E13 : Target

8.1K 191 4
                                        

Situasi makin memanas saat Tito, dengan bibir yang digigit karena birahi, memegang belakang kepala Karel dengan tegas, memaksanya untuk menghisap pelernya. Karel, meskipun sedikit kaget, menurut dan mendekat, mencium, menjilat, dan akhirnya mengulumnya, membuat Tito merintih dengan penuh kenikmatan.

Tito meresapi setiap sensasi dengan penuh kepuasan, menggelinjang dan menahan nafasnya saat Karel mengulum dengan penuh gairah. Dengan kedua tangannya, Tito menahan kepala Karel, mengisyaratkan bahwa dia ingin dosennya merasakan setiap inci dari kepuasannya. Namun, saat Karel mulai tersedak, Tito melepaskan pegangan dan membiarkan Karel bernafas kembali.

Tapi alih-alih menyerah, Karel kembali dengan semangat yang menggebu-gebu, menghisap kedua telur Tito dengan penuh antusiasme. Dia merasakan kebanggaan pemuda tersebut dalam setiap gerakan, membuat Tito merasa seperti seorang raja yang diangkat ke langit ketujuh.

Ketika Karel menghirup jembutnya dalam-dalam, Tito merasa begitu terpuaskan. Sensasi-sensasi yang dialaminya membuatnya merintih dengan kenikmatan yang tak terhingga, sementara Karel menunjukkan keahliannya dalam memberikan kepuasan yang luar biasa.

Dengan sensasi yang memabukkan, Tito membiarkan libido mengalir melalui dirinya. Mereka berdua tenggelam dalam momen keintiman yang penuh gairah, membiarkan hasrat mereka mengambil alih dan membawa mereka ke puncak kenikmatan yang tak terlupakan.

Atmosfer menjadi lebih intim ketika Tito bangkit dan memutar tubuh Karel, menjatuhkannya terlentang di bawahnya. Dengan ekspresi predator yang lapar, Tito menghujani Karel dengan kecupan-kecupan dari bibir hingga lehernya, sementara tangan-tangan gesitnya begitu terampil membuka satu persatu kancing baju Karel, membuat Karel mendesah tak tertahankan.

Tak mampu lagi membendung keinginan, Tito langsung menghisap kedua puting Karel dengan penuh hasrat, menjilat dan mencium setiap inci kulitnya dengan nafsu yang meluap-luap. Saat Tito menurunkan celana panjang Karel dan CD nya bersamaan, ia langsung melemparnya ke lantai, Karel merasa sepenuhnya terpancing dalam arus kegairahan yang membara.

Ia memutar tubuh Karel menjadi tengkurap, merobek bungkus tisu magic dengan mulutnya dan memberikan cairan pelicin. Tanpa permisi lagi, Karel merasakan sesuatu menembus bokongnya saat Tito memasukkan pelernya.

"Dekatkan dirimu padaku, Tito," Karel memohon dengan suara gemetar, meminta Tito untuk memenuhi kebutuhan hasratnya. Tito menurut, mendekap Karel dengan erat, dan dia menjawab dengan suara yang penuh kasih, "Gue disini, pak. Gue akan bikin lo ngerasain kenikmatan yang tak terlupakan."

Dengan gaya yang jantan, Tito memaju mundurkan selangkangannya, sambil mengenggam kedua tangan Karel dan menciumnya dari belakang.

Keduanya saling bertukar ciuman penuh gairah dan kehangatan, menyatukan diri dalam gelombang kenikmatan yang memenuhi kamar itu dengan aroma keintiman yang membara.

Karel turut menyambut dengan nafsu, keduanya saling bertukar ludah dan merasakan lidah satu sama lain dengan penuh keinginan dan kepuasan. Mereka terperangkap dalam aliran gairah yang tak terbendung, membiarkan hasrat mereka memimpin jalan dalam momen yang memabukkan itu.

Di malam yang penuh adegan mendalam penuh arti, keduanya saling memberi dan menerima dengan hasrat yang tak tertahankan, memperkuat ikatan sensual di antara mereka.

Suara dan irama mereka tergantikan oleh suara-suara hasrat yang mengisi ruangan, desahan nafas yang terengah cukup menjadi bukti sakral yang memperdalam ikatan sensual di antara mereka dalam momen yang luar biasa.

Intensitas begitu mencapai puncaknya ketika mereka terlibat dalam permainan yang penuh nafas memburu, keringat dan juga desahan yang tersengal-sengal, membiarkan hasrat mengambil alih dan membawa mereka ke puncak kenikmatan yang takkan pernah mereka lupakan selamanya.

Brondong Kampus [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang