Pagi ini Renjun bangun lebih awal. Ia sudah bersiap-siap dari pukul 06.30 dan sudah menghabiskan sarapannya. Renjun berencana akan mengantarkan kedua orangtua nya kebandara.
Kedua orangtua nya tampak sangat sibuk dengan berbagai dokumen yang akan dibawa. Barang merekapun tampak lebih banyak daripada biasanya. Ya,perjalanan bisnis keduanya akan berlangsung lama,sekitar 3 bulan.
Renjun pun sangat terkejut saat mendengar penuturan dari papa nya. Tak heran jika kedua orangtua Renjun bertengkar mempermasalahkan perihal ini. Renjun akan ditinggal dalam waktu yang cukup lama.
Renjun memasukkan semua barang kedua orangtua nya kedalam bagasi mobil,dan beberapa diletakkan di kursi bagian belakang. Mereka sudah bersiap-siap untuk segera menuju bandara.
"Pa? Ma? Nanti bibi Ven disuruh cuti aja selama papa sama mama di Dubai!"
Perkataan Renjun membuat kedua orangtua nya tampak bingung. Terutama papa Chanyeol,ia menaikan sebelah alisnya sambil menatap ke arah Renjun.
"Emangnya kenapa sayang?"
Mama Wendy membuka suara. Meminta penjelasan dari sang putra.
"Nggak papa ma,nanti takutnya masakan bibi Ven ga kemakan sama Renjun. Palingan Renjun kalau lapar tinggal beli aja. Renjun nanti juga jarang dirumah!"
Ucap Renjun menjelaskan panjang lebar.
"Yaudah. Nanti bibi Ven satu kali seminggu mama suruh kerumah ya. Buat beres-beres sama nyuci baju kamu!"
Ucap mama Wendy mengambil tindakan yang pasti.
"Humm yaudah ma!"
Papa Chanyeol melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah. Mereka tampak membicarakan beberapa hal dengan santai dan heboh. Mulai dari mama Wendy yang cerewet mengingatkan agar Renjun tak telat makan,begadang,dan sebagainya. Sementara papa Chanyeol hanya mengatakan untuk giat belajar.
Setelah 1 jam berkendara. Papa Chanyeol menghentikan mobil diarea parkiran. Renjun juga sudah turun untuk mengambil beberapa barang didalam bagasi mobil. Setelah dirasa yak ada yang ketinggalan,mereka berjalan menuju kursi tunggu.
Selang beberapa menit,panggilan untuk memasuki pesawat segera terdengar dengan jelas. Kedua orangtua Renjun sudah bersiap menuju pintu yang mengarah ke jalur pesawat mereka.
Mama Wendy memeluk Renjun dan mengusap kepala bagian belakang putra nya. Ia sudah meneteskan air mata dengan sangat derasnya. Tak tega jika harus meninggalkan Renjun sendirian.
"Mama jangan nangis dong!"
"Nanti kalau udah sampai,kabarin Renjun ya! Jangan lupa istirahat ya pa,ma!"
Renjun tersenyum ke arah keduanya. Menatap dengan tatapan sedih,menelusuri seluruh pandangan kepada keduanya. Renjun akan sangat merindukan kedua orangtua nya. Waktu yang sangat panjang dalam perpisahan sementara mereka.
"Dadah sayang!"
Ucap mama Wendy sambil melambaikan tangan kearah Renjun.
"Papa sama mama berangkat dulu ya nak!"
Papa Chanyeol tampak tersenyum lebar sambil menjauh.
Renjun melambaikan tangan ke arah keduanya. Menatap kepergian keduanya dengan senyuman dan kesedihan. Hanya ia seorang sekarang.
Renjun duduk di taman dekat bandara. Ia terlalu malas untuk segera kembali kerumah yang tak berpenghuni itu. Renjun sangat merasa kesepian sekarang. Ia tak akan berjumpa dengan kedua orangtua nya selama 3 bulan kedepan.
Suasana bandara sangatlah indah. Beberapa tanaman tumbuh dengan baik disana,mulai dari pohon-pohon berukuran sedang,bunga-bunga,dan juga rumput yang terpotong dengan baik. Sungguh asri.
Beberapa keluarga tampak sedih saat harus melepaskan kepergian anggota keluarganya dan ada pula yang tampak bahagia menjemput kepulangan anggota keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luka || Huang Renjun
Romance"Pa? Ma? Jangan bangunin Renjun. Renjun mau istirahat,Renjun capek!!" Ucap Renjun kepada sang papa dan mama dengan wajah sayu. "Njun!!! Kenapa lo ga ngomong sama gua huh?!!" - Jaemin. "Kamu ga bakal ninggalin aku kan Junn" - Zheya. "Bangsat!! lo mau...
