19. PENGGEMAR RAHASIA

211 24 0
                                        

"Hujan-hujan gini lo masih aja makan ice cream dek,nggak dingin apa? Bawel banget kalau dibilangin!"

"Gua aduin papa mama lo nih!"

"Blwekkk,bilangin aja kalau berani! Berakhir lo jadi kakak gua kak!"

"Idihhh,berakhir jadi kakak lo? Gua juga ogah punya adik bentukan kayak lo! GAK SUDI NJIRR !!"

"Ntar gua gak ada baru tau rasa lo kak! Nangis kejer lo pasti!"

"ADIK KAYAK LO GAK BAKAL GUA TANGISIN !! GAK GUNA !! UNFAEDAH !!!"

Guanlin mengusap air matanya yang terus mengalir,dadanya terasa sesak mengingat kenangan bersama adiknya. Ia terisak dalam diam,jantungnya memanas. Ucapannya kepada sang adik sangatlah tajam,gurauan semata menjadi penyesalan untuk selamanya.

Guanlin memandangi foto ia dan adiknya saat menaiki wahana taman bermain,keduanya tampak tertawa bahagia bersama. Kini sang adik sudah tak ada disisinya,adik satu-satunya,adik tercantiknya. Guanlin segera menghapus air matanya ketika mendengar ada seseorang mengetuk kamar tidurnya.

"Kenapa bi?"
Tanya Guanlin dengan wajah datarnya kepada pembantu rumah.

"Dipanggil bapak sama ibuk den"
Ucapnya sambil menunduk. Pembantu rumah sudah faham betul kenapa sikap Guanlin berubah drastis. Pasalnya setelah kematian adik perempuannya,Guanlin menjadi dingin dan cuek pada hal sekelilingnya,dan tak jarang ia bersikap seperti iblis yang mengerikan.

Tanpa menjawab,Guanlin berjalan menuju kamar kedua orangtua nya yang berada di lantai bawah. Ia sesekali menatap datar ke arah pembantu rumah yang tengah menyiapkan begitu banyak makan malam.

"Duduk kamu!!!"
Ucap papa nya dengan tatapan tajam.

"Kamu jangan malu-maluin papa ya! Kenapa kamu bikin masalah disaat seperti ini huh?!"
Raut wajah papa nya menandakan ia sangat marah kepada Guanlin.

"Maaf pa!"
Hanya itu yang dilontarkan oleh mulut Guanlin. Ia tahu jika ia telah menyebabkan kekacauan di kampus,sehingga papa nya tampak sangat emosi kepada dirinya.

"Udah pa! Guanlin balik ke kamar ya nak"
Ucap mama nya sambil membimbing Guanlin keluar dari kamar mereka.

Guanlin melangkah perlahan meninggalkan kamar kedua orangtua nya. Fikirannya terasa kacau,ia ingin kesenangan. Tanpa fikir panjang,Guanlin mengambil kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan rumah.

Guanlin menghentikan mobilnya di club malam di tengah kota. Ia memasuki bangunan itu dangan wajah yang tampak suram. Musik menggema di seluruh bangunan dengan sangat kencang,para remaja maupun dewasa tampak memenuhi bangunan itu sambil menari-nari tak jelas,mereka seperti orang hilang akal,begitupun dengan Guanlin.

Guanlin duduk di sofa di bagian ujung,ia menikmati minuman ber alkohol tinggi yang sudah disediakan pelayan. Ia meminum tanpa henti,pandangannya terasa kabur,semakin larut semakin bertambah remaja dan dewasa yang memasuki bangunan itu. Guanlin menatap penuh smirk saat para wanita berpakaian agak terbuka menghampiri dirinya yang sudah sedikit mabuk.

Para wanita itu menghampiri Guanlin dan menggoda dirinya. Guanlin tampak sangat biasa dengan fenomena seperti ini,sudah tak asing baginya. Guanlin masih mempunyai otak yang jernih,ia tak akan pernah melakukan hal yang tidak senonoh kepada wanita,sekalipun wanita penghibur.

"BANGSAT !!!"
Wanita itu sontak terkejut saat diteriaki Guanlin. Ia segera menjauhkan tubuhnya dari Guanlin,mata wanita itu tampak berkaca-kaca.

"GILA LO HUH ?! PUNYA OTAK DONG !! DASAR CEWEK MURAHAN !!!"
Bentak Guanlin sambil mendorong-dorong tubuh wanita itu dengan tangannya. Guanlin tampak emosi dengan wanita yang kini di hadapannya.

Luka || Huang RenjunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang