E10 : Kendali

5.1K 127 0
                                        

Sebelum semua ini, sebelum Tito datang dan membalikkan hidupnya, Karel hanyalah seorang pria biasa. Seorang suami. Seorang dosen hukum yang tekun. Seorang lulusan luar negeri yang bangga akan prinsip dan harga diri. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang selalu gagal ia kuasai:

Tubuhnya sendiri.

Karel menikah di usia 31. Istrinya seorang pengacara muda dari kantor hukum besar. Cerdas, tajam, dominan. Cantik. Tapi juga ambisius. Dalam dua tahun pertama pernikahan mereka, hanya dua kali mereka benar-benar bercinta. Dan keduanya berakhir canggung.

Karel terlalu lembut. Terlalu penuh perhitungan. Ia mencoba menjadi suami ideal-tapi setiap kali ia menyentuh tubuh istrinya, tangan itu gemetar, seolah takut salah. Bukan karena ia tak menginginkannya... tapi karena ada sesuatu dalam dirinya yang lebih suka dikuasai, bukan menguasai.

Kenangan itu muncul tiba-tiba-gambar jelas ketika malam-malam di kamar tidur mereka, lampu temaram, pintu terkunci, dan suara mantan istrinya yang menuduh, menyakitkan:

"Benarkah kau seorang pria, Karel? Kenapa setiap kali kita... kau selalu begitu kaku? Apa kau suka pria?"

Kata-kata itu menghantamnya lebih keras daripada dera hujan di luar jendela. Dulu, ia berusaha menenangkan, berusaha membuktikan kepada istrinya bahwa kecintaannya padanya tulus. Namun desahan kecewa dan tatapan tidak puas selalu menjadi jawaban.

Sampai pada satu malam, sang istri menatapnya dengan mata nanar dan berkata,

"Kamu gak pernah bisa bikin aku merasa jadi perempuan. Kamu lebih cocok boneka dildo seks daripada suami!"

Kalimat itu membekas. Lebih dalam dari peluru. Lebih tajam dari pisau.

Karel menutup matanya, mempermalukan dirinya sendiri atas ingatan itu. Ia merasakan darahnya memuncrat ke wajah, tak kuasa menahan luka lama.

Aku sudah melakukan yang kubisa, tapi kenapa rasa cukup itu tak pernah datang??

Mereka berpisah. Diam-diam. Tanpa cerita. Tanpa pertengkaran. Tapi dengan luka tak kasat mata.

Sejak saat itu, Karel tak lagi mencoba menjalin hubungan. Tapi diam-diam... Ia mulai membuka situs-situs. Forum-forum gelap. Aplikasi penyewaan, bukan untuk membeli, tapi untuk menjadi milik.

Ia pernah memesan seorang pria muda, bayaran tinggi, di luar kota. Namanya Evan. Karel hanya duduk bersimpuh di lantai, sementara Evan menamparnya pelan, memanggilnya "anjing tua."

Dan... ia suka itu. Lebih dari yang bisa ia akui.

Ia menyimpan semuanya dalam folder tersembunyi di laptopnya. Foto-foto memalukan. Video pendek. Desahan rendah. Ia tak pernah bisa melihat dirinya di sana tanpa malu... tapi juga tanpa bisa berhenti.

Lalu datanglah Tito. Takdir menjahitkan tubuh muda itu ke dalam hidup Karel tanpa ia minta. Dan saat foto alat vital Tito terbuka di layar, Karel merasa seperti dihantam dari dalam.

Senyum brondong itu... tatapan nakal itu... cara Tito mempermainkan dominasi... Itu seperti candu lama yang mendadak muncul ke permukaan, siap mencengkeram lehernya lagi.

Tapi kali ini... bukan sebagai pemesan.

Tapi sebagai korban. Sebagai milik. Sebagai budak yang bahkan tak bisa melawan.

Brondong Kampus [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang