35. HAPPY OR SAD?

614 43 14
                                        

"Gimana perasaan kamu sayang?"
"Hm mana yang sakit? Bilang sama Mama"
Ucap Mama Wendy dengan mata memerah sambil mengusap air matanya yang masih bercucuran.

Renjun hanya diam, ia menatap sekeliling dengan wajah sayu. Ia tak mau berbicara sepatah kata pun untuk saat ini. Ia lelah, semuanya terasa hampa, ia tak ingin menggerakkan tubuhnya untuk saat ini. Rasa sakit itu masih menjalar diseluruh tubuhnya.

"Njun?"

Renjun tetap tak menyahut, ia pun enggan menatap wajah Papa dan Mama nya. Ia takut, orangtua nya sudah mengetahui apa yang menimpa dirinya selama ini. Apa yang akan ia katakan nanti? Ia takut membuat Papa dan Mama nya khawatir seperti saat ini.

"Biarin Renjun sendiri dulu, dia baru sadar"
"Kasih dia waktu buat berfikir, kalian jangan tanya apapun dulu"
Ucap Om Suho.

Kedua orangtua Renjun hanya diam dan mengangguk. Mungkin benar adanya, Renjun lelah dan butuh istirahat untuk saat ini. Chanyeol menarik istrinya dan membawanya menjauh, duduk di kursi sofa agar ia bisa beristirahat terlebih dahulu. Wajah sang istri tampak pucat pasi, ia tak ingin rasa kekhawatirannya bertambah.

Berita tentang hal yang menimpa Renjun hanya diketahui oleh kerabat dekatnya, tak ada satupun orang lain yang mengetahui berita tersebut, termasuh Zheya. Wanita itu sampai saat ini tak mendengar kabar apapun tentang hal yang menimpa Renjun. Dan para sahabat Renjun pun enggan untuk memberitahu, mereka tak memikirkan apapun untuk saat ini, mereka hanya berharap agar Renjun segera pulih dan kembali seperti semula.

"Zheya berangkat dulu ya kek-nek!"
Ucap Zheya berpamitan. Wanita itu akan menuju kesekolah. Ia berharap agar hal yang menyenangkan terjadi hari ini, tapi apakah mungkin?

Sesampainya disekolah, Zheya duduk dan mengobrol dengan Lyodra. Keduanya berbincang dengan sangat asyik, tanpa melihat situasi sekeliling. Ia pun masih belum sadar jika jam segini Renjun dan para sahabatnya belum menampakkan diri. Apakah ia terlalu asyik mengobrol?

Tanpa disadari bel masuk berbunyi, dan guru pun sudah berada didepan kelas. Ia baru sadar jika tidak menyaksikan keberadaan Renjun, Jaemin dan Haechan pun tak ada. Dimana mereka? Fikir Zheya. Apakah mereka tidak datang hari ini?? Segala pertanyaan bermunculan di kepala wanita itu.

"Baiklah, pelajaran hari ini akan kita mulai. Sebelum itu saya akan menginformasikan Jika Renjun, Jaemin dan Haechan tidak dapat hadir hari ini karena ada urusan penting. Apakah masih ada pertanyaan?"

"Tidak Pak!"
Ucap hampir semua penghuni kelas.

"Oh ada urusan penting!"
"Seperti terkait dengan acara keluarga"
Gumam Zheya. Ia menganggap hal itu biasa saja. Mungkin saja hal itu benar.

Tak terasa jam pelajaran hampir selesai. Seisi kelas pun sudah tampak heboh, dan ada beberapa yang sudah tertidur akibat materi yang disampaikan sangat membosankan. Sudah sering terjadi sih, jadi Zheya tak heran.

"Zhe, habis ini temenin gua ke perpus bentar ya, mau minjam buku"
Ucap Lyodra.

"Eh-ok Ly"
Ucapnya.

"Ah gausah lah, ntar lo kesusahan. Gapapa, gua aja ntar"
Ucap Lyodra. Ia tak ingin jika Zheya kesusahan saat berjalan. Apalagi kondisi kaki wanita itu akhir-akhir ini tampak tak baik.

"Hm gapapa Ly? Yakin?"
Tanya Zheya.

"Yakin lah! It's okay"
Ucap Lyodra sambil tersenyum lebar.

"HELLOWW CACAT"
"HOW ARE YOU GIRL?"
Suara yang terdengar tak asing ditelinga Zheya. Ah kenapa wanita itu ada disini? Why??

"Lo kok diam aja si?"
"HELLOWWWW!!!"
"LO JUGA BISUU YAKK? HAHAHHA CACAT AND BISU? PERATURAN YANG SEMPURNA!!!"

"LO BISA DIAM GA AJG!!!"
Suara Lyodra meninggi. Ia kesal dan teramat kesal dengan wanita itu. Entah apa yang dilakukannya disekolah saat ini. Ah betul, mungkin dia mencari Renjun.

Luka || Huang RenjunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang