Masa Lalu

526 114 31
                                        

Yeorobuuuns im here! Thanks for waiting, 💋 mwah! Happy reading!

Yeorobuuuns im here! Thanks for waiting, 💋 mwah! Happy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Handuk" titah Yuta pada maidnya.

Fuko masih dalam pelukan Yuta, jauh lebih tenang dari sebelumnya. Sekon kemudian, Yuta melepas pelukannya sambil segera menutupi tubuh Fuko. Kedua tangan besarnya mencengkram bahu kecil itu.

Tanpa sepatah katapun, keduanya saling bertatapan.

Hening.

Yuta mendengus pelan saat ia berdiri diluar kamar, menunggu Fuko memakai pakaiannya.

Pagi itu ternyata bukan pagi yang cukup cerah bagi Fuko, bayangan masa lalu terus menghantuinya. Bayangan yang menyebabkan gangguan jiwa paranoid yang diidapnya sulit sembuh.

Fuko duduk di ujung kasur dan Yuta duduk di kursi kecil sambil menumpu sikutnya diatas paha, siap-siap membombardir wanita kecil itu dengan seribu pertanyaan yang hampir membusuk di otaknya.

"Fuko" buka lelaki berwajah nyalang itu.

Fuko diam.

Sungguh kali ini Yuta ngga mau buang waktu lagi untuk hal-hal ngga jelas yang memenuhi pikirannya.

"Ceritain semuanya"

Fuko melirik Yuta dengan tatapan sayu.

"Bisa?"

Pelan tapi pasti Fuko mengangguk.

•••

6 tahun lalu. Sekolah elit di tengah kota Tokyo.

Setiap hari walaupun matahari bersinar cerah akan selalu jadi hari yang gelap dan mendung untuk Fuko Kiritani. Tahun terakhir sekolahnya semakin buruk saat ia sering membolos agar terhindar dari rundungan teman sekelasnya. Tapi sayang berdiam diri di rumah pun ngga memberikan solusi, alih-alih di perhatikan oleh kedua orang tuanya, ia justru sama sekali ngga melihat mereka barang semenitpun.

Hari-hari menuju ujian akhir tiba, banyak murid sibuk dengan jam pelajaran tambahan sampai larut malam tapi Fuko selalu bergegas pulang sebelum mendapat masalah baru.

Pagi itu turun hujan, awan gelap dan angin kencang menyambutnya saat turun dari mobil. Gerbang sekolah terlihat seperti gerbang neraka baginya. Uang dan kekayaan orangtuanya sama sekali ngga menguntungkan.

Hening.

Suasana kelas pagi itu terasa lebih dingin. Fuko duduk sendirian disana sambil mengisi lembar jawaban ujian susulan.

"Bisa cepat sedikit? Aduh, kamu buang waktu saya. Apa susahnya hadir sesuai dengan jadwal ujian kemarin?" Kata guru itu sambil berkacak pinggang.

"Maaf"

Sore hari, hujan masih belum berhenti. Angin masih berhembus kencang, Fuko berdiri di depan lobi sekolah sambil memeluk buku-buku tebal yang dibawanya lalu mendengus pelan, merasa kesal kenapa harinya selalu sial.

[EDITING ON PROCESS] YUTA'S Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang