenai pipi sebelah kanan membuat sang empu menoleh ke samping setelah mendapatkan pukulan tersebut.

Bugh

Bugh

Bugh

Bugh

Pukulan demi pukulan yang Adit dapatkan dari Al membuat sebagian badannya babak belur karna pukulan tersebut, Adit mencoba untuk bangun sambil meringis sakit memegang perut nya.

"Arghh sialan lo Al."

Bugh

Al yang sedang tak fokus tadinya tiba - tiba mendapatkan pukulan dari Adit membuatnya lunglai ke belakang.

"Anjing." desis Al, cukup perih rasanya mendapatkan pukulan yang ia dapatkan di sudut bibir, membuat bibir nya mengeluarkan darah.

Al yang tak terima langsung menerjang adit untuk membalas pukulan tersebut, tak hanya pukulan Al bahkan tak segan segan mematahkan tangan Adit yang membuat bibir nya mengeluarkan darah, sebenarnya ia tak keberatan akan hal itu tapi ia takut Ara cemas pada dirinya saat melihat luka lebam yang terdapat di muka nya tersebut.

Sedangkan anggota Vincere yang lainnya sedang melawan Phiton, bagi mereka ini tak seberapa karna gang Phiton adalah gang yang baru saja muncul beda dengan mereka yang sudah beberapa kali turun ke jalanan.

"Al awas di belakang lo." teriakan dari satria membuat Al menoleh ke belakang, sebuah balok kayu yang tadinya mengayun ke arah nya berhasil ia hindari.

"Tangan kosong kalo berani." bentak Jordan, kesal karna lawannya menggunakan balok kayu untuk melumpuhkan mereka.

Sedangkan Raga dan Arga mereka berdua sedang melawan musuh di mulai dari memukul, mempelintir tangan musuh, hingga membuat patah tulang ringan.

Tanah yang tadinya berwarna kuning sekarang di penuhi oleh lautan manusia berdarah, kali ini Vincere menang lagi dan anggota nya tidak terlalu banyak yang terluka parah.

Sedangkan Adit yang melihat anggotanya tumbang segera menyuruh anggotanya mundur karna tidak mungkin mereka melanjutkan peperangan kali ini karna kalah.

"ARGHH SIALL MUNDUR ANJING."

"Awas aja lo Alexander kali ini lo kalah tapi ga untuk besok." Peringat Adit pada Al sambil menahan sakit pada bagian tubuhnya.

"Wuuuhhh makanya jangan so - so an gini doang udah kalah lo." Zaky menatap remeh anggota phiton karna banyak di antara anggota tersebut yang telah tumbang.

"Ssttss sialan lo pada liat aja ntar." Adit segera menyuruh anggota nya untuk mundur karna ia kalah lagi kali ini, suara knalpot terdengar riuh menandakan mereka akan pergi dari wilayah tersebut.

Vincere membawa kemenangan lagi kali ini, hanya sedikit anggota mereka yang terluka parah, yang tadinya membawa anggota tujuh puluh lima orang sekarang tinggal lima puluh orang. Ada yang terluka parah akibat serangan yang di dapat karna lawan mereka memakai senjata tajam dan ada juga yang hanya mendapatkan lebam akibat tawuran tadi.

"Yang luka nya parah bawa ke rumah sakit aja gue yang bayar sisanya ke markas buat obatin luka kalian." Al menyuruh sebagian anggotanya ke rumah sakit dan yang lukanya tak terlalu parah hanya perlu mengobati nya di markas.

Setelah menyuruh yang terluka parah ke rumah sakit ia dan anggota inti kembali ke rumah masing - masing, ada yang pergi ke apart dan markas, karna saat keadaan seperti ini tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah masing - masing.

sedangkan inti Vincere pergi ke apart Al karna katanya 'malas di markas' dan sebagian anggota yang lain pergi ke markas untuk membersihkan luka mereka.

|  |  |
Ceklek

Wanita paruh baya masuk ke dalam kamar bernuansa baby blue.

"Sayangg bangun yuk, udah waktunya makan malam loh." Ujar bunda lembut sambil mengelus pelan kepala Ara.

"Nghh." Ara mengeluh pelan saat suara bunda masuk ke dalam indra pendengaran nya.

"Ahh bunda mahh." Rengek Ara, dirinya masih mengantuk tetapi bunda tetap kekeh ingin membuatnya bangun.

"Ckck bangun sayang, emang kamu ga laper hm?." Tanya bunda yang masih mengelus rambut Ara.

"Yaudah iya Ara bangun tapi bunda keluar." Ara mencoba bangun walaupun nyawanya belum terkumpul semua, ia mencoba berjalan menuju kamar mandi.

Sedangkan bunda hanya tersenyum kecil lalu keluar dari kamar Ara.

"Good malam semua." Teriakan membaha itu tanda bahwa putri bungsu 'sanjaya' turun dari kamarnya.

"Jangan teriak sayang." Tegur bunda agar anaknya itu tidak sering teriak.

"Iya Queen nanti tenggorokan kamu sakit." Sahut ayah. Sedangkan Raihan ia hanya diam memperhatikan keluarga nya. Ia merasa sedikit capek karna sudah beberapa hari ia tidak bisa tidur, pekerjaan kantor membuatnya selalu begadang tiap malam.

"Hehe iya bun, yah, loh Abang kembar mana bun kok ga nampak?." Tanya Ara yang baru saja mendaratkan badannya di kursi.

"Abang kamu ga pulang, nginep dirumah temennya sayang." Jawab bunda sambil mengambil lauk untuk ayah.

"Loh ke-."

"Makan jangan ada yang berbicara." Omongan Ara terputus saat ayah berbicara dengan tegas, sedangkan Ara hanya bisa menghela napas pelan.

Setelah selesai makan Raihan kembali ke kamar guna untuk ber istirahat badannya terasa remuk karna kerjaan kantor yang menumpuk.

Sedangkan ayah, bunda, dan Ara berkumpul di ruang keluarga untuk menonton sambil memakan cemilan yang dibuat bunda.

Ini yang di sukai Ara dan Abang nya sesibuk apapun ayah nya pasti tetap meluangkan waktu untuk keluarga nya walaupun hanya sebentar.

Dikarenakan besok hari libur mereka bertiga kompak ingin berpiknik di taman belakang.

Setelah merencanakan apa yang ingin di lakukan hari esok Ara pamit ke orang tuanya ingin ke kamar dengan alasan ngantuk.

Ara yang sudah sampai di kamar langsung menyambar handphone nya untuk menelpon Al.

Panggilan pertama tak terjawab

Panggilan kedua tak terjawab

Panggilan ketiga tak terjawab.

"Ishh kak Al mana sih udah ilang dari siang, malam ga ngabarin." Gerutu Ara kesal karna sang kekasih pujaan nya itu tak memberinya kabar.

Tak lama saat ia menggerutu notif yang ia tunggu datang juga dengan perasaan senang ia membuka pesan dari Al.

Setelah bertukar kabar melalui WhatsApp dan rasanya malam ini Ara cepat mengantuk lalu tak lama ia tertidur pulas.

Sedangkan Al disana ia tersenyum kecil, tau bahwa gadis kecil nya disana sudah terlelap.

"Good night little girl." Gumam Al yang masih menatap ruang chat nya dengan Ara

TBC.









 Queenara AzzahraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang