three

2.2K 136 10
                                        

Al yang mendapatkan Ara yang menerjangnya langsung memeluk Ara sambil mencium puncak kepala Ara dengan gemas.

"Kak Al kemana aja sih kok ga keliatan kan Ara kangen tau." ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya membuat orang yang ada di sana pun merasa gemas.

Al yang melihat itu langsung mengelus puncak kepala Ara karna merasa gemas dengan tingkah gadis nya "Ga kemana mana kok sayang tadi abis jogging sama yang lain di taman, tadinya mau ngajak kamu cuman karna tidur kamu pules banget ga jadi deh."

"Heh Lo berdua kalo mau pacaran pindah sono gue yang jomblo kan iri pengen gitu juga mana cewe cadangan gue abis lagi." sahut Zaky, jujur saja ia tak sanggup jika harus melihat ke uwwuan ini setiap hari. Oh ayolah siapa juga yang tahan apalagi kaum jomblo seperti ia ini.

Al yang mendengar itu tentu saja memutar bola matanya malas "Kita ke kamar kamu aja ya sayang, kasian yang lain nanti iri."

"Udah Sono ke kamar aja lo berdua tapi jangan aneh - aneh lo sama adek gue mentang mentang adek gue gatau apa-apa." sahut Raihan, dia hanya waspada saja pada Al.

Al pergi begitu saja setelah mendengar perkataan Raihan sambil mengendong Ara ala koala.

Saat sampai di kamar mereka duduk di sofa yang berdekatan dengan jendela yang langsung membuat mereka menatap ke luar mansion. Hamparan bunga yang luas, di tata dengan rapih, dirawat dengan baik, bunga yang berwarna warni membuat siapa saja yang melihat nya terpesona.

"Sampai kapan memelukku terus hm?." suara berat itu nampak tak bisa menahan rasa ingin menerkam gadis yang berada di pelukan nya. Karna Ara dari tadi terus saja bergerak di atas pangkuan Al sehingga membuat Al menggeram.

"Sayang jangan bergerak."

"Huh emang kenapa." sahut Ara dengan nada penasaran.

"Ah tidak apa - apa baby." suara Al tertahan tentu saja membuatnya sedikit tersiksa dan beruntung nya iman nya kuat saat ini.

Ara yang mendengar itu tentu saja kembali merebahkan kepalanya di pundak Al, sambil melihat hamparan bunga di depan mata yang menyejukkan.

"Kamu belum sarapan kan? Aku ambil cemilan ya biar perut kamu ada isinya."

Ara yang tadinya berada di pangkuan Al kini berpindah posisi di atas kasur "Nantik kesini lagi ya." Binar harap terlihat di mata coklat itu.

"Iya sayang aku bakal kesini lagi."

"Iyadeh."

"Jangan gitu dong aku janji pas aku balik aku bawa eskrim kesini gimana hm?."bujuk Al agar sang gadis tidak murung lagi.

"Iyanih ya kak Al bawa eskrim buat Ara ya." kata Ara kembali bersemangat setelah mendengar kata eskrim.

"Yes baby i'am promise, yauda aku ambil dulu ya."

"Heem." balas Ara singkat karna menonton YouTube menampilkan Vidio Doraemon.

|  |  |

Ketika sampai di bawah Al melihat teman - teman nya yang tidak minim akhlak itu sedang membuat ruang tamu menjadi kapal pecah sampah snack dimana - mana, ada yang bermain handphone, bermain game online, bermain PS, suara riuh bersaut sautan meneriaki satu sama lain. Mereka semua yang melihat itu pun tidak merasa heran lagi, karna sudah sering terjadi.

"Heh lo mainnya gimana sih pande main ga sih lo hah?!." kesal Jo pada adib.

"Heh Lo yang gimana maennya dah jelas gue udah bener mainnya lo nya aja yang ngawur."sahut adib dengan nada kesal pada Jo karna dari tadi ia terus yang selalu di salahkan.

"Lo nya aja yang ga pande main babi pake ngeles segala lagi lo."

Stik PS itu tergeletak begitu saja setelah di banting oleh Adib "Dahlah males gue main nya lagian lo nya aja yang cerewet kek cewek."

Al yang melihat itu hanya menatap datar teman - teman nya.

Raga yang melihat itu hanya berdecak, kepala nya menoleh ke arah Al yang mana tengah tingkah Jo dan Adib. "Tumben, mau apa lo kok turun?." sahut raga dengan heran sebab biasanya selama ada Ara hidup nya serasa aman dan damai.

"Cemilan." jawab Al sambil meletakkan kedua tangannya di kantong celana.

Jordan yang mendengar itu menyergit kening heran "Hah apaan si? lo ngomong apa hah yang bener dong kalo ngomong." Kesal karna Al selalu ngomong dengan singkat.

"Lo berapa lama sih temenan sama Al kek gatau aja lo, Al tu bilang kalo dia tu butuh cemilan gitu aja gatau lo." sahut Fathur dengan heran pada Jordan.

"Cari aja di dapur sono kalo abis ntar beli lagi " nada santai itu terdengar dari mulut Raihan yang sedang melihat Jo kembali bermain PS dengan Adib.

Tanpa sepatah kata Al meninggalkan mereka dengan muka cengo berbeda dengan satria yang melihat ini dengan mimik muka datar karna drama seperti ini sering ia lihat di sekolah, di markas, atau di tempat kumpul dimana pun itu jadi tak heran lagi.

Setelah mengambil cemilan dirasa cukup Al bawa cemilan ke atas tanpa mengucapkan sepatah kata saat melewati ruang tamu tersebut.

|  |  |

Ceklek

Suara pintu dibuka menampakkan pria jangkung dengan snack di tangannya. Ia melihat kalau gadisnya sedang asik bermain handphone dengan sesekali terkikik geli karna layar handphone menayangkan vidio yang lucu menurut nya. Sehingga saat Al membuka pintu pun Ara tak mendengarnya sama sekali.

Al yang melihat itu tersenyum kecil, tangan nya terulur untuk mengelus puncak kepala Ara "Sayang ini eskrim nya mau ga."

"Hah eskrim mana mana." Ara yang mendengar itu dengan nada antusias karna eskrim yang ia inginkan telah ia dapatkan.

"Ini, kamu kau yang mana?." kata Al, ia membawa semua varian eskrim karna bingung pada Ara di saat gadis atau wanita lain menginginkan satu varian eskrim maka berbeda dengan Ara. Ia menyukai semua rasa eskrim karna menurutnya semua eskrim itu enak. Kalau di suruh memilih antara uang dan eskrim tentu saja ia akan memilih eskrim.

"Hem yang mana ya." Ara mengetuk jari telunjuk di dagu menunjukkan bahwa ia sedang berfikir.

"Ara mau yang rasa strawberry." setelah Al memberikan eskrim varian strawberry ia langsung memakannya dengan lahap.

"Pelan pelan dong sayang masih banyak kok eskrim nya." Al terkekeh geli pada gadisnya itu.

"Heem kak Al emang gamau padahal enak banget lo."

"Aku gamau buat kamu aja sayang." Al mengelus puncak kepala Ara.

"Emh yauda deh nantik kalo abis Ara mau lagi ya." ujar Ara dengan nada berharap

"Udah dulu ya kan kamu belum makan nasi ntar kalo kamu belum makan nasi ntar perut nya sakit lho, kamu gamau kan perut nya jadi sakit hem?." kata Al pada Ara karna ia sangat takut Ara kenapa - napa apalagi sampai sakit ia merasa gagal menjadi pacar Ara.








 Queenara AzzahraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang