Seberapa Lelah Dirimu Sekarang?

65 8 3
                                    

Skala satu sampai sepuluh.

Lelah karena terbebani hidup atau lelah karena membebani hidup?

Untuk beban hidup, mari istirahat sejenak. Tarik napas. Mungkin ada mimpi-mimpi yang menunggu, ada juga target-target yang tergugu, atau seseorang yang mengganggu. Mari istirahat, meluruskan kaki. Sejenak melepas penat setelah lama berlari.

Untuk membebani hidup, mari berpindah. Kadang nyaman itu meresahkan, bagi mereka yang sadar tapi tak ada pergerakan. Menyamankan diri itu menyenangkan, selalu. Ada yang prosesnya panjang, ada juga yang instan. Proses panjang itu bisa jadi nyaman yang mendewasakan, nah yang instan itu yang perlu diperhatikan.

Kita lelah. Sama-sama terengah-engah. Iya, kita perlu berhenti sejenak. Melihat mimpi untuk termotivasi, melihat kaki untuk menyemangati, melihat hati untuk memperbaiki.

Kita lelah. Sama-sama terkapah-kapah. Iya, kita perlu berhenti sejenak. Merefleksi; dari kenyamanan ini apa yang kita dapati, mengevaluasi; dari kesenangan ini apa yang kita cari, memperbaiki; dari keasyikan ini apa yang kita temui.

Kadang bosan dengan mimpi, kadang bosan dengan diri sendiri. Menyalahkan target yang terlalu parah, pun kadang diri yang tak jua tergugah.

Capek nggak sih?! Jadi produktif ataupun enggak. Bahkan jadi keduanya.

Capek! Kesel! Bosen! Pengen pergi pokoknya, entah dari tenggat atau dari jasad.

Ya udah, nggak pa-pa. Kita memang perlu berhenti. Melihat orang-orang yang berkejaran, ingin lari tapi tak bertenaga. Melihat orang-orang berkejaran, ingin lari tapi nanti.

Iya berhenti, tapi ayo jalan lagi sambil bawa buku ini.

Change is Coming SoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang